<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016</id><updated>2012-02-02T16:40:00.203-08:00</updated><category term='Strategi Bisnis'/><category term='Konsultasi Anak'/><category term='English'/><category term='NOKIA'/><category term='Kisah Shahabiyah'/><category term='Kesehatan Ibu'/><category term='Pemasaran'/><category term='Fatwa Ulama'/><category term='Page Rank'/><category term='Konsultasi Bedah'/><category term='Al-Quran dan Hadits'/><category term='Dakwah'/><category term='variasi icons'/><category term='Cahaya Hati'/><category term='Keluarga'/><category term='Teks Berjalan/ Teks Bergerak'/><category term='Hidup Sehat'/><category term='Tips Dan Trik Menarik'/><category term='Kumpulan Resep'/><category term='Kata Mutiara Hikmah'/><category term='Marquee'/><category term='Info Menarik'/><category term='Kumpulan Kisah Nyata'/><category term='Pendidikan Anak'/><category term='Sejarah'/><category term='Industri'/><category term='Tutorial Blogger'/><category term='Bisnis Online'/><category term='Adab Dan Do&apos;a'/><category term='Internet'/><category term='Komputer'/><category term='Kumpulan Fakta Unik'/><category term='Teknologi'/><category term='Konsultasi Kandungan'/><category term='Tips Kecantikan'/><category term='Berita Kesehatan'/><category term='Microsoft Word'/><category term='Tsaqafah'/><category term='Fiqh Syari&apos;ah'/><category term='Islamic Animation'/><category term='Blockquote'/><category term='Sains Astronomi'/><category term='Didital'/><category term='Tips SEO'/><category term='Aqidah'/><category term='SEO'/><category term='Icon'/><category term='Agama Islam'/><category term='Produksi'/><category term='Kesehatan Anak'/><category term='Akhlaq Dan Nasehat'/><category term='Kumpulan Kata Mutiara'/><title type='text'>Lentera Ilmu</title><subtitle type='html'>Sebuah Sarana Meraih Ridho Ilahi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4179581154903556891</id><published>2011-06-30T21:13:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:13:03.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Mengeluh dan Merasa Sempit dengan Kehidupan?</title><content type='html'>Sebagian istri ada yang mengeluhkan kehidupannya dan tidak bisa menerima penghasilan suaminya. Ia ingin hidup seperti Fulanah atau seperti salah seorang karib keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau lupa bahwa Allah tidaklah menciptakan manusia sama rata. Allah menciptakan orang kulit putih dan orang kulit hitam, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar engkau dapat menenangkan dirimu hendaklah camkan hadits berikut ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah orang yang dibawahmu dan jangan lihat orang yang diatasmu, hal itu lebih baik sehingga engkau tidak menyepelekan nikmat Allah.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah selalu bahwa kebahagiaan bukan hanya terletak pada harta semata. Berapa banyak wanita yang memiliki suami kaya hartanya namun bakhil perasaan dan cintanya. Sementara yang lain memiliki suami yang fakir hartanya namun kaya perasaannya dan cinta kepada istri dan rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah seorang istri selalu ridha menerima suaminya yang mencintai dirinya. Kebahagiaan itu bukan hanya terletak pada makanan dan minuman, bukan berhias dengan pakaian mahal, perabotan mewah, emas perak dan kendaraan yang banyak. Namun kekayaan itu letaknya dalam dada dan hati yang tenang, penuh dengan cinta dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel muslimah.or.id&lt;br /&gt;Disalin dari buku Agar Suami Cemburu Padamu, karya Dr. Najla’ As Sayyid Nayil, Pustaka At Tibyan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4179581154903556891?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4179581154903556891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/mengeluh-dan-merasa-sempit-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4179581154903556891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4179581154903556891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/mengeluh-dan-merasa-sempit-dengan.html' title='Mengeluh dan Merasa Sempit dengan Kehidupan?'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3242448715531613469</id><published>2011-06-30T21:08:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T03:07:22.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab Dan Do&apos;a'/><title type='text'>Inilah Yang Seharusnya Dilakukan Orang Sakit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ta5V19RedPs/ThwcnK7mi9I/AAAAAAAAB60/Bxz0UMrGMYE/s1600/sakit.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-ta5V19RedPs/ThwcnK7mi9I/AAAAAAAAB60/Bxz0UMrGMYE/s200/sakit.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Inilah seharusnya yang dilakukan orang sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hendaknya orang yang sakit merasa ridha dengan ketatapan Allah ta’ala, bersabar atasnya serta berprasangka baik kepada Allah bahwa ketetapan Allah itu pasti baik. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عجبا لأمر المؤمن إن أمره كله خير وليس ذاك لأحد إلا للمؤمن إن أصابته سراء شكر فكان خيرا له وإن أصابته ضراء صبر فكان خيرا له&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu’alaihi wasallam juga bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يموتن أحدكم إلا وهو يحسن الظن بالله عز و جل&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah salah seorang diantara kalian mati kecuali dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah Ta’ala”. [1]&lt;br /&gt;2. Hendaknya seseorang memposisikan dirinya antara rasa khauf (takut) dan raja’(harap). Takut akan adzab Allah karena dosa-dosanya dan harapan mendapatkan rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas radhiallahu’anhu bahwasanya Nabi shallallahu’alaihai wasallam suatu ketika menjenguk seorang pemuda yang sedang sekarat. Kemudian beliau bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda tersebut menjawab, “Demi Allah wahai Rasulullah aku sangat mengharapkan rahmat Allah namun aku juga takut akan dosa-dosaku .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah terkumpul pada hati seorang hamba perasaan seperti ini (menggabungkan rasa khauf dan raja’) kecuali Allah akan beri apa yang ia harapkan dan Allah amankan dia dari apa yang ia takutkan.” [2]&lt;br /&gt;3. Sekalipun sakit yang dideritanya bertambah parah akan tetapi tetap tidak diperbolehkan untuk mengharapkan kematian berdasarkan hadits Ummul fadhl radhiallahu’anha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam masuk menemui mereka sementara itu Abbas, paman Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam sedang mengeluh, diapun berharap segera mati kemudian Rasulullah shallallahu’alai wasallam berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wahai Pamanku! Janganlah engkau mengharap kematian. Karena sesungguhnya jika engkau adalah orang yang memiliki banyak kebaikan dan (waktu kematianmu) diakhirkan maka kebaikanmu akan bertambah dan itu lebih baik bagimu. Begitu juga sebaliknya, jika engkau orang yang banyak keburukannya dan (waktu kematianmu) diakhirkan maka engkau bisa bertaubat darinya maka ini juga baik bagimu. Maka janganlah sekali-kali engkau mengharapkan kematian’ . [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari, Muslim, dan Baihaqi dan selain mereka telah mengeluarkan hadits dari Anas secara marfu’ diantaranya berbunyi, “Jika seseorang terpaksa untuk melakuakannya maka hendaknya ia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهُمَّ أَحْيِنِى مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِى، وَتَوَفَّنِى إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ya Allah, hidupkanlah aku (panjangkan usiaku), jika hidup itu lebih baik bagiku dan matikanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku’“. [4]&lt;br /&gt;4. Jika orang yang sakit tersebut memiliki tanggungan kewajiban kepada orang lain yang belum tertunaikan, dan dia mampu untuk menunaikannya maka hendaknya ia segera menunaikannya. Namun jika tidak, hendaknya ia menulis wasiat tentang kewajiban yang belum ia tunaikan karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa yang pernah menganiaya saudaranya baik terhadap kehormatannya atau hartanya maka hendaknya ia selesaikan (permasalahan tersebut) hari ini (di dunia), sebelum dia dituntut untuk menunaikannya, ketika sudah tidak ada lagi dinar maupun dirham (hari kiamat). Jika ia memiliki (pahala) amalan shalih maka akan diambil sesuai dengan tingkat kedzalimannya dan jika ternyata ia tidak memiliki pahala kebaikan maka keburukan (baca: dosa) orang yang terdzalimi tersebut akan ditimpakan kepadanya.” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (para sahabat ) menjawab, ‘Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya dirham dan harta’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang bangkrut diantara umatku kelak adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, akan tetapi dia pernah mencela orang yang ini, memfitnah yang itu, memakan harta si ini, menumpahkan darah orang itu dan memukul orang yang ini. Maka mereka diberi kebaikannya…, jika kebaikannnya telah habis sebelum lunas apa yang menjadi tanggungannya maka kesalahan (baca: dosa) mereka (orang yang terdzalimi) akan dipikulkan kepadanya lalu ia pun dilemparkan kedalam neraka.’” [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam, “Barangsiapa yang mati masih memiliki hutang maka disana (akherat) kelak tidak ada dinar dan dirham namun yang ada hanyalah kebaikan dan keburukan”. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Imam Thabrani (Al-Kubra) meriwayatkan dengan redaksi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hutang itu ada dua macam. Barang siapa yang mati dengan membawa hutang namun ia berniat (saat masih hidup) untuk melunasinya maka aku adalah walinya kelak. Dan barangsiapa yang mati membawa hutang namun ia tidak ada niat untuk melunasinya maka orang inilah yang akan diambil kebaikannya kelak di saat tidak dinilai dinar dan dirham. “[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhuma berkata, “Pada masa perang uhud, suatu malam ayahku memanggil diriku dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aku tidaklah bermimpi kecuali menjadi orang pertama yang terbunuh diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan aku tidaklah meninggalkan untukmu sesuatu yang lebih mulia dari pada diri Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Dan sesungguhnya aku memiliki hutang maka lunasilah. Dan aku wasiatkan kepadamu, berbuat baiklah kepada sesama saudaramu.’ Maka jadilah beliau orang yang terbunuh pertama kali…”[9]&lt;br /&gt;5. Dan seharusnya (orang yang sakit-pen) bersegera untuk membuat wasiat (seperti halnya wasiat Abdullah radhiallahu’anhu diatas-pen). Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah pantas bagi seorang muslim melewati malam-malamnya sementara dirinya ingin mewasiatkan sesuatu kecuali wasiat tersebut telah tertulis di sisinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar berkata, “Tidaklah aku melewati malam-malamku sejak aku mendengar sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam tersebut kecuali tertulis wasiat di sisiku.”[10]&lt;br /&gt;6. Dan kewajiban (orang yang sakit) adalah berwasiat kepada keluarga dekat yang bukan ahli waris. Berdasarkan firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diwajibkan atas kalian, apabila maut menjemput kalian, jika dia meninggalkan harta, berwasiat untuk kedua orang tua dan karib kerabat dengan cara yang baik, (sebagai) kewajiban bagi orang-orang yang bertakwa.”(QS. Al-Baqarah: 180)&lt;br /&gt;7. Diperbolehkan baginya berwasiat sepertiga dari hartanya dan tidak boleh lebih dari itu. Namun yang lebih utama seseorang berwasiat kurang dari sepertiga harta. Berdasarkan hadits Saad bin Abi Waqash radhiallahu’anhu beliau berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pernah bersama Nabi shallallahu’alaihi wasallam di haji wada’. Aku jatuh sakit dan hampir saja mendekati kematian. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjengukku. Akupun bertanya, ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya aku memiliki banyak harta dan tidak ada yang mewarisinya kecuali seorang putriku. Maka bolehkah aku berwasiat dua pertiganya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ‘Tidak boleh.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata, ‘Bagaimana jika separuh hartaku?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ‘Tidak boleh.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana jika sepertiga harta?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ‘Iya sepertiga harta dan sepertiga itu sudah banyak. Wahai Saad, sungguh jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih bagimu dari pada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, dengan mengemis kepada manusia. Wahai Saad tidaklah engkau menafkahkan sesuatu, sementara engkau mengharap wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala karenanya. Sampai sesuap makanan yang engkau letakkan di mulut istrimu.’” [seorang perowi berkata, "Maka sepertiga itu boleh"] [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Ibnu Abbas radhiallahu’anhu berkata, “Aku senang jika manusia mengurangi wasiatnya, kurang dari sepertiga sampai seperempat hartanya. Karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ‘Sepertiga itu sudah banyak.’”[12]&lt;br /&gt;8. Ketika berwasaiat, hendaknya dipersaksikan oleh dua orang muslim yang adil. Jika tidak ada maka dua orang yang bukan muslim, dengan terlebih dahulu diminta untuk bersumpah, jika dia ragu atas persaksian mereka berdua. Sebagaimana penjelasan dalam firman Allah tabaraka wa ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُم إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ (106) فَإِنْ عُثِرَ عَلَى أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ (107) ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَى وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ (108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, apabila salah seorang kamu menghadapi kematian, sedang dia akan berwasiat, maka hendaklah (wasiat itu) disaksikan oleh dua orang yang adil di antara kamu, atau dua orang yang berlainan agama dengan kamu, jika kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Kamu tahan kedua saksi itu sesudah shalat, lalu mereka keduanya bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu. ‘(Demi Allah) kami tidak akan membeli dengan sumpah ini harga yang sedikit (untuk kepentingan seseorang) walaupun dia karib kerabat, dan tidak (pula) kami menyembunyikan persaksian Allah.Sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang berdosa.’ Jika diketahui bahwa kedua (saksi itu) berbuat dosa, maka dua orang yang lain di antara ahli waris yang berhak yang lebih dekat kepada orang yang meninggal (memajukan tuntutan) untuk menggantikannya, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, ‘Sesungguhnya persaksian kami lebih layak diterima daripada persaksian kedua saksi itu, dan kami tidak melanggar batas, sesungguhnya kami kalau demikian tentulah termasuk orang-orang yang menganiaya diri sendiri`. Itu lebih dekat untuk (menjadikan para saksi) mengemukakan persaksiannya menurut apa yang sebenarnya, dan (lebih dekat untuk menjadikan mereka) merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) sesudah mereka bersumpah. Dan bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.(QS. Al-Maidah: 106-108)&lt;br /&gt;9. Adapun wasiat kepada orang tua dan anggota keluarga yang menjadi ahli waris maka hal ini tidak diperbolehkan. Karena hukum ini telah dihapus dengan ayat-ayat waris. Disamping itu, Nabi shallallahu’alaihi wasallam telah menjelaskannya ketika berkhutbah di haji wada’. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan kepada tiap orang yang memilki hak (warisan) jatahnya masing-masing. Karena itu, tidak ada wasiat untuk Ahli waris.”[13]&lt;br /&gt;10. Diharamkan merugikan orang lain ketika berwasiat. Seperti berwasiat agar sebagian ahli waris tidak mendapatkan haknya atau melebihkan jatah warisan (dari yang seharusnya) kepada sebagian ahli waris. Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَان وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا (7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan keduaorangtu dan kerabatnya dan bagi perempuan ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan kedua orangtua dan kerabatnya. Baik sedikit ataupun banyak menurut bagiian yang telah ditetapkan.”(QS. An-Nisa : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil lain adalah sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,”Janganlah berbuat yang merugikan. Barangsiapa merugikan maka Allah akan merugikan dirinya dan barangsiapa yang menyusahkan orang lain maka Allah akan menyusahkannya.” [14]&lt;br /&gt;11. Wasiat yang mengandung kedzaliman adalah wasiat yang batal dan tertolak. Berdasakan sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam, “Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan kami (perkara agama) yang bukan bagian darinya maka ia tertolak.”[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga berdasarkan hadits Imran bin Hushain, “Bahwasanya ada seorang laki-laki memerdekan enam budak saat menjelang kematiannya [tidak ada harta lain yang ia miliki kecuali budak-budak tersebut]. Datanglah ahli warisnya dari arab badui kemudian memberitahukan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tentang apa yang ia perbuat. Maka Nabi pun bertanya, ‘Apa benar dia berbuat demikian?’ Lantas beliau juga menegaskan, ‘Kalau saja kami mengetahui tentang hal ini insyaallah kami tidak akan mensholatinya.’ Tarik kembali budak-budakmua, lalu merdekakan dua orang saja, sementara empat sisanya tetap menjadi budak.’ “[16]&lt;br /&gt;12. Karena pada umumnya yang terjadi dikalangan manusia saat ini adalah membuat aturan dalam agama mereka (baca : bid’ah), terutama terkait (tata cara) mengurus jenazah, maka sudah menjadi suatu kewajiban bagi seorang muslim untuk berwasiat, agar jenazahnya diurus jenazahnya dan dikafani sesuai dengan sunnah nabi. Sebagai realisasi firman Allah ta’ala,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu,penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(Qs. At-Tahrim :6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu banyak diantara kalangan sahabat Rasulullah shallallahu’alaiihi wasallam berwasaiat akan hal ini. Dan atsar tentang mereka sebagaimana yang kami (penulis ) sebutkan sangatlah banyak. Akan tetapi tidak mengapa jika diringkas sebagiannya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dari Amir Ibn Saad bin Abi Waqqas bahwasanya bapaknya pernah berkata ketika sedang sakit yang mengantarkan kepada kematiannya, “Buatkanlah untukku liang lahat dan letakkanlah batu merah dibagiannya. Sebagaimana yang dilakukan kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam.”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dari Abu Burdah berkata, “Abu Musa radhiallahu’anhu pernah berwasiat di saat beliau sekarat,”Jika kalian berangkat membawa jasadku maka perceptalah langkah kaki kalian, janganlah kalian mengiringkan jenazahku dengan tempat bara api (dupa), janganlah kalian jadikan sesuatupun berada diatas lahadku yang bisa menghalangiku dengan tanah, dan janganlah membuat bangunan di atas kuburku. Dan aku bersaksi sungguh aku berlepas diri dari wanita yang mencukur rambut, menampar pipi dan merobek-robek tatkala mendapat musibah. Para sahabat bertanya, ‘Apakah engkau pernah mendengar hal ini dari Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Ya, dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.’“[18] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Ahkamul Janaiz wa Bida’uhu (hal. 11-18), Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Maktabah Al-Ma’arif, Riyadh.&lt;br /&gt;Penerjemah: Tim Penerjemah Muslimah.or.id&lt;br /&gt;Murojaah:  Ust Ammi Nur Baits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Kaki:&lt;br /&gt;[1] Kedua hadis diatas diriwayatkan Imam Muslim, Baihaqi dan Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan, Ibnu Majah, Abdullah bin Ahmad dalam Zawaid Az- Zuhd (24-25) dan Ibnu Abi Dunya dalam At-Targhib (4/141). Lihat pula dalam Al-Misykah (1612).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad (6/339), Abu Ya’la (7076), dan Al-Hakim (1/339) beliau berkata, “Hadits ini shahih dengan syarat dua syaikh (Imam Bukhari dan Imam Muslim).” Hal ini disepakati oleh Imam Adz-dzahabi, hanya saja beliau menegaskan hadits ini sesuai syarat Imam Bukhari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Hadits ini dikeluarkan dalam Al-Irwa’ (683).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Al-Baihaqi (3/369) dan selain beliau berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] HR. Muslim (8/18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Hadist ini dikeluarkan Al-Hakim (2/27) dan teks (hadits ini) milik beliau, Ibnu Majah, Ahmad (2/ 70-82) dari dua jalan dari IbnuUmar. Hadits pertama shahih sebagaimana penilaian Al-Hakim dan telah disepakati oleh Adz-Dzahabi. Hadits kedua hasan sebagaimana penilaian At-Tirmidzi (3/34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Hadits Shahih sebagaimana yang telah lalu. Dan dengan hadits Aisyah yang akan datang pada akhir bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari (1351).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] HR. Bukhari, Muslim, Ash-habussunan dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad (1524) dan teks ini milik beliau, dua syaikh (Bukhari Muslim, dua tambahan diatas adalah milik Muslim dan ash habussunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Hadits ini dikeluarkan Ahmad (2029 dan 2076), dua syaikh dan Baihaqi (269/6) dan selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi dan beliau menilai hasan, Baihaqi dan beliau member isyarat kuatnya hadits ini dan ternyata memang benar, karena sanad hadits ini hasan. Hadits ini memiliki banyak hadits penguat menurut Baihaqi. Lihat Majma’ zawaid (4/212).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] Hadits ini dikeluarkan oleh Ad-Daruquthniy (522), Al-Hakim (2/ 57-58) dari Said Al-Khudri dan Imam Adz-dzahabi menyepakati beliau dengan berkata, “Hadits shahih dengan syarat Imam Muslim”. Namun yang benar hadits ini hasan sebagaimana perkataan Imam Nawawi dalam Al-Arba’in dan Ibnu Taimiyyah dalam Al-Fatawa (3/262) karena banyaknya jalan dan hadits penguat. Dan Al-Hafidz Ibnu Rajab menyebutkannya dalam Syarh Al-Arba’in (hal.219-220) kemudian aku (Syaikh Albni-pen) keluarkan dalam Irwaul Ghalil no. 888.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Hadits ini diriwayatkan oleh dua syaikh (Bukhari Muslim -pen) dalam shahih beliau berdua, Ahmad dan selainnya dan lihat di Irwa (88)‘.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Hadits riwayat Ahmad (4/446) dan Muslim semisal ini. Demikian juga Ath-Thahawi, Baihaqi dan selainnya. Dan tambahan tersebut dari Imam Muslim dan salah satu riwayat Imam Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Hadits ini dikeluarkan Imam Muslim dan Al-Baihaqi (3/407) dan selain beliau berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18] Hadits ini dikeluarkan Ahmad (4/397), Baihaqi (3/395) dengan lafal yang lengkap dan Ibnu Majah dengan sanad hasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3242448715531613469?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3242448715531613469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/inilah-yang-seharusnya-dilakukan-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3242448715531613469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3242448715531613469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/inilah-yang-seharusnya-dilakukan-orang.html' title='Inilah Yang Seharusnya Dilakukan Orang Sakit'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ta5V19RedPs/ThwcnK7mi9I/AAAAAAAAB60/Bxz0UMrGMYE/s72-c/sakit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3780776477767895067</id><published>2011-06-30T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-06-30T21:02:54.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Quran dan Hadits'/><title type='text'>Hukum Membaca Al Quran Tanpa Berwudhu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_Q7IF8MJVBc/Tg1GjuJzFhI/AAAAAAAAB6Q/fLLrm8cDyE4/s1600/al-qur%2527an.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-_Q7IF8MJVBc/Tg1GjuJzFhI/AAAAAAAAB6Q/fLLrm8cDyE4/s200/al-qur%2527an.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pertanyaan:&lt;br /&gt;Apakah hukum orang yang membaca al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudhu, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban oleh Syaikh Shalih al-Fauzan :&lt;br /&gt;Seseorang boleh membaca al-Qur’an tanpa wudhu bila bacaannya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasulullah shallallahu ‘alaihii wa sallam membaca al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca al-Qur’an dalam kondisi berwudhu dan tidak berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan terkait dengan mushaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.“(Al-Wa-qi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihii wa sallam yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak boleh menyentuh al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.” (Muwaththa’ Imam Malik, kitab al-Qur’an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan kesepakatan para imam kaum muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh mushaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel Muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan:&lt;br /&gt;Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur al-Qur’an, hal. 44.&lt;br /&gt;Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, penerbit Darul Haq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3780776477767895067?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3780776477767895067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/hukum-membaca-al-quran-tanpa-berwudhu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3780776477767895067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3780776477767895067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/hukum-membaca-al-quran-tanpa-berwudhu.html' title='Hukum Membaca Al Quran Tanpa Berwudhu'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_Q7IF8MJVBc/Tg1GjuJzFhI/AAAAAAAAB6Q/fLLrm8cDyE4/s72-c/al-qur%2527an.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-9010109275723648566</id><published>2011-06-30T20:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T01:54:41.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq Dan Nasehat'/><title type='text'>Menjadi Benalu Apa Tidak Malu?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-9RKiu-TOXBE/ThwLf8pFcpI/AAAAAAAAB6U/ZKY9ljDs0Jk/s1600/benalu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-9RKiu-TOXBE/ThwLf8pFcpI/AAAAAAAAB6U/ZKY9ljDs0Jk/s200/benalu.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menyenangkan ketika kita melihat orang yang dibantu tersenyum bahagia dan mengucapkan terima kasih. Akhirnya yang memberi bantuan pun ikut tersenyum dan secara lahir juga terlihat ikhlas. Nah, bagaimana kalau si peminta bantuan ini esoknya meminta bantuan lagi padanya, kemudian esoknya lagi, dan esoknya lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin sering melihat teman, saudara atau tetangga kita meminta bantuan kepada orang lain, atau bahkan ke diri kita sendiri. Seperti ada yang kurang ketika bantuan itu tidak kunjung datang atau tidak ada yang memenuhi. Akhirnya kita yang tidak dimintai bantuan sedikit-sedikit mencoba membantu. Apalagi jika ingat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dari orang muslim maka Allah mebalasnya dengan menghilangkan daripadanya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan yang ada pada hari kiamat” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bagaimanakah jadinya bila orang tersebut terus menerus meminta bantuan kepada kita, atau kepada orang-orang sekitarnya. Alhasil, setiap ia memanggil seseorang, sudah dapat diperkirakan ia akan merepotkan orang tersebut kalau tidak bisa dibilang menyusahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim yang beriman disyari’atkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Namun, tidak berarti setiap saat kita boleh terus menerus meminta bantuan kepada orang lain. Karena di samping diperintahkan untuk saling tolong menolong, kita juga diperintahkan untuk menjadi muslim yang kuat. Kita dapat melihat contoh salah satu sahabat dari kalangan muhajirin yaitu Abdurrahman bin ‘Auf radhiallahu ‘anhu. Ketika baru saja hijrah ke Madinah, ia tidak membawa harta kekayaannya yang ada di Mekah. Ia yang dipersaudarakan oleh Rasulullah dengan Sa’ad bin Ar Rabi’ Al-Anshari radhiallahu ‘anhu ditawari begitu banyak kenikmatan berupa istri, harta dan kebun. Tetapi ia menolak semua itu dan memilih untuk berusaha sendiri dan mengembangkan usahanya sendiri lewat jual beli di pasar. Allah Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang. Sepulang dari pasar itu, ia sudah dapat membawa pulang sebiji emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat lagi adalah, ketika kita mendapat kebaikan dari orang lain (dan mendapat bantuan itu sama saja dengan mendapat kebaikan dari orang lain), maka kita juga diperintahkan untuk membalas kebaikan tersebut dengan kebaikan yang serupa atau yang lebih baik lagi. Kalaupun tidak dapat membalasnya, maka kita dapat mendoakan kebaikan untuk orang tersebut. Ada dua syarat utama dalam Islam ketika kita meminta tolong kepada makhluk (manusia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang dimintai bantuan memiliki kemampuan. Kemampuan di sini adalah kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut. Karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah dan memiliki banyak kekurangan. Hanya Allah-lah yang Maha Kuasa untuk mengabulkan semua permintaan hamba-Nya.&lt;br /&gt;2. Hadir atau berstatus hadir. Maksudnya di sini adalah orang tersebut ada di hadapan kita sehingga dapat melaksanakannya, atau bisa juga ketika kita menggunakan sarana komunikasi yang mengatasi masalah jarak. Nah, lain lagi kalau kita meminta tolong kepada yang sudah meninggal. Misalnya dengan mengatakan, “Mbah, atau Bu, saya mau ujian nasional besok, doain saya ya Bu, Mbah”. Padahal keduanya telah meninggal atau berada di tempat jauh, sementara tidak ada komunikasi langsung dengan mereka. Dengan kalimat ini, kita sudah melakukan dosa yang sangat besar, yang dapat mengeluarkan kita dari Islam. karena dosa itu statusnya berbuat kesyirikan kepada Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping syarat utama tadi, ada beberapa hal yang perlu diingat dan diperhatikan ketika kita meminta bantuan kepada orang lain untuk menjaga hubungan baik kita dengan saudara muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita akan menyita banyak waktunya atau tidak. Kalau ya, akan lebih baik kita berusaha sendiri, atau kalau perlu membalas dengan kebaikan yang lebih besar lagi. Karena waktu merupakan harta yang tidak dapat dikembalikan kepada seseorang. Dan setiap orang diperintahkan untuk memanfaatkan waktu yang dimilikinya dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana keadaan orang yang dimintai bantuan. Apakah lebih sibuk dari kita. Kalau seperti ini keadaannya, maka kita perlu mencari orang lain atau lebih baik lagi berusaha sendiri. Apalagi jika ternyata orang tersebut sedang sakit atau terkena musibah. Maka menjadi giliran kita untuk memberi bantuan padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontinuitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta bantuan sekali-kali memang masih membuat orang yang dimintai bantuan tersenyum atau melakukannya dengan senang hati. Akan tetapi kalau berlangsung terus menerus, setiap hari, atau bahkan menjadi rutinitas si pemberi bantuan, ini mesti dihindari. Hal ini bisa menyebabkan sesuatu yang menjadi ladang kebaikan bagi si pemberi bantuan, malah menjadi sebuah kedzoliman untuknya. Sudah dimintai bantuan, didzolimi pula. Duh, siapa yang senang kalau keadaannya seperti ini. Padahal seorang muslim dilarang untuk mendzolimi saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang perlu diperbesar dan dilatih dari diri kita. Ketika kita memperbesar rasa empati kita, maka kita dapat memperkirakan, bagaimana jika kita dalam posisi yang dimintai bantuan. Kalau kemudian kamu membela diri, “Ah, kalau aku diminta, kalau aku bisa ya aku lakuin kok!”. Nah, kalimat seperti ini sebenarnya telah menunjukkan rasa empati yang kurang. Masalahnya, kalau kita yang terus meminta tolong, bagaimana kita bisa berempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong menolong” merupakan kata yang menunjukkan adanya dua orang yang melakukan pekerjaan “saling” menolong. Jangan menjadikan ayat atau hadits tentang berbuat kebaikan sebagai pembenaran bagi kita untuk terus menerus membuat beban bagi orang lain dengan mengatakan, “Kamu kan jadi tambah pahala!”. Bagaimana jadinya kalau tidak ada yang ingin dekat-dekat dengan kita karena takut akan terus menerus dimintai tolong. Kalau sudah begitu, siapa juga yang rugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel muslimah.or.id&lt;br /&gt;Penulis: Ummu Ziyad Fransiska Mustikawati&lt;br /&gt;Muroja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Syaikh Muhammad At-Tamimi, Kasyfu Syubhat, www.perpustakaan-islam.com&lt;br /&gt;* Imam Nawawi, Riyadusholihin, Takhrij Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Duta Ilmu : Surabaya&lt;br /&gt;* Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Adab Zifaf, Media Hidayah : Yogyakarta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-9010109275723648566?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/9010109275723648566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/menjadi-benalu-apa-tidak-malu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/9010109275723648566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/9010109275723648566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/menjadi-benalu-apa-tidak-malu.html' title='Menjadi Benalu Apa Tidak Malu?'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-9RKiu-TOXBE/ThwLf8pFcpI/AAAAAAAAB6U/ZKY9ljDs0Jk/s72-c/benalu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3927021843803432230</id><published>2011-06-30T20:46:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T02:56:30.656-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq Dan Nasehat'/><title type='text'>Ibumu… Kemudian Ibumu… Kemudian Ibumu…</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-qAsKweEph-c/ThwaIJzvmgI/AAAAAAAAB6o/-CHwzlTjAVY/s1600/Ibumu.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-qAsKweEph-c/ThwaIJzvmgI/AAAAAAAAB6o/-CHwzlTjAVY/s1600/Ibumu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat diatas menjelaskan akan hak ibu terhadap anaknya. Ketahuilah, bahwasanya ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah 6 bulan (pada umumnya adalah 9 bulan 10 hari), ditambah 2 tahun menyusui anak, jadi 30 bulan. Sehingga tidak bertentangan dengan surat Luqman ayat 14 (Lihat Tafsiir ibni Katsir VII/280)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi menjelaskan, “Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliauberkata dalam kitabnya Al-Kabaair,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Akan dikatakan kepadanya),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, kita mungkin tidak punya kapasitas untuk menghitung satu demi satu hak-hak yang dimiliki seorang ibu. Islam hanya menekankan kepada kita untuk sedapat mungkin menghormati, memuliakan dan menyucikan kedudukan sang ibu dengan melakukan hal-hal terbaik yang dapat kita lakukan, demi kebahagiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh manusia terbaik yang berbakti kepada Ibunya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang yaman itu bersenandung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنِّي لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُـذِلَّلُ – إِنْ أُذْعِرْتُ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu lalu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.” (Adabul Mufrad no. 11;  Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat diterangkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya seseorang mendatanginya lalu berkata: bahwasanya aku meminang wanita, tapi ia enggan menikah denganku. Dan ia dipinang orang lain lalu ia menerimanya. Maka aku cemburu kepadanya lantas aku membunuhnya. Apakah aku masih bisa bertaubat? Ibnu Abbas berkata: apakah ibumu masih hidup? Ia menjawab: tidak. Ibnu Abbas berkata: bertaubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan dekatkanlah dirimu kepadaNya sebisamu. Atho’ bin Yasar berkata: maka aku pergi menanyakan kepada Ibnu Abbas kenapa engkau tanyakan tentang kehidupan ibunya? Maka beliau berkata: ‘Aku tidak mengetahui amalan yang paling mendekatkan diri kepada Allah ta’ala selain berbakti kepada ibu’. (Hadits ini dikeluarkan juga oleh Al Baihaqy di Syu’abul Iman (7313), dan Syaikh Al Albany menshahihkannya, lihat As Shohihah (2799))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits di atas dijelaskan bahwasanya berbuat baik kepada ibu adalah ibadah yang sangat agung, bahkan dengan berbakti kepada ibu diharapkan bisa membantu taubat seseorang diterima Allah ta’ala. Seperti dalam riwayat di atas, seseorang yang melakukan dosa sangat besar yaitu membunuh, ketika ia bertanya kepada Ibnu Abbas, apakah ia masih bisa bertaubat, Ibnu Abbas malah balik bertanya apakah ia mempunyai seorang ibu, karena menurut beliau berbakti atau berbuat baik kepada ibu adalah amalan paling dicintai Allah sebagaimana sebagaimana membunuh adalah termasuk dosa yang dibenci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik kepada ibu adalah amal sholeh yang sangat bermanfa’at untuk menghapuskan dosa-dosa. Ini artinya, berbakti kepada ibu merupakan jalan untuk masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Mendurhakai Ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عن المغيرة بن شعبة قال : قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن الله حرم عليكم عقوق الأمهات ووأد البنات ومنع وهات . وكره لكم قيل وقال وكثرة السؤال وإضاعة المال&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian berbuat durhaka kepada ibu-ibu kalian, mengubur anak perempuan hidup-hidup, menolak kewajiban dan menuntut sesuatu yang bukan menjadi haknya. Allah juga membenci jika kalian menyerbarkan kabar burung (desas-desus), banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (Hadits shahih, riwayat Bukhari, no. 1407; Muslim, no. 593, Al-Maktabah Asy-Syamilah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar memberi penjelasan sebagai berikut, “Dalam hadits ini disebutkan ’sikap durhaka’ terhadap ibu, karena perbuatan itu lebih mudah dilakukan terhadap seorang ibu. Sebab,ibu adalah wanita yang lemah. Selain itu, hadits ini juga memberi penekanan, bahwa berbuat baik kepada itu harus lebih didahulukan daripada berbuat baik kepada seorang ayah, baik itu melalui tutur kata yang lembut, atau limpahan cinta kasih yang mendalam.” (Lihat Fathul Baari V : 68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Imam Nawawi menjelaskan, “Di sini, disebutkan kata ‘durhaka’ terhadap ibu, karena kemuliaan ibu yang melebihi kemuliaan seorang ayah.” (Lihat Syarah Muslim XII : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah Ibu Tertawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جئْتُ أبَايِعُكَ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكْتُ أَبَوَيَّ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ((اِرْخِعْ عَلَيْهِمَا؛ فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Aku akan berbai’at kepadamu untuk berhijrah, dan aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam keadaan menangis.” Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (Shahih : HR. Abu Dawud (no. 2528), An-Nasa-i (VII/143), Al-Baihaqi (IX/26), dan Al-Hakim (IV/152))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Membuat Ibu Marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَاالْوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَلَدِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua dan murka Allah tergantung murka orang tua.“ (Adabul Mufrod no. 2. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan jika sampai pada sahabat, namun shahih jika sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan hadits diatas ialah kewajiban mencari keridhaan kedua orang tua sekaligus terkandung larangan melakukan segala sesuatu yang dapat memancing kemurkaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada seorang anak yang durhaka kepada ibunya, kemudian ibunya tersebut mendo’akan kejelekan, maka do’a ibu tersebut akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana dalam hadits yang shahih Nabi Shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada tiga do’a yang dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak diragukan tentang do’a ini: (1) do’a kedua orang tua terhadap anaknya, (2) do’a musafir-orang yang sedang dalam perjalanan-, (3) do’a orang yang dizhalimin.” (Hasan : HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad (no. 32, 481/Shahiih Al-Adabil Mufrad (no. 24, 372))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang ibu meridhai anaknya, dan do’anya mengiringi setiap langkah anaknya, niscaya rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya, jika hati seorang ibu terluka, lalu ia mengadu kepada Allah, mengutuk anaknya. Cepat atau lambat, si anak pasti akan terkena do’a ibunya. Wal iyyadzubillaah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku…jangan sampai terucap dari lisan ibumu do’a melainkan kebaikan dan keridhaan untukmu. Karena Allah mendengarkan do’a seorang ibu dan mengabulkannya. Dan dekatkanlah diri kita pada sang ibu, berbaktilah, selagi masih ada waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;والله الموفّق إلى أقوم الطريق&lt;br /&gt;وصلى الله وسلم على نبينا وعلى آله وأصحابه ومن اتّبعهم بإحسان الى يوم الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel muslimah.or.id&lt;br /&gt;Penulis : Hilda Ummu Izzah&lt;br /&gt;Muraja’ah : Ustadz Ammi Nur Baits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Qur’anul Karim dan Terjemahannya&lt;br /&gt;* Rekaman Ta’lim Ustadz Abuz Zubair Al-Hawary Hafizhahullaahu Ta’ala&lt;br /&gt;* www.buletin.muslim.or.id&lt;br /&gt;* www.almanhaj.or.id&lt;br /&gt;* Asy-Syaikh DR. Muhammad Luqman Salafi, Rasysyul Barad Syarh Al-Adabil Mufrad, Daarud Daa-’iy Linnasyr wat Tauzii’, Riyadh.&lt;br /&gt;* Imam Adz-Dzahabi, Al-Kabaair, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian.&lt;br /&gt;* Abu Abdillah Muhammad Luqman Muhammad As-Salafi, Syarah Adabul Mufrad Jilid 1, Griya Ilmu, Jakarta.&lt;br /&gt;* Imam Adz-Dzahabi, Al-Kaba’ir – Dosa-dosa yang Membinasakan, Darus Sunnah, Jakarta.&lt;br /&gt;* Abu Zubeir Hawary, Wahai Ibu Maafkan Anakmu, Darul Falah, Jakarta.&lt;br /&gt;* Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Birrul Walidain, At-Taqwa, Bogor.&lt;br /&gt;* Abu Umar Basyir, Sutra Kasih Ibunda – Kepadamu Berbakti Tiada Henti, Rumah Dzikir, Sukoharjo, Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbarui oleh redaksi www.muslimah.or.id pada 28 April 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3927021843803432230?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3927021843803432230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3927021843803432230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3927021843803432230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html' title='Ibumu… Kemudian Ibumu… Kemudian Ibumu…'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qAsKweEph-c/ThwaIJzvmgI/AAAAAAAAB6o/-CHwzlTjAVY/s72-c/Ibumu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-875974188920631721</id><published>2011-06-30T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T02:07:04.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhlaq Dan Nasehat'/><title type='text'>Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir</title><content type='html'>Penyusun: Ummu Nafisah&lt;br /&gt;Muroja’ah:Ustadz Jamaluddin, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-2y34efUB-KY/ThwOf94nXpI/AAAAAAAAB6Y/vmaLGCgMXl4/s1600/ibu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-2y34efUB-KY/ThwOf94nXpI/AAAAAAAAB6Y/vmaLGCgMXl4/s1600/ibu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Rindang, sebut saja demikian. Wanita yang kini sedang dalam masa penantian yang amat panjang. Manisnya masa-masa awal pernikahan telah ia rasakan, tinggal satu pelengkap kebahagiaan yang belum didapatkannya, yaitu kehadiran sang buah hati. Bulan demi bulan, tahun demi tahun ia dan suaminya jalani. Hingga usia pernikahannya memasuki tahun ke-10, Allah belum juga menganugerahkan buah hati pada mereka berdua. Berbagai upaya telah mereka tempuh, namun apa daya, Sang Penguasa Takdir belum berkenan mengabulkan keinginan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Bentuk Cobaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih banyak pasangan suami istri lain yang bernasib serupa seperti Rindang dan suaminya. Bertahun-tahun berkeluarga, namun belum juga dikaruniai momongan. Sangatlah wajar jika manusia senantiasa menyenangi hal-hal yang indah di dunia ini. Karena sudah menjadi tabiat yang ditanamkan Allah kepada manusia bahwa manusia akan cenderung mencintai harta, anak-anak, dan istri. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Inilah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Qs. Ali-Imran: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku muslimah, setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum mendapatkan momongan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia. Kebanyakan orang mengira, bahwa cobaan hanya datang dalam bentuk kesulitan saja. Mereka tidak menyadari bahwa melimpahnya nikmat juga merupakan ujian yang diberikan Allah. Sehingga banyak memang yang dapat melalui cobaan dan bersabar ketika mendapatkan kesulitan namun sangat sedikit yang mampu melampaui ujian berupa kenikmatan dunia, hal ini menjadikan manusia lalai saat kesenangan hidup menyapa mereka. Dalam surat Al-Anbiya ayat 35, Allah Ta’ala berfirman yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Kepada Kami, kamu akan kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga firman Allah yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adapun sebagian manusia apabila diberi ujian oleh Tuhannya yaitu diberi tempat yang mulia dan diberi kenikmatan kepadanya, maka ia berkata, ‘Tuhanku telah memuliakan aku’. Adapun apabila Tuhannya mengujinya dengan membatasi rezekinya, dia berkata, ‘Tuhanku telah menghinakan aku.’” (Qs. Al-Fajr: 15-16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimu wahai para orang tua yang belum dikarunia anak, bersabar adalah kunci dalam masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Saling Menyalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana makhluk hidup yang lain, manusia membutuhkan keturunan untuk mewarisi dan meneruskan hidupnya. Itulah mengapa anak menjadi dambaan setiap keluarga. Anak bagaikan permata dalam kehidupan mereka. Penyejuk mata ketika keletihan menyapa, menjadi tempat berteduh ketika masa senja mulai tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama belum dikarunia anak, tentu akan membuat pasangan suami istri risau dan gelisah. Dalam kasus seperti ini, istrilah yang biasanya merasakan beban paling berat. Apalagi ada pandangan bahwa penyebab semua itu adalah dari pihak istri. Ia yang mandul dan tidak bisa melahirkan keturunan. Padahal bukanlah seperti itu. Bukanlah salah istri, karena setiap takdir Allah-lah yang telah menggariskannya. Lagipula, tidak selalu istri yang menjadi penyebabnya, pihak suami sering pula menjadi sebab belum dikaruniainya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak saling menyalahkan adalah jalan terbaik dalam menghadapi ujian ini. Hendaknya pasangan suami dan istri yang belum dikaruniai buah hati saling memberikan dukungan dan nasehat. Saling menasehati untuk bersabar atas takdir yang diberikan Allah. Dengan sikap seperti ini, diharapkan suami dan istri dapat saling menguatkan di tengah badai ujian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Lupa Berdoa dan Berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat seorang mukmin menghadapi kesulitan dalam hidupnya, semestinya ia tidak berpangku tangan begitu saja tanpa berusaha. Berikhtiarlah. Ambillah sebab-sebab yang dapat menghilangkan kesulitan tersebut selama ikhtiar tersebut dibolehkan syari’at. Seperti halnya mukjizat Nabi Musa, tidaklah Nabi Musa serta merta dapat membelah lautan, melainkan ia harus mengayunkan tongkatnya terlebih dahulu. Atau seperti kisah Maryam ketika mengandung Nabi ‘Isa, untuk mendapatkan makanan (kurma), Allah tidak begitu saja menurunkan makanan tersebut dari langit, melainkan Maryam terlebih dahulu harus menggoyang pohon kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami dan istri yang belum dikaruniai anak dapat berikhtiar dengan banyak cara, seperti berkonsultasi dengan para ahli, orang yang berpengalaman dalam masalah ini, meminum obat-obatan dan ramuan-ramuan, mengkonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mampu meningkatkan kesuburan. Memperkaya pengetahuan tentang bagaimana proses terjadinya pembuahan dan fungsi alat reproduksipun termasuk hal yang tidak ada salahnya untuk dicoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak boleh dilupa adalah doa, tidak selayaknya ditinggalkan. Seorang muslim tidak sepantasnya menyandarkan pada sebab dan usaha, karena semua penentu adalah Allah Sang Pencipta alam raya. Bukankah anak keturunan adalah bagian kecil dari alam raya? Giatlah berdoa agar Allah memberikan anugerah-Nya berupa anak yang mampu menyejukkan mata kita. Sebagaimana kisah Nabi Zakaria ‘alaihi salam yang di usia lanjut belum juga mendapatkan keturunan, ia berdoa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan permohonanku terhadapmu, ya Rabbi, belum pernah tak terkabulkan. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi kenabianku dan mewarisi kenabian keluarga Ya’qub; dan Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.’” (Qs. Maryam: 4-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi yang perlu diingat, wahai saudariku, termasuk di antara bentuk usaha adalah dengan memperbanyak taubat dan beristighfar, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…beristighfarlah kepada Rabb-mu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kalian beristighfar) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat atas kalian, juga memberi banyak harta dan anak keturunan…” (Qs. Nuh: 10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah gigih berdoa dan berikhtiar dengan berbagai cara namun belum juga mendapatkan keturunan? Maka langkah selanjutnya adalah senantiasa bersabar atas takdir Allah. Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita. Jangan lupa berdoa seperti doa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Dalam sebuah hadits shahih diceritakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Tidak seorang hambapun yang tertimpa musibah lalu ia mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا لِلّهِ وَ إِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Wahai Allah, berikanlah kami pahala dari musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali Allah akan memberikan ganjaran pahala karena musibah yang menimpanya dan memberikan ganti yang lebih baik.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah wafat, aku membacanya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Allah memberikan ganti yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku, engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan doa dan kesabaran tersebut, semoga kita mampu bertawakal kepada Allah. Selanjutnya dengan begitu, Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita. Waallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bekal Menanti Si Buah Hati, Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi, Media Tarbiyah&lt;br /&gt;2. Majalah Nikah Vol. 3 No. 11: Agar Buah Hati Tak Sekadar Bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-875974188920631721?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/875974188920631721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/875974188920631721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/875974188920631721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/saat-buah-hati-tak-kunjung-hadir.html' title='Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2y34efUB-KY/ThwOf94nXpI/AAAAAAAAB6Y/vmaLGCgMXl4/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4100277475649850333</id><published>2011-06-30T20:40:00.001-07:00</published><updated>2011-06-30T20:40:58.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Anak'/><title type='text'>Menghadapi Cemburu Anak</title><content type='html'>Cemburu merupakan suatu  faktor yang menyertai kebanyakan problem kejiawaan pada diri anak-&lt;a href="http://muslimah.or.id/tag/anak"&gt;anak&lt;/a&gt;.  Adapun  yang dimaksud disini adalah cemburu yang tidak sehat, yang  dapat merusak diri  anak-anak, bahkan terkadag merupakan sebab  frustuasinya dan bisa  menghadapkannya pada problem kejiwaan.&lt;br /&gt;Cemburu juga merupakan salah  satu perasaan alami yang ada pada diri  manusia, seperti halnya cinta. Maka  keluarga hendaknya bisa menerimanya  dengan nyata, namun dalam waktu yang sama  tidak pula mengabaikan  perkembangannya.&lt;br /&gt;Cemburu merupakan sarana  yang akan mengantarkan seorang anak pada  kurangnya kepercayaan terhadap dirinya  sendiri, ataupun  membangkitkannya untuk melakukan permusuhan, perusakan dan  juga  kemarahan.&lt;br /&gt;Cemburu merupakan perasaan  menyakitkan yang muncul karena berbagai  keadaan, seperti: kelahiran anak baru  pada sebuah keluarga, atau sang  anak merasa gagal mewujudjkan  harapan-harapannya dan berhasilnya anak  lain mewujudkan harapan tersebut,  ataupun perasaan memiliki kekurangan  akibat dari kegagalan perasaan tersebut.&lt;br /&gt;Pada dasarnya cemburu  merupakan perasaan terkombinasi antara  perasaan senang untuk berkuasa (unggul)  dan perasaan benci (marah).  Terkadang perasaan cemburu pada diri seseorang itu  disertai dengan  perasaan benci (marah), baik terhadap dirinya sendiri ataupun  terhadap  rekan-rekannya yang mampu mewujudkan tujuan-tujuan mereka, sementara   dia tidak mapu mewujudkannya.&lt;br /&gt;Terkadang perasaan cemburu  ini disertai dengan gejala-gejala lain,  seperti: memberotak, memfitnah,  perasaan jengkel, merusak, membangkang,  ataupun sifat durhaka. Dan terkadang  pula disertai gejala-gejala  sejenis yang menyertai perasaan marah (kebencian)  yang menyebabkan  kondisi frustasi. Seperti apatis, perasaan malu, sensitif,  perasaan  lemah ataupun hilangnya selera dan juga hasrat dalam berbicara.&lt;br /&gt;Rasa cemburu merupakan  persoalan serius bagi kehidupan seseorang  yang mengakibatkan konflik kejiwaan  yang beraneka ragam. Ia juga akan  memunculkan resiko-resiko yang tak disadari  bagi dirinya pribadi dan  juga sosial. Yakni dengan munculnya gejala-gejala  sikap yang beraneka  macam, diantaranya: mengompol, mengisap jari, menggit kuku,  hasrat  untuk menarik perhatian orag lain, serta berusaha memperoleh kasih   saying mereka dengan berbagi cara. Atau berpura-pura menunjukkan rasa  sakit,  takut, goncang, ataupun menampakkan rasa permusuhan dengan  terang-terangan.&lt;br /&gt;Untuk menangani perasaan  cemburu dan menjaganya dari dampak-dampak negatif, upaya-upaya yang hendaknya  dilakukan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Mengetahui sebab-sebab dan  juga penanganannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membuat sang anak bisa  merasakan nilai (harga) diri dan juga  keberadaannya ditengah-tengah keluarga,  sekolah, dan diantara  teman-temannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membiasakan anak untuk ikut  serta dalam mencintai anak/orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengajarkan kepada anak  sejak kecil bahwa hidup itu menerima dan  memberi, dan sesungguhnya wajib bagi  setiap manusia untuk menghormati  hak-hak orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membiasakan anak dalam  persainan yang sehat, dengan bersikap sportif terhadap orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membangkitkan rasa percaya  diri dalam jiwa anak dan meringankan  ketajaman perasaan dengan kekurangan  ataupun kelemahan pada dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mewujudkan hubungan-hubungan  yang ditegakkan dengan pondasi  kebersamaan dan keadilan, tanpa membeda-bedakan  ataupun melebihkan atas  yang lain, apapun itu jenis kelaminnya, usia, ataupun  kemampuan.  Jangan memfavoritkan dan jangan pula mengistimewakan, akan tetapi   pergaulilah dengan sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membiasakan anak untuk bisa  menerima keunggulan dan juga  kekalahan. Yaitu berusaha mewujudkan keberhasilan  dengan mencurahkan  dengan segala kesungguhan, tanpa harus merasa cemburu dengan  keunggulan  anak lain atas dirinya, sehingga dapat mencegahnya dari kehilangan   rasa percaya diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Membiasakan anak yang egois  untuk menghormati, menghargai, serta  memberikan rasa simpati terhadap sebuah  kebersamaan. Dan juga  menyertakan anak tersebut dalam berbagai permainan dan  peralatan yang  dimilikinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hendaknya orangtua bersikap  teguh terhadap hal-hal yang berkaitan  dengan perasaan cemburu pada diri anak.  Tidak menampakkan kegoncangan  dan juga perhatian yang berlebihan terhadap  perasaan-perasaan tersebut.  Dan tidak mengabaikan anak yang pasif, dimana  perasaan-perasaan  cemburu tidak nampak pada dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pada kondisi kelahiran anak  baru, maka tidak boleh mengabaikan  anak yang besar dan memberikan perhatian  kepada si kecil lebih dari  selazimnya. Hendaknya memperhatikan si bayi sesuai  dengan kadar  kebutuhannya, dan bayi tidaklah membutuhkan hal yang berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Hendaknya orangtua menahan  diri dari sikap membanding-bandingkan  secara terang-terangan. Namun hendaknya  menganggap bahwa setiap anak  itu sebagai pribadi yang memiliki perbekalan dan  keistimewaan khusus  yang ada pada dirinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menumbuhkan hobi yang  berbeda diantara saudara-saudaranya, agar  setiap anak akan unggul pada  masing-masing bidangnya, sehingga bisa  menilai dan menghargainya tanpa harus  membandingkannya dengan yang  lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak berlebihan dalam  mengistimewakan anak yang sakit.  Sesungguhnya hal ini dapat menimbulkan cemburu  diantara  saudara-saudaranya yang sehat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;***&lt;br /&gt;artikel &lt;a href="http://muslimah.or.id/"&gt;muslimah.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diringkas dari buku &lt;em&gt;Mengatasi  Rewel Si Kecil&lt;/em&gt;, Asma’ binti Ahmad Al-Bahishy, Pustaka Ausath&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4100277475649850333?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4100277475649850333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/menghadapi-cemburu-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4100277475649850333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4100277475649850333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/menghadapi-cemburu-anak.html' title='Menghadapi Cemburu Anak'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-2134823427038722372</id><published>2011-06-30T20:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T03:04:28.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Kedudukan Sunnah dalam Hujjah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--I8EPFtC2aA/Thwb3kUc52I/AAAAAAAAB6w/Xg5xSFjHKEc/s1600/sunnah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/--I8EPFtC2aA/Thwb3kUc52I/AAAAAAAAB6w/Xg5xSFjHKEc/s1600/sunnah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sunnah adalah sumber syariat kedua setelah al-Qur`an. Tidak mungkin  agama Allah ini bisa sempurna kecuali dengan mengambil sunnah Nabi  Sholallohu `alaihi wa sallam dan disandingkan bersama kitab suci Allah.  Oleh karena itu banyak ayat-ayat al-Qur`an dan hadits-hadits mutawatir  yang memerintahkan agar taat kepada Rasul Allah dan berpegang teguh  dengan sunnah dan menjadikannya sebagai hujjah (dalil, bukti). Dan umat &lt;a href="http://qiblati.com/" rel="nofollow" target="_blank" title="islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;pun telah berijma’ atas hal ini. &lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dalil –dalil dari al-Qur`an:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Firman Allah:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ  فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا  مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman  hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka  perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka  terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan  sepenuhnya.”&lt;/i&gt; (al-Nisaa’: 65)&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;Allah Subhanaahu wa Ta`ala bersumpah dengan diri-Nya Yang Maha Suci  bahwa seseorang itu belum beriman sebelum menjadikan Muhammad Rasul  Allah sebagai hakim dalam semua perkaranya. Maka apa saja yang telah  diputuskannya adalah haqq (Benar)&amp;nbsp;wajib diterima dan ditaati secara  lahir dan batin. Karena itu Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&amp;nbsp;ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;/div&gt;&lt;div&gt;jadi tidak cukup mentaati secara lahiriyah saja atau menerima secara  batin saja, melainkan harus ketiga-tiganya itu: 1) Tahkim (berhukum  kepada hukum Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam ), 2) ‘Adam al-Haraj  (menerima dengan rela, tidak ada rasa keberatan sama sekali) dan 3)  Taslim (pasrah, tunduk patuh secara total).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah Subhanaahu wa Ta`ala berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ  وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ  فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ  تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ  تَأْوِيلًا(59) {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah  Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan  pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an)  dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan  hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik  akibatnya.” &lt;/i&gt;(al-Nisaa’: 59)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengembalikan kepada Allah adalah mengembalikannya kepada kitab-Nya dan  mengembalikan kepada Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam adalah kembali  kepadanya semasa hidupnya dan kepada sunnahnya setelah wafatnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي  يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ  رَحِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“&lt;i&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah  aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/i&gt; (ali Imran: 31)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah itu adalah ittiba’  (mengikuti) Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam .&amp;nbsp;Mengikuti Rasul Allah  itu adalah mengikutinya dalam segala ucapan, perbuatan dan petunjuknya.  Maka menjadi jelasnya bahwa pengakuan cinta kepada Allah dari orang yang  tidak mengikuti hadits nabawi dan tidak memandang wajibnya mengamalkan  hadits, adalah pengakuan dusta belaka pengakuan cintanya kepada Allah.  Allah berfirman:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;لَا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ  بَعْضِكُمْ بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ  مِنْكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ  تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;“Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti  panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya  Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara  kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang  yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa  azab yang pedih.”&lt;/i&gt; (al-Nuur: 63)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang dimaksud dengan “Amruhu” adalah jalannya, manhajnya dan sunnahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dalil-dalil Sunnah:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sabda Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah Rodiallohu `anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;عَنْ أَبِي هريرة t أَن رسول اللَّه r&amp;nbsp;قالَ : كُلُّ  أُمَّتِي يدْخُلُونَ الْجنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبِى » . قِيلَ وَمَنْ يَأَبى  يا رسول اللَّه ؟ قالَ : « منْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجنَّةَ ، ومنْ عصَانِي  فَقَدْ أَبِى&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari Abu Hurairah Rodiallohu `anhu , bawasanya Rasulullah  Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda: “Semua umatku akan masuk surga  kecuali yang menolak.” Dikatakan: “Siapakah yang menolak ya Rasulullah?”  Beliau bersabda: “Barangsiapa taat (setia) kepadaku dia pasti msuk  surga dan barangsiapa mendurhakaiku maka berarti ia menolak.” HR.  Bukhori : 6751&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ibn Majah meriwayatkan dari Miqdam ibn Ma’dikarib bahwa Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Hampir saja ada orang yang duduk di atas sofanya menceritakan satu  hadits dari haditsku lalu mengatakan: “Di antara kami dan kamu ada  kitab Allah, maka apa yang kita dapatkan di dalamnya dari yang haram  kita haramkan”. Ingatlah sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rasul  Allah adalah sama dengan yang diharamkan oleh Allah”. Tafsir riwayat  hadits&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Ijma’ Umat Islam:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bila kita telusuri riwayat-riwayat dari salaf shalih mulai dari  Khulafa Rasyidin hingga orang-orang sesudahnya maka kita tidak akan  menemukan satu imam dari para ulama mujtahid yang diakui ilmu dan  ketakwaannya yang mengingkari wajibnya berpegang teguh kepada sunnah,  wajibnya berhujjah dengan sunnah&amp;nbsp;dan mengamalkan segala konsekuensinya.  Bahkan yang ada adalah kebalikannya. Semua ulama itu berpegang kepada  sunnah, mengambil hidayah dari sunnah dan memperingatkan orang-orang  yang menyalahi sunnah.  Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm mengatakan: “Saya tidak pernah  mendengar seorangpun yang dinilai oleh masyarakat sebagai ulama dan yang  menyandarkan dirinya kepada ilmu, mengingkari ajaran Allah yang  mewajibkan agar mengikuti petunjuk Rasul Allah Subhanaahu wa Ta`ala dan  tunduk patuh kepada hukumnya. Dan bahwasanya Allah memerintahkan orang  sesudahnya hanya untuk mengikutinya. Dan bahwasanya tidak ada ucapan  yang mengikat kecuali dengan firman Allah atau sunnah Rasul-Nya, dan  yang lain hanya sebagai pengikut keduanya. Dan Allah telah mewajibkan  kita dan orang sesudah kita serta sebelum kita untuk menerima khabar  berita dari Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam , tidak seorangpun yang  mengingkari bahwa yang fardhu dan yang wajib adalah menerima berita dari  Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam ”.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Imam Syafi’i juga mengatakan: “orang-orang telah berijma’ bahwa siapa  yang telah jelas mendapatkan sunnah Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam  maka dia tidak boleh meninggalkannya, karena memilih ucapan orang lain”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Imam ibn Hazm mengatakan tentang surat al-Nisaa’: 59:&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;} يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ  وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ  فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ  تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ  تَأْوِيلًا {&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;“Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah  Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan  pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur`an)  dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan  hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik  akibatnya.” &lt;/i&gt;(al-Nisaa’: 59)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;“Umat ini berijma’ bahwa Khithab ini diturunkan kepada kita dan  kepada semua orang yang diciptakan dan dihidupkan hingga hari kiamat  baik dari bangsa jin maupun dari manusia, sebagaimana diturunkan kepada  orang yang ada pada masa hidup Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam , taka  ada bedanya orang yang hidup semasa hidup Nabi Sholallohu `alaihi wa  sallam dan orang yang datang setelah Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam  ”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari keterangan di atas menjadi jelaslah bahwa berhujjah dengan  sunnah dan mengamalkannya adalah wajib, dan bahwa kedudukannya sama  dengan al-Qur`an, wajib ditaati dan diikuti. Orang yang tidak mengambil  sunnah pada hakekatnya sama dengan tidak mengambil al-Qur`an. Taat  kepada Rasul Allah adalah taat kepada Allah, maksiat kepada Rasul Allah  adalah maksiat kepada Allah. Sesungguhnya jalan selamat dan benteng dari  kesesatan adalah berpegang teguh kepada al-Qur`an dan sunnah secara  serempak, menurut manhaj dan madzhab salaf shalih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya Allah, berilah taufik-Mu kepada kami agar dapat mengamalkan kitab-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Sumber: &lt;a href="http://qiblati.com/kedudukan-sunnah-dalam-hujjah.html"&gt;http://qiblati.com/kedudukan-sunnah-dalam-hujjah.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-2134823427038722372?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/2134823427038722372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/kedudukan-sunnah-dalam-hujjah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2134823427038722372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2134823427038722372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/kedudukan-sunnah-dalam-hujjah.html' title='Kedudukan Sunnah dalam Hujjah'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--I8EPFtC2aA/Thwb3kUc52I/AAAAAAAAB6w/Xg5xSFjHKEc/s72-c/sunnah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-6377213316700649915</id><published>2011-06-29T07:06:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T03:01:21.219-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh Syari&apos;ah'/><title type='text'>Tarawih Terbaik Di Jaman Sekarang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-vhDKJtngIvg/ThwbAHF6BmI/AAAAAAAAB6s/izmIfUuXtc8/s1600/ramadhan2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-vhDKJtngIvg/ThwbAHF6BmI/AAAAAAAAB6s/izmIfUuXtc8/s320/ramadhan2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Variasi Bilangan Shalat Tarawih Dalam Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah menulis satu makalah yang berjudul Shalat Tarawih Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam dan Salafus Shaleh, yang dimuat di Majalah as-Sunnah Edisi 07/Tahun VII/1424H/2003M, halaman 26-32. Pokok bahasan dari makalah tersebut adalah menjelaskan sejarah shalat tarawih dan tata cara shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam dan yang dilakukan oleh para sahabat dan para tabi'in, baik dari sisi jumlah rakaat, lamanya shalat dan komentar para ulama tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari komentar dan sikap para ulama adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Jumhur (mayoritas) ulama mendekati riwayat-riwayat di atas dengan metoda al-Jam'; yaitu menerima, menggabungkan dan mengkompromikan seluruh riwayat yang shahih. Sedangkan sebagaian ulama mendekatinya dengan metoda tarjih; yaitu menerima riwayat yang dianggap paling unggul dan meninggalkan riwayat yang dinilai terungguli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar pertimbangan jumhur adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. riwayat 20 (21, 23) rakaat adalah shahih;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Riwayat 8 (11,13) rakaat adalah shahih;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Fakta sejarah menurut penuturan beberapa tabi'in dan ulama salaf menunjukkan beragamnya jumlah rakaat tarawih;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Menggabungkan antara riwayat-riwayat tersebut adalah mungkin, maka tidak perlu memakai tarjih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya masalahnya adalah kondisional."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Shalat Tarawih Yang Paling Afdhal Menurut Ulama Ahlus Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang mulia, kini akan kita kupas tuntas mengenai bilangan shalat tarawih yang paling afdhal. Sudah kita maklumi bahwa para ulama salaf membolehkan shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang beragam, misalnya 11, 13, 17, 19, 21, 23, 25, 29, 35, 39, 41, dan 49. Ini tidak berarti bahwa kedudukannya sama saja dari segi keutamaan. Oleh karena itu para ulama salaf berselisih tentang jumlah bilangan rakaat yang paling utama menjadi 2 kelompok besar dan 1 kelompok kecil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Yang paling utama adalah 20 rakaat,ditambah dengan 1 rakaat atau 3 rakaat witir sesudahnya. Ini pendapat ats-Tsauri, Ibnul Mubarak, al-Hanafiyyah (pengikut imam Abu Hanifah), dan al-Malikiyyah dalam pendapat mereka yang diandalkan, asy-Syafi'iyyah, al-Hanabilah (pengikut Imam Ahmad), Daud az-Zhahiri dan yang dipilih oleh Syekh Muhammad ibn Abdul Wahhab. Dasarnya adalah praktek para sahabat di masa khulafaur Rasyidin, yang terus berlanjut hingga hari ini. (Lihat: Majmu' Fatawa Ibn Taimiah, 23/112-113; Syarhus Sunnah, 4/123; Fathul Qadir, 1/466-468; al-Majmu', 4/13, 32; Muallafat Syekh Munammad ibn Abdul Wahhab; dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Yang paling utama adalah 11 rakaat ( 8 rakaat ditambah 3 witir). Ini madzhab al-Bukhari, dan dari kalangan Syafi'iyah: Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hajar, as-Suyuthi dan al-Haitami, dan dipilih oleh al-Mubarakfuri, Abdul Aziz Ibn Baz, Muhammad Ibn Shalih al-Utsaimin, Muhammad Nashiruddin al-Albani dan lain-lain. Dasarnya adalah shalat Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam . (Lihat:Syarh Ma'anil Atsar, 1/336; Fathul Bari, 4/254; 3/12; al-Mashabih fi Shalatit Tarawih, 35-36; Tuhfatul Ahwadzi, 3/523; Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, 11/323; Syarhul Mumti', 4/68 dll) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Yang paling utama adalah 36 rakaat atau lebih. Pengikut madzhab ini berselisih: Malikiyyah dalam satu pendapat memilih 39 rakaat dengan witirnya. Ishaq ibn Rahawaih—rival Ahmad ibn Hanbal, hafizh mujtahid, tsiqah, wafat 238 H– memilih 41 rakaat, sedang al-Aswad ibn Yazid—seorang tabi'in yang wafat tahun 74 atau 75 H– memilih 49 rakaat. Dasar 36 rakaat adalah praktek shalat tarawih di Madinah pada zaman Umar ibn Abdul Aziz dan Aban Ibn Usman—seorang tabi'in, tsiqh, wafat tahun 105 H–. Al-Baji mengatakan: "Inilah amalan para imam dan yang disepakati oleh pendapat jamaah, maka ia lebih utama karena meringankan. (Lihat: al-Istidzkar, 5/157; Mushannaf Ibn Abi Syaibah, 2/393; Fathul Bari, 4/253; al-Mudawwanah al-Kubra, 1/222; dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Yang Paling Utama Pada Zaman Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi maklum bahwa inti dan tujuan disyariatkannya shalat adalah untuk berdzikir mengingat Allah. Allah berfiman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku." (QS. Thaha: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan shalat yang terbaik secara zhahir adalah yang paling panjang bacaannya, paling lama berdirinya. Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَفْضَلُ الصَّلَاةِ طُوْلُ اْلُقنُوْتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik shalat adalah yang panjang berdirinya." (HR Muslim dari Jabir Rohimahulloh , 756)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Abdullah ibn Khunais al-Khas'ami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أفضل الصلاة طول القيام&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik shalat adalah yang panjang berdirinya." (HR. al-Muntaqa syarah Muwaththa' 1/209: Mukhtshar Qiyam al-Lail wa Qiyam Ramadhan, 55).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, yang terpenting dalam shalat tarawih dan lainnya adalah menjaga kesempurnaannya, kekhisyu'an, perenungan dan doa di dalamnya. Jika lama waktu mengerjakannya antara 11 rakaat dan 23 rakaat adalah sama, maka 11 rakaat lebih baik. Pokoknya bilangan mana saja yang yang waktu pelaksanaannya lebih lama dari yang lain, tanpa adanya keberatan dari jamaah maka itu yang lebih utama bagi jamaah. Akan tetapi karena kondisi umat islam telah berubah pada jaman ini, dimana rasa malas beribadah menyerang mereka, kesibukan dan aktivitas duniawi semakin bertambah, diantara mereka ada para buruh dan paqra pegawai rumah sakit dan perusahaan-perusahaaan yang yang bekerja di malam hari atau di pagi yang buta, juga para mahasiswa dan para dosen yang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar atau ujian , maka hal itu tidak lagi memungkinkan bagi mereka untuk melakukan shalat tarawih seperti Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya, apakah itu dengan 11 rakaat aalagi dengan 23 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah ,apakah yang paling utama pada jaman ini mengerjakan tarawih dengan 11 rakaat, dengan lama waktu yang lebih ringan dari tarawih Rasul Sholallohu `alaihi wa sallam dan para sahabatnya, ataukah dengan 23 rakaat yang juga diperingan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut DR. Abdur Rahim ibn Ibrahim al-Hasyim bahwa yang nampak jelas adalah: menegakkan tarawih dengan 11 rakaat ringan dengan menjaga kesempurnaannya dan kekhusy'annya lebih baik daripada 23 rakaat yang dilakukan dengan mutu yang sama. Karena mengerjakan 23 rakaat ringan dengan menjaga kesempurnaan dan menikmatinya adalah jarang dan langka, disamping memberatkan banyak imam dan banyak jamaah . Ibnu Mas'ud Rohimahulloh meriwayatkan bahwa seseorang berkata : Demi Allah , wahai Rasul Allah, sesungguhnya saya sengaja tidak menghadiri jamah subuh karena imamnya memperpanjang shalat." Maka saya tidak pernah melihat rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam dalam satu mau'izhah yang lebih murka daripadanya. Kemudian beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ مِنْكُمْ مُنَفِّرِيْنَ فَأَيُّكُمْ صَلَّى بِالنَّاسِ فَلْيَتَجَوَّزْ فَإِنَّ فِيْهِمُ الضَّعِيْفَ وَالْكَبِيْرَ وَذَا الْحَاجَةِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya diantara kalian ada yang membuat lari jamaah. Maka siapa diantara kalian yang menjadi imam hendaklah mempercepat shalatnya, karena di tengah mereka ada yang lemah, lanjut usia, dan orang yang memiliki keperluan." (HR. Bukhari, 702)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Rohimahulloh , Rasulullah Sholallohu `alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِلَّناسِ فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ الضَّعِيْفُ وَالسَّقِيْمُ وَالْكَبِيْرُ وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيُطَوِّلْ مَا شَاءَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila salah seorang kamu memimpin shalat maka ringankanlah, karena ditengah mereka ada yang lemah, sakit, dan lanjut usia. Dan apanila shalat untuk dirinya maka panjangkanlah sesukanya." (HR.Bukhari, 703) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Daud berkata: "Pernah imam Ahmad ditanya tentang seseorang yang membaca al-Qur'an khatam dua kali di bulan Ramadhan ketika dia menjadi imam. Maka beliau menjawab: "Ini menurut saya sesuai dengan kadar semangat jamaah, karena di tengah-tengah mereka ada para pekerja." (Mukhtashar Qiyamullail Wa Qiyam Ramadhan, 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan di masyarakat kita saksikan bahwa orang yang shalat tarawih 23 rakaat namak merasa keberatan, oleh karena itulah setelah berjalan seminggu jumlah jamaah turun drastic, atau gerakan shalat semakin dipercepat agar cepat selesai. Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah orang yang ingin agar shalat cepat selesai adalah sangat banyak, oleh karena itu baik imam maupun makmum seakan-akan telah sepakat untuk mempercepat gerakan shalat tarawih sampai mirip gerakan senam. Mereka tidak peduli lagi dengan rukun-rukun dan sunnah shalat, yang penting cepat selesai. Bahkan untuk menarik minat jama'ah beberapa masjid atau mushalla berlomba adu kecepatan dalam merampungkan shalat, siapa yang tercepat itulah yang diminati oleh jama'ah. Dengan demikian fungsi shalat yang untuk mengingat Allah itu akhirnya berubah menjadi tradisi ritual yang tidak bermakna. Hal ini berbeda jikalau dilaksanakan sebanyak 11 rakaat, yang nampak lebih menikmati shalat dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Jika 23 rakaat dilakukan dengan penuh kekhusyu'an berdasarkan ridha semua jamaah, dalam waktu yang lebih lama dari yang 11 rakaat, maka pada kondisi seperti ini tarawih 23 rakaat lebih utama. Inilah yang menjadi motivasi para sahabat Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam saat melakukan tarawih 20 rakaat, karena ketidak mampuan mereka untuk melakukan 11 rakaat panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'I berkata: "Dalam masalah ini tidak ada kesempitan, tidak ada batasan akhir, karena ia adalah nafilah (tambahan dari shalat wajib). Jika mereka memperpanjang bacaan dan menyedikitkan jumlah sujud maka baik dan lebih saya sukai. Jika mereka memperbanyak rukuk dan sujud maka juga baik." (Mukhtashar Qiyamullail wa Qiyam Ramadhan, 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kami menghimbau agar para imam dan para jamaah saling tolong menolong dan bertakwa kepada Allah dalam shalat tarawih mereka. Hendaklah melakukannya dengan penuh keimanan dan keinginan kuat untuk mendapatkan ridha Allah, memperhatikan rukun, syarat, dan sunnah shalat, menikmati bacaan-bacaan shalat demi mewujudkan firman Allah: " Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku" Dan untuk melaksanakan sabda Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa melakukan shalat tarawih karena iman dan mencari pahala Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosa-dosanya. (HR. Bukhari, 37, 1904, 1905; Muslim, 759)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat menikmati Ramadhan ini dan mendapatkan semua kebaikannya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Agus Hasan Bashori, Shalat Tarawih Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam dan Salafus Shaleh, Majalah as-Sunnah Edisi 07/Tahun VII/1424H/2003M, halaman 26-32; DR. Abdur Rahim ibn Ibrahim as-Sayyid al-Hasyim, Hukm at-Tarawih waz-Ziyadah Fiha 'Ala Ihda "Asyrata Rak'ah, Dar ibnul Jauzi, cet. I, 1426) Malang, 25-8-2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Majalah Qiblati edisi 1 Tahun II &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-6377213316700649915?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/6377213316700649915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/tarawih-terbaik-di-jaman-sekarang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/6377213316700649915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/6377213316700649915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/tarawih-terbaik-di-jaman-sekarang.html' title='Tarawih Terbaik Di Jaman Sekarang'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vhDKJtngIvg/ThwbAHF6BmI/AAAAAAAAB6s/izmIfUuXtc8/s72-c/ramadhan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-8398750184421764417</id><published>2011-06-29T07:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T02:52:16.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Sifat-Sifat Bidadari Surga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-iazVldxOn-w/ThwY5btO5-I/AAAAAAAAB6k/zm544xpUKvI/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-iazVldxOn-w/ThwY5btO5-I/AAAAAAAAB6k/zm544xpUKvI/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Allah &lt;/b&gt;&lt;b&gt; Subhanaahu wa Ta`ala   berfirman:&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا (٣١)حَدَائِقَ وَأَعْنَابًا  (٣٢)وَكَوَاعِبَ أَتْرَابًا (٣٣)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat  kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja  yang sebaya." (QS an-Naba': 31-33)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&amp;nbsp;كَذَلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ (٥٤)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;"Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari." (QS.  Ad-Dhukhan: 54)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُمْ  بِحُورٍ عِينٍ (٢٠)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;"Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan  kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli."  (QS. At-Thur: 20)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ (٧٢)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&amp;nbsp;"(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit  dalam rumah." (QS. Ar-Rahman: 72)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ (٧٠)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&amp;nbsp;"Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik  lagi cantik-cantik." (QS. Ar-Rahman: 70)&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً (٣٥)فَجَعَلْنَاهُنَّ  أَبْكَارًا (٣٦)عُرُبًا أَتْرَابًا (٣٧)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&amp;nbsp;"Sesungguhnya kami menciptakan mereka  (bidadari-bidadari) dengan langsung.&lt;a href="http://qiblati.com/sifat-sifat-bidadari-surga.html#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Dan  kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.&amp;nbsp;Penuh cinta lagi sebaya  umurnya." (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Ibnu Abid Dunya meriwayatkan dari Abul Hawari, dia  berkata: Bidadari itu diciptakan langsung (kun fayakun). Apabila telah  sempurna peciptaan mereka maka dipasanglah kemah-kemah atas mereka. Oleh  karena itu Ibnul Qayyim berkata bahwa kemah-kemah ini bukanlah ghuraf  (kamar-kamar) atau qushur (istana-istana), melainkan ia adalah tenda di  taman-taman dan di atas sungai-sungai.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Nabi &lt;/b&gt;&lt;b&gt; Sholallohu `alaihi wa sallam &lt;/b&gt;&lt;b&gt;  bersabda:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;1. Hadits Abu Sa’id al-Khudri  Rodiallohu `anhu :&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« إِنَّ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً رَجُلٌ  صَرَفَ اللّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ قِبَلَ الْجَنَّةِ وَمَثَّلَ لَهُ  شَجَرَةً ذَاتَ ظِلٍّ فَقَالَ: أَيْ رَبِّ قَرِّبْنِي مِنْ هذِهِ  الشَّجَرَةِ أَكُونُ فِي ظِلِّهَا ». فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ فِيْ دُخُوْلِهِ  الْجَنَّةَ وَتًمًنٍّيْهِ إِلىَ أَنْ قَالَ فِيْ آخِرِهِ.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Sesungguhnya ahli surga yang paling rendah tingkatannya  adalah seseorang yang Allah palingkan wajahnya dari neraka kearah surga,  dan ditampakkan padanya satu pohon surga yang rindang. Lalu orang itu  berkata: Ya Allah dekatkanlah aku ke pohon itu agar aku bisa berteduh di  bawahnya.” Lalu Nabi Sholallohu `alaihi wa sallam terus menyebutkan  angan-angan orang itu hingga akhirnya beliau bersabda:&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« إِذَا انْقَطَعَتْ بِهِ الأَمَانِيُّ قَالَ اللّهُ: هُوَ  لَكَ وَعَشْرَةُ أَمْثَالِهِ. قالَ: ثُمَّ يَدْخُلُ بَيْتَهُ فَتَدْخُلُ  عَلَيْهِ زَوْجَتَاهُ مِنَ الحُورِ الْعِينِ فَيَقُولاَنِ : الْحَمْدُ  للّهِ الَّذِي أَحْيَاكَ لَنَا وَأَحْيَانَا لَكَ. قَالَ: فَيَقُولُ: مَا  أُعْطِيَ أَحَدٌ مِثْلَ مَا أُعْطِيتُ ».&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Apabila telah habis angan-angannya maka Allah berfirman  kepadanya: “Dia itu milikmu dan ditambah lagi sepuluh kali lipatnya.”  Nabi bersabda: “Kemudian ia masuk rumahnya dan masuklah menemuinya dua  biadadari surga, lalu keduanya berkata: Segala puji bagi Allah yang  telah menghidupkanmu untuk kami dan yang menghidupkan kami untukmu. Lalu  laki-laki itu berkata: “Tidak ada seorangpun yang dianugerahi seperti  yang dianugerahkan kepadaku.” (HR. Muslim: 417)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;2. Hadits Anas  Rodiallohu `anhu :&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« إِنَّ الْحُورَ الْعِينَ لَتُغَنينَ فِي الْجَنَّةِ  يَقُلْنَ: نَحْنُ الْحُورُ الْحِسَانِ خُبئْنَا لأَزْوَاجٍ كِرَامٍ »&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Sesungguhnya bidadari nanti akan bernyanyi di surga:  Kami para bidadari cantik disembuyikan khusus untuk suami-suami yang  mulia.” (Shahih al-Jami’: 1602)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;3. Hadits Abu Hurairah  Rodiallohu `anhu :&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى  صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ. وَالَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى  أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيَ، فِي السَّمَاءِ، إِضَاءةً. لاَ يَبُولُونَ،  وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ يَتْفِلُونَ.  أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ. وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ. وَمَجَامِرُهُمُ  الألُوَّةُ. وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ. أَخْلاَقُهُمْ عَلَى  خُلُقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ. عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ. سِتُّونَ ذِرَاعاً،  فِي السَّمَاءِ ».&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Sesungguhnya kelompok pertama yang masuk surga adalah  seperti rupa bulan di malam purnama. Berikutnya adalah seperti binang  yang paling terang sinarnya di langit. Mereka tidak buang air kecil,  tidak buang air besar, dan tidak meludah. Sisir mereka dari emas, minyak  mereka adalah misik, asapannya adalah kayu gaharu, pasangan mereka  adalah bidadari, akhlak mereka seperti akhlak satu orang. Bentuk (postur  tubuh) mereka seperti Nabi Adam as; 60 lengan di langit.” (Bukhari,  Muslim dll. Al-Jami’ al-Shaghir: 3778, Shahih al-Jami’: 2015)&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&lt;/div&gt;4. Hadits Abdullah ibnu Mas’ud  Rodiallohu `anhu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« أَوَّلُ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ كَأَنَّ  وُجُوهَهُمْ ضَوْءُ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَالْزُّمْرَةُ  الثَّانِيَةُ عَلَى لَوْنِ أَحْسَنِ كَوْكَبٍ دُريَ فِي السَّمَاءِ، لِكُل  رَجُلٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، عَلَى كُل زَوْجَةٍ  سَبْعُونَ حُلَّةً، يُرَىٰ مُخُّ سُوقِهِمَا مِنْ وَرَاءِ لُحُومِهِمَا  وَحُلَلِهِمَا، كَمَا يُرَىٰ الشَّرَابُ الأَحْمَرُ فِي الزُّجَاجَةِ  الْبَيْضَاءِ »&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Kelompok pertama kali yang masuk surga, seolah wajah  mereka cahaya rembulan di malam purnama. Kelompok kedua seperti bintang  kejora yang terbaik di langit. Bagi setiap orang dari ahli surga itu dua  bidadari surga. Pada setiap bidadari ada 70 perhiasan. Sumsum kakinya  dapat terlihat dari balik daging dan perhiasannya, sebagaimana minuman  merah dapat dilihat di gelas putih.” (HR. Thabrani dengan sanad shahih,  dan Baihaqi dengan sanad hasan. Hadits hasan, shahih lighairi: Shahih  al-Targhib: 3745)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Dalam lafazh Tirmidzi:&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« وَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ  سُوْقِهِمَا منْ وَرَاءِ الَّلحْمِ مِنَ الْحُسْنِ، لاَ اخْتِلاَفَ  بَيْنَهُمْ وَلاَ تَبَاغُضَ قُلُوبُهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ وَاحِدٍ يُسَبِّحونَ  الله بُكْرَةً وَعَشِيَّا » .&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Masing-masing mendapat dua bidadari, sumsum kakinya  dapat dilihat dari balik daging karena begitu cantiknya, tidak ada  perselisihan di antara mereka, dan tidak ada saling benci di hati  mereka. Hati mereka seperti hati satu orang, mereka semua bertasbih  kepada Allah pagi dan sore.”&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;5. Hadits al-Miqdam Ibn Ma’di Karib  Rodiallohu `anhu :&lt;br /&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سَبْعُ خِصَالٍ: يُغْفَرُ  لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيَرَىٰ مَقْعَدَهُ مِنَ  الْجَنَّةِ، وَيُحَلَّىٰ حُلَّةَ الإِيمَانِ، وَيُزَوجُ اثْنَيْنِ  وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ  الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ، وَيُوضَعُ عَلَى  رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ، الْيَاقُوتَةُ مِنْهُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا  وَمَا فِيهَا، وَيَشْفَعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَاناً مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ »&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Orang yang mati syahid memiliki 7 [yang benar 8]  keistimewaan di sisi Allah: (1) diampuni dosanya di awal kucuran  darahnya, (2) melihat tempat duduknya dari surga, (3) dihiasi dengan  perhiasan iman, (4) dinikahkan dengan 72 bidadari surga, (5) diamankan  dari adzab kubur, (6) aman dari goncangan dahsyat di hari qiamat, (7)  diletakkan di atas kepalanya mahkota kewibawaan; satu permata dari  padanya lebih baik dari pada dunia seisinya, (8) memberi syafaat kepada  70 orang dari kerabatnya.” (Ahmad, Tirmidzi dan Baihaqi. Silsilah  al-Shahihah: 3213, Shahih al-Jami’: 5182)&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;&lt;/div&gt;6. Hadits Mu’adz ibn Anas  Rodiallohu `anhu ;&lt;br /&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ  يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّه سُبْحَانَهُ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلائِقِ حَتَّى  يُخَيِّرَهُ مِنَ الْحُورِ الْعينِ مَا شَاءَ ».&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Barangsiapa mampu menahan amarah padahal ia mampu untuk  melampiaskannya, maka Allah memanggilnya di hadapan para makhluk hingga  Dia memberikan hak untuk memilih yang ia suka dari bidadari.” (HR. Abu  Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, hadits hasan. Lihat Shahih al-Jami’: 6518)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hadits Mu’adz t;&lt;/div&gt;&lt;div dir="RTL"&gt;« لاَ تُؤْذِي امْرَأةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا. إِلاَّ  قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ: لاَ تُؤْذِيهِ، قَاتَلَكِ  الله، فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَك دَخِيلٌ يُوشِكَ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا  »&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;“Tidak ada seorang isteri yang menyakiti suaminya di  dunia melainkan bidadari yang menjadi pasangannya berkata: "Jangan  engkau sakiti dia -semoga Allah melaknatmu- sesungguhnya ia hanyalah  bertamu (di rumahmu), hampir saja ia berpisah meninggalkanmu menuju  kami.” (Shahih al-Jami’: 7192)&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;b&gt;Imam Ibnul Qoyyim&lt;/b&gt; berkata:&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;"Jika anda bertanya tentang mempelai wanita dan  istri-istri penduduk surga, maka mereka adalah gadis-gadis remaja yang  montok dan sebaya. Pada diri mereka mengalir darah muda, pipi mereka  halus dan segar bagaikan bunga dan apel, dada mereka kencang dan bundar  bagai delima, gigi mereka bagaikan intan mutu manikam, keindahan dan  kelembutan mereka selalu menjadi kerubutan.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Elok wajahnya bagaikan terangnya matahari, kilauan cahaya  terpancar dari gigi-giginya dikala tersenyum. Jika anda dapatkan  cintanya, maka katakan semau anda tentang dua cinta yang bertaut. Jika  anda mengajaknya berbincang (tentu anda begitu berbunga), bagaimana pula  rasanya jika pembicaraan itu antara dua kekasih (yang penuh rayu, canda  dan pujian).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Keindahan wajahnya terlihat sepenuh pipi, seakan-akan anda  melihat ke cermin yang bersih mengkilat (maksudnya, menggambarkan  persamaan antara keindahan paras bidadari dengan cermin yang bersih  berkilau setelah dicuci dan dibersihkan, sehingga tampak jelas keindahan  dan kecantikan). Bagian dalam betisnya bisa terlihat dari luar, seakan  tidak terhalangi oleh kulit, tulang maupun perhiasannya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Andaikan ia tampil (muncul) di dunia, niscaya seisi bumi  dari barat hingga timur akan mencium wanginya, dan setiap lisan makhluk  hidup akan mengucapkan tahlil, tasbih, dan takbir karena terperangah dan  terpesona. Dan niscaya antara dua ufuk akan menjadi indah berseri  berhias dengannya. Setiap mata akan menjadi buta, sinar mentari akan  pudar sebagaimana matahari mengalahkan sinar bintang. Pasti semua yang  melihatnya di seluruh muka bumi akan beriman kepada Allah Yang Maha  hidup lagi Maha Qayyum (Tegak lagi Menegakkan). Kerudung di kepalanya  lebih baik daripada dunia seisinya. Hasratnya terhadap suami melebihi  semua keinginan dan cita-citanya. Tiada hari berlalu melainkan akan  semakin menambah keindahan dan kecantikan dirinya. Tiada jarak yang  ditempuh melainkan semakin menambah rasa cinta dan hasratnya. Bidadari  adalah gadis yang dibebaskan dari kehamilan, melahirkan, haidh dan  nifas, disucikan dari ingus, ludah, air seni, dan air tinja, serta semua  kotoran.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Masa remajanya tidak akan sirna, keindahan pakaiannya  tidak akan usang, kecantikannya tidak akan memudar, hasrat dan nafsunya  tidak akan melemah, pandangan matanya hanya tertuju kepada suami,  sekali-kali tidak menginginkan yang lain. Begitu pula suami akan selalu  tertuju padanya. Bidadarinya adalah puncak dari angan-angan dan  nafsunya. Jika ia melihat kepadanya, maka bidadarinya akan membahagiakan  dirinya. Jika ia minta kepadanya pasti akan dituruti. Apabila ia tidak  di tempat, maka ia akan menjaganya. Suaminya senantiasa dalam dirinya,  di manapun berada. Suaminya adalah puncak dari angan-angan dan rasa  damainya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Di samping itu, bidadari ini tidak pernah dijamah  sebelumnya, baik oleh bangsa manusia maupun bangsa jin. Setiap kali  suami memandangnya maka rasa senang dan suka cita akan memenuhi rongga  dadanya. Setiap kali ia ajak bicara maka keindahan intan mutu manikam  akan memenuhi pendengarannya. Jika ia muncul maka seisi istana dan tiap  kamar di dalamnya akan dipenuhi cahaya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang usianya, maka mereka adalah  gadis-gadis remaja yang sebaya dan sedang ranum-ranumnya.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang keelokan wajahnya, maka apakah  anda telah melihat eloknya matahari dan bulan?!&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang hitam matanya, maka ia adalah  sebaik-baik yang anda saksikan, mata yang putih bersih dengan bulatan  hitam bola mata yang begitu pekat menawan.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang bentuk fisiknya, maka apakah  anda pernah melihat ranting pohon yang paling indah yang pernah anda  temukan?&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang warna kulitnya, maka cerahnya  bagaikan batu rubi dan marjan.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang elok budinya, maka mereka  adalah gadis-gadis yang sangat baik penuh kebajikan, yang menggabungkan  antara keindahan wajah dan kesopanan. Maka merekapun dianugerahi  kecantikan luar dan dalam. Mereka adalah kebahagiaan jiwa dan penghias  mata.&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Jika anda bertanya tentang baiknya pergaulan dan  pelayanan mereka, maka tidak ada lagi kelezatan selainnya. Mereka adalah  gadis-gadis yang sangat dicintai suami karena kebaktian dan  pelayanannya yang paripurna, yang hidup seirama dengan suami penuh  pesona harmoni dan asmara .&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;Apa yang anda katakan apabila seorang gadis tertawa di  depan suaminya maka sorga yang indah itu menjadi bersinar? Apabila ia  berpindah dari satu istana ke istana lainnya, anda akan mengatakan: "Ini  matahari yang berpindah-pindah di antara garis edarnya." Apabila ia  bercanda, kejar mengejar dengan suami, duhai… alangkah indahnya…!! (dari  kitab &lt;i&gt;Hadil Arwah Ila Biladil Afrah&lt;/i&gt; (h.359-360) (Faiz)*&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr align="right" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1"&gt;&lt;div dir="LTR"&gt;&lt;a href="http://qiblati.com/sifat-sifat-bidadari-surga.html#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;  Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://qiblati.com/toko/sifat-sifat-bidadari-surga-qiblati-ed-1-th-iii.html#detail-44-124"&gt;Majalah  Qiblati edisi 1 th III&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-8398750184421764417?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/8398750184421764417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/sifat-sifat-bidadari-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8398750184421764417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8398750184421764417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/sifat-sifat-bidadari-surga.html' title='Sifat-Sifat Bidadari Surga'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iazVldxOn-w/ThwY5btO5-I/AAAAAAAAB6k/zm544xpUKvI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-752930029760706793</id><published>2011-06-29T06:52:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T02:45:54.261-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cahaya Hati'/><title type='text'>Surat Dari Iblis Untukmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JcXILkjuXNw/ThwUOMbVt0I/AAAAAAAAB6g/IGpTJPwMumY/s1600/surat+iblis.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-JcXILkjuXNw/ThwUOMbVt0I/AAAAAAAAB6g/IGpTJPwMumY/s1600/surat+iblis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sungguh aku telah melihatmu kemarin… &lt;br /&gt;&lt;div&gt;Engkau memulai kehidupan seharian, engkau bangun dan pergi untuk  bekerja tanpa memikirkan shalat fajar…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kantor, engkau tidak peduli sama sekali tentang aturan halal  haram, sebagaimana yang dilakukan oleh kawan-kawanmu…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saat engkau pulang ke rumah, engkaupun menyantap makananmu tanpa  menyebut nama Allah Sang Pemberi rizki kepadamu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Juga tidak ada waktu untuk shalat Isya' sebelum tidur, meskipun  kamu sempatkan nonton TV sampai engkau tertidur pulas …!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang Pemberi  nikmat. Aku sangat mencintaimu dengan kelakuanmu itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kelakuanmu adalah salah satu sifat dari sifatku. Aku sangat  berbahagia melihatmu hidup seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Egkau adalah bagian dari diriku, dan aku adalah bagian dari dirimu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div&gt;Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan di  antara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu  persahabatan &amp;nbsp;yang sangat panjang…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku membencimu dengan segenap hatiku…dan memusuhimu dengan segenap  raga dan jiwaku…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allah telah mengeluarkanku dari sorga setelah aku berpaling dari  nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu dengan segala  kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terus terang, engkau tidak menggunakan akal dalam memahami hakikat  kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Betapa tidak, Allah telah membuka pintu sorga dan pintu taubat dari  dosa untukmu…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku… engkau mengharap  janjiku, yang itu hanyalah angan-angan, dan pasti akan menghantarkanmu  ke neraka…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terima kasih wahai kekasihku…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh  anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku ingin sekali melaksanakan keinginanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Agar aku yakin… bahwa engkau mentaati perintah-perintahku…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau beristighatsah, meminta pertolongan dengan ahli kubur…  engkau menyandarkan diri kepada mereka saat terkena musibah…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau suka mengerjakan yang bid'ah dan menyelisihi Nabimu serta  perintah-perintahnya, karena tidak cukup puas dengan sunnah…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah  anggapan bahwa engkau membela Islam dan  memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engkau melayaniku dengan  membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj  salafmu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau mendengarkan nyanyian-nyanyian…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau melihat film-film…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang  diharamkan…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau melaknat manusia… mencuri… menipu… berkhianat… dan  seterusnya…&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terima kasih kawan, atas semuanya. Sungguh engkau telah  membahagiakanku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maka marilah sahabat… kita terbakar bersama-sama…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan  disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau  menantang keagungan Allah…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku menginginkanmu wahai kekasih, agar engkau menyebarkan kerusakan  di antara manusia sesamamu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Doronglah mereka untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa!  Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang  kau mampu! Sebarkanlah di antara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian,  serta berbagai permainan…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan  lupa menghina mereka…&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Maaf… aku sekarang ada urusan… aku akan meninggalkanmu,  menyemangati orang-orang lain sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku  setan-setan bangsa jin, kelak aku akan kembali.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat  baru…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian engkau memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosamu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lalu engkau hidup dalam ketaatan kepada Allah di tahun-tahun akhir  dari usiamu yang tinggal sedikit ini…!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum  ridha Allah Subhanaahu wa Ta`ala yang abadi di dalam sorga… daripada  engkau dilemparkan ke dalam neraka bersamaku selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan tetapi aku yakin… bahwa engkau lebih mencintaiku daripada  kecintaanmu kepada Allah…!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahwasannya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada  ketaatan kepada Allah dan janji sorga yang masih jauh katamu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Engkau adalah sahabatku yang terkasih…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang menyesatkanmu,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;ttd&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Iblis yang terkutuk…. Pemimpin para Setan (AR)*&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;Sumber: &lt;a href="http://qiblati.com/surat-dari-iblis-untukmu.html"&gt;http://qiblati.com/surat-dari-iblis-untukmu.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-752930029760706793?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/752930029760706793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/surat-dari-iblis-untukmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/752930029760706793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/752930029760706793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/surat-dari-iblis-untukmu.html' title='Surat Dari Iblis Untukmu'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JcXILkjuXNw/ThwUOMbVt0I/AAAAAAAAB6g/IGpTJPwMumY/s72-c/surat+iblis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-2246324653062239408</id><published>2011-06-29T06:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T02:20:01.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tsaqafah'/><title type='text'>Ada Apakah di Dalam Ka’bah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-LNmCgKXNCOU/ThwRgLEu3yI/AAAAAAAAB6c/2pXVshUUG5w/s1600/1.saudi-arabia-mecca-ka-bah-11.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-LNmCgKXNCOU/ThwRgLEu3yI/AAAAAAAAB6c/2pXVshUUG5w/s200/1.saudi-arabia-mecca-ka-bah-11.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sesungguhnya ka’bah itu, memiliki kecintaan yang amat besar didalam  hati setiap muslim. Sehingga tidak heran jika setiap muslim  berangan-angan untuk dapat memasukinya. Dan yang tidak bisa memasukinya  paling tidak berusaha untuk membayangkan dan mengira-ngira isinya.  Misalnya pada hari kamis 8 Desember 2005 yang lalu ketika pintu Ka’bah  dibuka untuk para tamu Negara yang datang pada acara Muktamar OKI di  Makkah, semua orang berkeinginan untuk bisa menyaksikan dalamnya Ka’bah.  Akan tetapi mana mungkin, karena thawafpun dilarang demi keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk membantu para pembaca dalam menghilangkan rasa  penasaranya, berikut ini kami terangkan apa sebenarnya yang ada didalam  Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Didalam ka’bah terdapat bau minyak wangi dari campuran  Kasturi, kayu gaharu&amp;nbsp; dan minyak ambar yang digunakan dalam jumlah besar  untuk membersihkannya, dan bau harum bekas minyak wangi itu terus  menerus sepanjang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Lantai ka’bah ditutup dengan marmer berwarna putih ditengah,  dan dibagian pinggir marmer berwarna hitam, dan bagian yang tinggi pada  tembok ka’bah marmer berwarna merah mawar ketinggian dengan jarak empat  meter tanpa menempel pada temboknya yang asli, adapun jarak yang tersisa  –dari tembok yang bermarmer sampai atap (5 meter)– ditutupi oleh kain  ka’bah berwarna hijau tertulis diatas kain tersebut dengan tinta perak  ayat-ayat Al-Qur’an yang mulia dan memanjang hingga menutupi atap  Ka’bah. Sebagaimana terdapat potongan marmer satu buah berwarna gelap  yang menandai tempat sujud Rasulullah. Dan terdapat potongan yang mirip  dengan marmer tadi di tempat Multazam dimana Rasulullah SAW menempelkan  perutnya yang mulia dan pipinya yang kanan ditembok dalam keadaan  mengangkat tangannya dan menangis (oleh karena inilah dinamakan dengan  multazam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Terdapat tiga tiang dibagian tengah dari kayu yang dipahat  dengan keahlian untuk menyangga atap dengan ketinggian sekitar sembilan  meter yang dihiasi dengan hiasan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Beberapa lentera yang&amp;nbsp; digantungkan terbuat dari tembaga dan  perak serta kaca yang diukir dengan ayat-ayat al-Qur’an peninggalan  Khilafah Utsmaniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima: Tangga yang menghubungkan hingga keatap ka’bah dibuat dari  Alumunium dan kristal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam: Kumpulan potongan marmer yang dikumpulkan dari setiap zaman  dari zaman-zaman mereka yang melaksanakan perluasan masjidil haram yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini diletakkan peralatan tangga mesin (man lift) untuk para  petugas kebersihan didalam ka’bah dengan pompa air tekanan tinggi untuk  mencampur air dengan bahan-bahan pembersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’bah Al-Musyarrafah dicuci dari dalam sekali dalam setahun, pertama  dengan air dan sabun kemudian setelah itu tembok bagian dalam dan  lantainya di usap dengan minyak wangi dengan segala macamnya (kasturi,  minyak ambar, kayu gaharu) dan setelah itu diberi dupa. Semoga Allah  memberi rezeki kepada kami dan kalian untuk mengunjungi ka’bah yang  mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://qiblati.com/ada-apakah-di-dalam-ka%E2%80%99bah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-2246324653062239408?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/2246324653062239408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/ada-apakah-di-dalam-kabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2246324653062239408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2246324653062239408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2011/06/ada-apakah-di-dalam-kabah.html' title='Ada Apakah di Dalam Ka’bah?'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-LNmCgKXNCOU/ThwRgLEu3yI/AAAAAAAAB6c/2pXVshUUG5w/s72-c/1.saudi-arabia-mecca-ka-bah-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-1829406247543526834</id><published>2010-08-10T14:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:54:50.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Kandungan'/><title type='text'>Menghitung Peluang Kehamilan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://babyuniversity.com/wp-content/uploads/2008/09/pregnancy_test-300x192.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="128" src="http://babyuniversity.com/wp-content/uploads/2008/09/pregnancy_test-300x192.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;Dok, usia saya 21 tahun dan sudah mempunyai anak perempuan 2,5 tahun. Saya merencanakan kehamilan kedua dan ingin anak lelaki. Tapi saya pernah pakai KB suntik selama setahun tapi sudah dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan suami rutin berhubungan dan siklus saya juga normal. Apakah dengan rutin berhubungan dan sudah lepas KB ada kemungkinan hamil? Saya sering minum soda apakah itu juga berpengaruh pada kehamilan. Terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juliana (Perempuan Menikah, 21 Tahun), sharleenmybaby@ymail.com&lt;br /&gt;Tinggi Badan 158 cm dan Berat Badan 60 kg&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan hamil selama Ibu menggunakan kontrasepsi tentunya sangat kecil. Masa subur itu terjadi pada hari ke 13 atau 14 karena terjadi ovulasi dan dihitung dari hari pertama haid, pada seorang wanita subur dengan siklus haid 28 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan yang dilakukan 2-3 hari sebelum atau sesudah masa ovulasi berpotensi untuk terjadi kehamilan. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk memastikan siklus haid Ibu teratur atau tidak. Adapun minuman soda tidak mempengaruhi kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dr.Dhely Lesthama.SpOG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dokter Spesialis Kebidanan-Kandungan, praktik di&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Rumah Sakit Puri Indah&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jl Puri Indah Raya Blok S-2, Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Telepon: 25695222.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-1829406247543526834?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/1829406247543526834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/menghitung-peluang-kehamilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1829406247543526834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1829406247543526834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/menghitung-peluang-kehamilan.html' title='Menghitung Peluang Kehamilan'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3163353634075643513</id><published>2010-08-10T14:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:50:34.041-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Bedah'/><title type='text'>Vonis Hidup 3 Bulan untuk Kanker Otak</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/06/24/785/kanker-otak-%28phawker%29-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://us.images.detik.com/content/2010/06/24/785/kanker-otak-%28phawker%29-dalam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;em&gt;Dok, teman saya (25 tahun) menderita kanker otak, waktu kecil dia pernah jatuh, muntah darah dan 3 hari tidak sadar. Karena kesibukannya sebagai seorang profesional. Dia terkadang makan dan tidur tidak teratur. Dan bulan kemarin benar-benar ambruk. Dokter menvonis hidupnya tinggal 3 bulan lagi. Dia sering muntah serta pingsan selama 5-30 menit dan kalau pas kumat kepalanya bagian depan sangat sakit sehingga giginya sampai gemeretekan menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu sudah tahap parah dok? Karena setiap kali saya menanyakan soal penyakitnya tersebut dia tidak pernah mau membahas karena sangat trauma mendengar nama penyakit kanker otak. Saya sangat prihatin. Saya berusaha membantu dia dengan memberikan madu dengan bubuk kayu manis. Terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elisabeth (Perempuan Lajang, 33 Tahun), elisa@yahoo.com&lt;br /&gt;Tinggi badan 162 cm dan Berat badan 47 kg&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jawaban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker otak secara umum dapat terbagi menjadi kanker otak primer yaitu kanker yang berasal dari sel otak itu sendiri dan kanker sekunder yang merupakan penyebaran dari kanker tempat lain. Jika teman Ibu menderita kanker sekunder maka sudah masuk ke tahap stadium akhir (stadium IV) yang secara statistik harapan hidupnya rendah(biasanya kurang dari 1 tahun), tetapi jika menderita kanker primer, sangat tergantung kepada jenis dan stadiumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika stadium 1- 2, biasanya masih mempunyai harapan untuk disembuhkan tetapi jika lebih lanjut memang menjadi lebih sulit. Akan tetapi tetap ada harapan untuk mengurangi gejala yang ada. Penderita kanker umumnya memberi reaksi yang bervariasi mulai dari yang langsung menerima dan mengikuti program pengobatan sampai yang menolak bukan saja terhadap pengobatannya tapi juga tidak mau menerima kenyataan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus demikian dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan jika perlu berkonsultasi dengan dokter ahli jiwa untuk menentukan langkah selanjutnya. Dengan menunda pengobatan tentunya akan lebih memperbesar gejala yang ada. Semoga dengan kesabaran dalam menemani dan memberikan pengertian akhirnya dapat dilakukan penanganan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dr. Sonar Sonny Panigoro Sp.B.Onk&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dokter Spesialis Bedah, Konsultan Bedah Onkologi yang praktik di Aesthetic Breast Clinic,&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rspondokindah.co.id/layanan/bedahjantung.php" style="color: #006e2e; text-decoration: none;"&gt;&lt;strong&gt;RS PONDOK INDAH&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;(Lantai 5). Telepon 021 765 7525 Ext 5419 atau Poliklinik Bedah RS PONDOK INDAH (Lantai 1) Jl. Metro Duta Kav. UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525, Ext 1314/1251.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Detik Health&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3163353634075643513?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3163353634075643513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/vonis-hidup-3-bulan-untuk-kanker-otak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3163353634075643513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3163353634075643513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/vonis-hidup-3-bulan-untuk-kanker-otak.html' title='Vonis Hidup 3 Bulan untuk Kanker Otak'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-799800710841701422</id><published>2010-08-10T14:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:19:01.927-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>Motivasi dan Komitmen</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Mengapa orang memulai usaha kecil?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Motivasi yang paling sering untuk memulai bisnis adalah dengan memungkinkan pengusaha mencapai kemandirian; uang adalah hal kedua. Apakah ini mengejutkan? Alasan lainnya yang sering diutarakan adalah peluang untuk menunjukkan jati diri, seseorang mengambil alih bisnis keluarga, atau hanya sekedar ingin menjadi pengusaha. Tentukan motivasi Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Dalam konteks, alasan apa yang ditawarkan orang untuk bergabung dalam korporat yang besar? Untuk memilih karir pemerintahan? Kesatuan kerja? Tentu saja, banyak orang yang menginginkan karir yang aman, benefit yang bagus dan karir yang bisa meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tipe orang seperti apa yang memulai bisnis? Terkadang ketrampilan mereka berbeda dari mereka yang bekerja untuk orang lain. Semakin sukses, seorang pengusaha cenderung menjadi proaktif, asertif, dan pengamat yang tinggi. Mereka efisien, mengutamakan mutu, dan ahli dalam perencanaan dan prosedur. Sebagai operator bisnis, mereka berkomitmen pada “hubungan” dengan karyawan, pelanggan, supplier, dan komunitas mereka. Apakah ketrampilan atau ciri personal ini mengarah kesuksesan secara profesional?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Kebanyakan pengusaha menilai kendali, kebebasan, fleksibilitas; dan percaya-diri. Mereka biasanya menginginkan tanggung-jawab dan pemenuhan personal. Kebanyakan pengusaha bukanlah "penjudi;" mereka memiliki preferensi untuk mengelola resiko (Resiko keuangan yang terbesar yang seperti apa yang akan Anda pertimbangkan?). Mereka selalu mencari peluang, dan bersedia mengejarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Ini adalah beberapa karakteristik umum. Bagaimana kita menerapkan mereka agar sesuai dengan kita, dan berkomitmen pada gaya hidup pengusaha? Kita perlu bertanya pada diri sendiri beberapa pertanyaan sulit :&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apakah benar saya ingin memulai atau memiliki usaha? Apa alasan utama untuk terjun dalam bisnis? Motivasi harus dipertahankan dengan kuat dari awal hingga akhir.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Adakah produk atau jasa yang sesuai dengan bakat atau hasrat saya? Bagaimana saya menggunakan peluang? Sekitar 65% dari bisnis awal adalah pemula, 30% membeli bisnis yang sudah ada, dengan dipromosikan atau dibawa dalam kepemilikan. Sekitar 11% bisnis beroperasi dibawah nama franchise.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apakah saya sudah siap? Mengapa Anda berpikir begitu banyak pengusaha baru memulainya di usia 30 tahunan? Mungkin karena mereka memiliki pengalaman untuk menjadi yakin, tapi masih cukup fleksibel untuk mengambil resiko. Apakah menurut Anda pengusaha dilahirkan (dari orang tua, tradisi etnis) atau diciptakan? Apakah ini cocok bagi Anda? Jika demikian, tentukan ketrampilan atau pengetahuan tambahan yang akan meningkatkan kesiapan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Bagi kaum wanita dan minoritas, ada pertimbangan tambahan yang relevan dengan peluang kesuksesan mereka. Apakah mereka harus melakukannya dengan "lebih baik", atau kewirausahaan adalah manfaat yang nyata? Apakah kerugian hanya terjadi di tahap awal?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apakah saya memiliki struktur dukungan yang memadai? Jika Anda memiliki pasangan, atau mengandalkan dukungan keluarga, pastikan mereka mengerti pengorbanan dan tekanan yang akan muncul dalam hubungan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Bisakah saya menempatkan pengembangan bisnis ini untuk minat lain dan tujuan untuk masa depan? Apakah saya bersedia mengambil tuntutan kewirausahaa? Misa, bisakah saya bekerja sehari penuh seperti karyawan perusahaan, kemudian sore harinya bekerja di kedai kopi milik saya dan akhir pekan hingga bisnis saya bisa mendukung secara full-time? Ada lebih banyak kehidupan dibandingkan kerja, dan memelihara keseimbangan dan gaya hidup yang sehat bisa jadi tantangan bagi pekerja mandiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Bisakah saya mengumpulkan sumber agar bisnis sukses? Apakah saya menanggapi dengan baik setiap tekanan yang ada? Saat saya membuat bisnis secara full time, bisakah saya hidup teratur tanpa gaji yang teratur, jadwal kerja yang terprediksi, dan tanpa liburan dan benefit lainnya? Bahkan setelah tahap awal, terkadang perhatian bisnis berakhir saat Anda mengunci pintu saat waktunya tutup. Apakah saya siap dengan kemungkinan dimana saya bisa kehilangan uang dan properti, dan merusak kesehatan dan harga diri saya?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tidak ada jawaban benar atau salah untuk pertanyaan tersebut, hanya yang terbaiklah yang merefleksikan perasaan Anda terhadap isu tersebut. Hal serupa, jika perasaan Anda menunjukkan Anda tidak harus mengambil langkah sebagai pengusaha, tentu ini bukanlah tanda kelemahan atau kekurangan lainnya. Tapi ini adalah keputusan yang mencerminkan keseimbangan kehidupan kerja terbaik untuk Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Penulis: John B. Vinturella, Ph.D. memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun sebagai konsultan manajemen dan stratejik, pengusaha, penulis, dan profesor di perguruan tinggi. Selama 20 tahun tersebut, Dr. Vinturella adalah pendiri perusahaan distribusi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber: www.business-fromhome.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2949168245141630016" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-799800710841701422?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/799800710841701422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/motivasi-dan-komitmen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/799800710841701422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/799800710841701422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/motivasi-dan-komitmen.html' title='Motivasi dan Komitmen'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-5110484696139651569</id><published>2010-08-10T14:15:00.001-07:00</published><updated>2010-08-10T14:15:35.896-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>Mempersempit Konsep Usaha Kecil Anda</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Mempersempit Konsep Usaha Kecil Anda&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Kenikmatan memiliki usaha sendiri bisa membawa Anda ke banyak tempat. Namun, pastikan Anda meluangkan waktu untuk menilai ide Anda dengan akurat dan tahu mana yang menjadi keinginan Anda dan mana yang bukan. Buatlah spesifik. Anda akan membutuhkan daftar tujuan untuk mendesain bisnis dengan cara yang terus dipertahankan. Jika menurut Anda, Anda bisa serta-merta melakukannya, mungkin Anda merasa tertekan saat pekerjaan mulai menumpuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Jika Anda membutuhkan dana awal melalui pinjaman ke teman, maka Anda harus membuat business plan. Business plan harus mengikuti format yang ketat, membutuhkan detil yang berkisar dari pernyataan misi hingga proyeksi keuangan. Meski Anda tidak membutuhkan pinjaman atau business plan, ada banyak bentuk lainnya untuk mempersempit fokus bisnis Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Jenis bisnis Anda akan dikodekan dalam ijin bisnis. Melakukan tugas diluar lingkup ijin akan membuat Anda memiliki tanggung jawab sipil. Perusahaan asuransi Anda juga perlu tahu jenis pekerjaan spesifik Anda untuk bisa memberikan jaminan yang sesuai.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Meluangkan waktu untuk mengasah fokus pada usaha akan membantu Anda membuat banyak keputusan. Ini akan membantu Anda menentukan dimana, dan dengan siapa, Anda akan beriklan. Membantu Anda menentukan kebutuhan pelanggan dan menemukan ceruk spesifik yang mungkin bisa Anda gunakan dalam persaingan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumbang saran bisa membantu Anda untuk memilih arah. Mulai dengan ide awal, dan kemudian tuliskan setiap tugas pekerjaan atau produk yang sesuai dengan kategori tersebut. Misalnya, konsep dasar Anda "mengecat." Misalnya tugas spesifik adalah: finishing, pengecatan interior, pengecatan eksterior, dan pengecatan komersial. Serta daftar pekerjaan terkait. Untuk pengecatan, pekerjaan terkait meliputi: tukang kayu, pemasangan dinding dan/atau perbaikan, serta konstruksi dan/atau perbaikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Setelah Anda menyusun daftar tugas, tentukan mana yang menjadi minat Anda. Coret mana yang tidak menjadi arah tujuan Anda. Kategorikan yang tersisa sebagai tugas yang harus Anda kerjakan dengan segera., dan bagian yang menjadi rencana untuk ditawarkan sebagai bagian dari perluasan dikerjakan kemudian. Daftar ekspansi Anda akan memberikan Anda sasaran pekerjaan selanjutnya, sebagai bagian dari rencana lima tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Dengan daftar produk atau jasa yang bisa Anda segera tawarkan, Anda bisa membentuk fokus perusahaan Anda. Pernyataan visi dan misi bisa segera ditentukan. Pernyataan singkat ini merupakan proyeksi perusahaan Anda, dan harus diajaran pada setiap orang yang Anda pekerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Dengan meluangkan waktu menuliskan apa yang dilakukan perusahaan Anda, Anda mencegah untuk membuat kesalahan yang diakibatkan karena melakukan sesuatu yang bukan keahlian Anda. Saat Anda duduk dan memikirkan sasaran dan ide-ide, Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik atas apa yang ingin Anda capai dan mungkin Anda menemukan posisi unik Anda di pasar. Jika Anda bisa mengidentifikasi layanan dan produk yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain, maka Anda memiliki keuntungan yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Penulis: John Edmond telah bertahun-tahun bekerja di bidang asuransi dan keuangan dan sekarang menulis artikel mengenai usaha kecil dan keuangan di http://www.business-in.info/ serta http://on-internet.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber: www.streetdirectory.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="" style="margin: 0px; padding: 0px;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-5110484696139651569?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/5110484696139651569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/mempersempit-konsep-usaha-kecil-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5110484696139651569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5110484696139651569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/mempersempit-konsep-usaha-kecil-anda.html' title='Mempersempit Konsep Usaha Kecil Anda'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-5690685003003699365</id><published>2010-08-10T14:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:13:34.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi Bisnis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>Tips Untuk Pengusaha baru</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Anda sudah memutuskan untuk memulai usaha baru yang sudah lama Anda impikan?&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Anda berharap untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan membuat keputusan Anda sendiri dan menghasilkan lebih banyak pemasukan. Dengan memulai usaha baru Anda berharap mendapatkan rasa pemenuhan dan bangga yang tidak mungkin Anda dapatkan saat bekerja untuk orang lain. Ini adalah hal yang menyenangkan tapi untuk mewujudkannya dibutuhkan langkah yang sangat penting dan dilakukan dengan sistematis, Anda akan meraih kesuksesan atas upaya Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Percaya diri&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Pondasi awal kesuksesan adalah percaya diri. Orang dengan percaya diri meraih kesuksesan lebih cepat dibandingkan yang lainnya. Mereka juga menginspirasi kepercayaan pada kolega, bawahan dan pelanggan. Pengusaha dengan percaya diri bersedia mengambil resiko dan berusaha keras untuk memulai atau mencapai sukses. Anda harus memiliki percaya diri untuk sukses dan kegagalan bukanlah opsi yang Anda miliki. Bangun percaya diri Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Memilih bisnis yang tepat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apa yang menjadi ciri bisnis yang akan Anda mulai? Anda harus mengidentifikasikan produk dimana ada kebutuhan dan Anda menyukainya. Bukan masalah jika ada bisnis serupa yang ada di kota Anda tapi apapun yang Anda temukan sebelum memulai usaha baru adalah apakah ada tempat untuk bisnis tambahan. Survey pasar akan membantu Anda membuat keputusan yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Lokasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Lokasi adalah faktor penting yang harus Anda pertimbangkan saat memulai usaha baru. Meski dengan produk yang tepat, usaha baru tidak bisa bertahan kecuali berada di tempat yang tepat dengan kemudahan akes dan fasilitas parkir. Sebuah usaha baru haruslah bisa bertahan, mengalahkan persaingan dan berhasil di lingkungan yang kompetitif.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sasaran&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Setelah Anda memutuskan memulai usaha, langkah pertama adalah menentukan sasaran Anda untuk menjalankan bisnis yang sukses. Ciri bisnis yang Anda inginkan. Jumlah uang yang bisa Anda investasikan dan pengembalian yang Anda harapkan. Apakah pasangan Anda turut serta dalam bisnis atau bekerja sebagai karyawan. Tentukan sasaran Anda sehingga mereka bisa dicapai.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Rencana bisnis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Persiapakan rencana untuk menentukan strategi apa yang Anda lakukan untuk mencapai sasaran Anda. Jika Anda tidak bisa mempersiapkan sebuah rencana, gunakan jasa konsultan atau teman yang menjalankan bisnis yang sukses. Termasuk analisa alur kas dan break even. Kecuali Anda memiliki rencana yang tepat sebelum memulai maka Anda bisa melepaskan diri dari batasan dan menggunakan strategi bertahan seperti mendapatkan pinjaman dengan bunga yang tinggi atau menjaminkan usaha Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Pengetahuan dan ketrampilan&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Saat memulai usaha baru, lebih baik jika memulai pengetahuan tentang bisnis atau pengalaman kerja dengan bisnis serupa. Jika Anda tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, Anda bisa mempekerjakan sesorang yang memiliki ketrampilan tersebut, tapi ini seharusnya tidak menghalangi Anda untuk memulai bisnis. Dengan keteguhan dan upaya Anda bisa belajar sembari jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Promosi bisnis&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Banyak pengusaha yang menghabiskan uang dalam jumlah besar tapi ragu untuk menggunakan uangnya untuk iklan dan promosi bisnis mereka. Orang lain harus tahu ada bisnis baru yang dibuka dikotanya. Iklan di koran lokal dan penyebaran flyer dan brosur akan menciptakan awareness dan mendatangkan pelanggan. Website yang di update secara teratur akan sangat membantu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Setelah Anda mencapai sasaran dalam memulai usaha baru, Anda harus mendapatkan alur pelanggan yang stabil dan memastikan mereka memiliki pengalaman berbisnis dengan Anda. Seperti yang dikatakan Jeff Bezos, pendiri Amazon.com: "Jika Anda membangun pengalaman yang baik, pelanggan akan menyebarkan hal tersebut. Iklan dari mulut ke mulut sangat ampuh."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber: Article Source:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://ezinearticles.com/?expert=Kanaga_Siva" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;http://EzineArticles.com/?expert=Kanaga_Siva&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-5690685003003699365?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/5690685003003699365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/tips-untuk-pengusaha-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5690685003003699365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5690685003003699365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/tips-untuk-pengusaha-baru.html' title='Tips Untuk Pengusaha baru'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3201349153059263571</id><published>2010-08-10T14:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:10:15.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Waktu Afdhol Sholat Tarawih</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_mosque.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_mosque.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Syaikh Sholih Al Munajjid&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;hafizhohullah&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berkata, “Apakah boleh menunaikan shalat tarawih dua jam sebelum adzan shubuh atau semisal itu? Ataukah mesti mengerjakannya langsung setelah Isya’?”&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;hafizhohullah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;menjawab,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Waktu shalat tarawih adalah setelah shalat Isya’ hingga terbit fajar, boleh menunaikan di antara waktu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;An Nawawi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Majmu’&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengatakan, “Waktu shalat tarawih adalah dimulai selepas menunaikan shalat Isya’. Demikian disebutkan pula oleh Al Baghowi dan selainnya. Dan sisanya sampai waktu Shubuh.”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Akan tetapi jika seseorang melakukannya di masjid dan menjadi imam, maka hendaklah ia mengerjakan shalat tarawih tersebut setelah shalat Isya’. Janganlah ia akhirkan hingga pertengahan malam atau akhir malam supaya tidak menyulitkan para jama’ah. Karena dikhawatirkan jika dikerjakan di akhir malam, sebagian orang dapat luput karena ketiduran. Shalat tarawih di awal malam inilah yang biasa di lakukan kaum muslimin (dari masa ke masa). Kaum muslimin senatiasa mengerjakan shalat tarawih setelah shalat Isya’ dan tidak diakhirkan hingga akhir malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ibnu Qudamah dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Mughni&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menyebutkan, “Ada yang menanyakan pada Imam Ahmad: Bolehkah mengakhirkan shalat tarawih hingga akhir malam?”&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;لا , سُنَّةُ الْمُسْلِمِينَ أَحَبُّ إلَيَّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tidak. Sunnah kaum muslimin (di masa ‘Umar) lebih aku sukai&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,” jawab Imam Ahmad. [Sejak masa ‘Umar shalat tarawih biasa dilaksanakan di awal malam. Inilah yang berlaku dari masa ke masa. -pen]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Adapun jika seseorang ingin melaksanakan shalat di rumahnya (seperti para wanita, pen), maka ia punya pilihan. Ia boleh melaksanakan di awal malam, ia pun boleh melaksanakannya di akhir malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;[Diterjemahkan secara bebas dari Fatwa Al Islam Sual wa Jawab, no. 37768, link&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://islamqa.com/ar/ref/37768" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;http://islamqa.com/ar/ref/37768&lt;/a&gt;]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3201349153059263571?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3201349153059263571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/waktu-afdhol-sholat-tarawih.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3201349153059263571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3201349153059263571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/waktu-afdhol-sholat-tarawih.html' title='Waktu Afdhol Sholat Tarawih'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3931200505399349707</id><published>2010-08-10T14:06:00.001-07:00</published><updated>2010-08-10T14:06:46.687-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>10 Cara Halaman Fan Facebook Mendukung Bisnis Anda</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Meski member tidak ada keinginan membeli, komunitas yang Anda bangun bisa menguntungkan bisnis Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Facebook adalah jejaring sosial, bukan jejaring belanja, jadi mengapa bisnis menghabiskan sumber dengan membangun dan memelihara Halaman Fan di Facebook? (Halaman Fan, adalah profil yang sering digunakan untuk bisnis atau organisasi daripada individu.) Karena, meski member tidak ingin membeli apapun di Facebook, hubungan yang Anda bangun dan komunitas yang Anda rintis bisa menguntungkan bisnis Anda dengan cara yang tidak terhitung.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Berikut 10 cara teratas dimana Halaman Fan Facebook bisa membantu bisnis Anda:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;1. Membangun jaringan bisnis Anda di Web&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Membuat Halaman Fan memberikan bisnis dan brand Anda pengenalan branding di Web, dimana prospek, pelanggan, calon karyawan, vendor, bahkan media bisa menemukan informasi mengenai perusahaan serta produk dan jasa yang Anda tawarkan. Berbeda dengan Profil personal Facebook, dimana hanya member yang bisa mengakses, Halaman Fan Facebook secara default dilihat oleh publik; dimana orang tidak perlu masuk ke Facebook untuk melihat bisnis atau brand di Halaman Page, jadi akan semakin banyak orang yang mengakses informasi yang Anda post-kan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tip: Untuk menghemat waktu meng-update Halaman Fan, buat RSS feed di tab Halaman Note untuk menarik entri dari blog bisnis yang sudah ada. Selama post blog Anda tidak “menjual” secara berlebihan, konten tambahan bisa diterima dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;2. Mendorong Trafik ke Website Anda&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Tidak ada batasan pada Halaman Fan untuk mendorong trafik ke website. Nyatanya, Facebook mendorong Anda untuk memberikan link ke website Anda melalui Halaman Fan Anda. Mengarahkan, meski dalam porsi kecil Facebook dalam trafik harian ke website Anda akan meningkatkan jumlah trafik yang signifikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tip: Mengubah member Facebook sebagai Fans, Fans menjadi pelanggan, dan pelanggan menjadi Fans dengan lintas promosi Halaman Fan dan website Anda. Berikan link Halaman Fan ke website Anda dan sisipkan widget Facebook di site Anda untuk kembali memberikan link ke Halaman Page Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;3. Mendongkrak SEO Anda&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Google, melalui fitur baru Social Search, serta search dan decision engine sekarang membuat indeks konten yang dibuat di situs seperti Facebook, demikian juga dengan konten Halaman Fan Anda berpotensi untuk memberikan hasil search engine bagi bisnis dan brand Anda. Dengan memberikan link Halaman Fan Anda ke website Anda, Anda bisa mendongkrak Social Search untuk mengarahkan lebih banyak trafik Facebook ke situs Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;4. Memungkinkan Anda untuk lebih dekat dengan komunitas dengan mudah dan gratis.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Halaman Fan Facebook memberikan alternatif yang murah (gratis) untuk menerapkan penggunaan pelanggan pada situs Anda. Dalam waktu singkat, Anda bisa memiliki Halaman Page dengan branded dimana pelanggan dan brand lain bisa mempostingkan ke Wall Facebook Anda, berbagi foto dan video, mengajukan tanya-jawab, dan berinteraksi dengan Anda serta yang lainnya. Membuat dan mengelola Halaman Fan, lengkapi dengan tab Discussion, lebih mudah daripada membuat dan memonitor forum diskusi atau papan pesan pada domain Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;5. Langsung menghubungkan Anda dan staff ke pelanggan atau fans&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Halaman Fan Facebook langsung memberikan jalur kepada Fans Anda. Anda bisa mengirim pesan pada Fans sekaligus atau membidik individu atau kelompok berdasarkan negara, bagian, kota, gender, dan bahkan rentang usia. Dengan menggunakan Events App, Anda bisa menjadwalkan event istimewa atau promosi dan kemudian mengundang Fans yang tinggal atau berdekatan dengan kota dimana acara diselenggarakan. Facebook menyediakan banyak hal dan masih banyak lagi fitur gratis untuk digunakan dalam bisnis.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;6. Memperkuat hubungan pelanggan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Anda bisa memperdalam hubungan Anda dengan pelanggan secara signifikan melalui hubungan sosial daripada bisnis dan tidak menjual. Member Facebook mungkin tidak belanja di Facebook, tapi 90 persen dari mereka mengharapkan bisnis dan organisasi yang mereka ajak kerja sama memiliki Halaman Fan Facebook.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;7. Menyediakan ladang pembibitan dan platform brand&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Hanya 25 persen member Facebook ingin ditawari sebagai sasaran penjualan, tapi prosentase yang lebih besar adalah mereka yang mengakui mutu perusahaan atau produk pada teman-teman mereka di Facebook Friends. Membangun hubungan yang kuat dengan sejumlah member yang berpengaruh dengan banyak koneksi, dan Anda mendapatkan pengakuan brand yang tidak ternilai yang secara langsung memasarkan atau menjual atas nama diri Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tip: Saat Anda memposting update di Page's Wall, atau saat Fan berinteraksi dengan Page Anda, interaksi ini muncul di Fan's News Feed, mencapai Fans potensial lebih banyak (msl., Fan Facebook Friends Anda), membuat Facebook sebagai alat marketing yang berbasis online saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;8. Mendengarkan dan pengamatan berpotensi untuk meningkatkan usaha Anda&lt;/strong&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Dalam setting sosial seperti Facebook, pelanggan dan prospek berbagi informasi dengan Anda dan yang lainnya terkait dengan produk dan jasa yang mereka sukai, pengalaman baik dan buruk yang mereka alami dengan bisnis atau pesaing Anda, dan kebutuhan mereka yang belum terpenuhi. Setiap kali Fan berinteraksi dengan Page Anda, Anda mendapatkan informasi yang sangat berarti.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tip: Dengan menggunakan default, Halaman Fan Facebook mencakup Discussion tab. Membuka diskusi untuk sumber data pasar yang berharga dan ide-ide untuk meningkatkan bisnis Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;9. Sudah tersedia matrik yang terkait dengan ROI&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Alat Page Insight di Facebook dan dashboard memfasilitasi analisa marketing dan komunikasi dengan membuka data untuk berinteraksi (Komentar, Pos Dinding, dan "Suka"); pos yang dibahas, review, dan sebutan; demografis Fan (gender, usia, lokasi/distribusi geografis); dan sebagainya. Alat ini meningkatkan kemampuan Anda untuk mengidentifikasi dan menentukan target demografis yang spesifik dan mengukur ROI.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tip: Gunakan matrik Facebook yang powerful, bersamaan dengan informasi yang Anda kumpulkan dari Halaman Fan, untuk mengembangkan pesan kustom dan langsung berbicara mengenai kebutuhan Fan, yang disesuaikan dengan gaya komunitas, dan mendukung tujuan dan sasaran bisnis yang getok-tular.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;10. Memungkinkan Anda untuk tetap berpacu dengan kompetisi yang gratis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Masih belum yakin dengan Halaman Fan? Maka pertimbangkan kompetisi. Bahkan, salah satu kompetitor Anda merilis Halaman Fan yang sukses, dimana kompetitor bisa menyudutkan pasar di Facebook dan membangun terlebih dahulu jauh sebelum Anda. Pertaruhkan klaim gratis Anda terlebih dahulu untuk menetapkan bisnis Anda sebagai pendahulu industri sebelum dilakukan oleh kompetisi.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Oleh: Mikal E. Belicove rekan penulis ‘The Complete Idiot's Guide to Facebook’ dengan Joe Kraynak (Penguin Group USA/Alpha Books, 2010), dan sebagai ahli strategi bisnis dengan spesialisasi pengembangan, analisa pasar, dan penyampaian/penempatan individu dan bisnis di semua ukuran. Buku terbaru Belicove, ‘2009 Internet Directory: Web 2.0 Edition’, tersedia di berbagai toko buku, dan Anda bisa membaca kolom bulanan di marketing media sosial dan promosi website, manajemen, kemampuan yang digunakan, dan desain di majalah Entrepreneur.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber: www.entrepreneur.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2949168245141630016" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3931200505399349707?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3931200505399349707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/10-cara-halaman-fan-facebook-mendukung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3931200505399349707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3931200505399349707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/10-cara-halaman-fan-facebook-mendukung.html' title='10 Cara Halaman Fan Facebook Mendukung Bisnis Anda'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-2733391521909115957</id><published>2010-08-10T14:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:04:35.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><title type='text'>10 Cara Mengasah Ketrampilan Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan, “Sebenarnya, saya harus mengakui kalau saya tidak mampu mengatur orang lain. Semua staf membenci saya dan saya tidak mampu melakukan pekerjaan saya”.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tentu saja jawabannya adalah tidak. Tidak seorangpun yang mengatakan ini baik kerena mereka tidak mempercayainya, atau karena mereka tidak ingin kelihatan tidak kompeten. Sayangnya riset menunjukkan pada kita dari perspektif karyawan, tidak banyak manajer yang sangat sibuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apa yang bisa kita ambil dari dikotomi ini? Mungkin setidaknya kita semua mengakui pada diri sendiri ada ruang untuk beberapa perbaikan dalam memimpin orang lain. Lagipula ini bukan sejenis ketrampilan yang dengan mudah dicapai 100% dalam waktu singkat. Mungkin kita tidak tahu pasti perbaikan apa yang harus dibuat, berikut 10 cara memulainya:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;1. Mendapatkan realita.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Mengetahui apa yang dipikirkan orang lain terkait dengan gaya pemimpinan kita bisa membuka mata kita lebar-lebar, dan ini pendorong perubahan yang paling ampuh. Dengan menggunakan 360 survei dimana Anda menerima feedback dari staf, rekan dan manajer, memberikan Anda informasi yang konkret mengenai subyek yang intangible. Gunakan alat yang ada (ada beberapa yang sangat direkomendasikan di luar sana) atau biarkan staf Anda tahu bahwa Anda mengharapkan feedback dari mereka untuk meningkatkan kepemimpinan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Penggunaan kata-kata peringatan, akan membuat staf Anda merasa tidak nyaman dalam memberikan feedback yang mereka yakini akan Anda gunakan untuk melawan mereka., atau menjadi defensif dengan apa yang mereka katakan. Terserah Anda untuk menciptakan lingkungan yang aman sehingga mereka merasa nyaman dengan bersikap terbuka dan jujur dengan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;2. Jangan menggunakan power posisi Anda untuk menyelesaikan sesuatu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Jika ada yang bertanya mengapa hal-hal tertentu diselesaikan, atau logika keputusan, jangan menarik urutan dalam respon. Komponen penting dalam kepemimpinan yang efektif adalah dengan mendapatkan dukungan dari tim dan kolega. Anda tidak bisa mendapatkan dukungan dengan mengatakan bahwa keputusan tersebut adalah yang benar karena Anda bosnya dan Anda yang membuatnya. Tim Anda mungkin tidak selalu setuju dengan apa yang dikerjakan, tapi mereka akan lebih menghargai Anda jika Anda meluangkan waktu untuk menjelaskan pemikiran Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;3. Jangan menganggap karyawan sebagai sesuatu yang harus dikendalikan atau dikelola.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Alih-alih, memberikan mereka ruang gerak untuk mengambil tindakan atau membuat keputusan. Kepercayaan adalah komponen kepemimpinan yang sangat penting. Jika Anda tidak percaya orang lain melakukan pekerjaannya dengan baik, maka apakah Anda menempatkan orang yang salah pada pekerjaan tersebut, atau Anda memiliki orang yang tepat tapi tidak melatihnya dengan baik. Biarkan mereka melakukan apa yang harus mereka kerjakan, tanpa menyandarkan bahu mereka sepanjang waktu, atau harus tahu bagaimana mereka menggunakan waktu setiap menitnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;4. Mendengarkan, mendengarkan, mendengarkan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Jika ada orang yang kecewa atau mengeluh dalam bisnis Anda, Anda bisa memastikan bahwa di tahapan tertentu mereka akan berusaha mengatakan pada Anda apa masalahnya. Seolah Anda tidak mendengarkan (atau tidak ingin mendengarkan). Atau mungkin reaksi awal Anda membuat orang berpikir dua kali untuk menyampaikan masalahnya pada Anda. Mendengarkan dengan tulus adalah salah satu ketrampilan terbesar yang perlu dikembangkan, terlepas dari peran Anda. Pendengar yang baik menunjukkan ketertarikan, empati, dan ingin tahu apa yang ada dibalik pembicaraan. Pemimpin besar adalah pendengar yang baik – tanpa kecuali.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;5. Berhenti memberikan solusi.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Para manajer biasanya mendapatkan posisi mereka setelah menjadi spesialis teknis, dan akan memiliki opini atau pandangan bagaimana “memperbaiki” situasi atau masalah. Mereka percaya ini adalah cara paling cepat dengan menyuruh seseorang untuk melakukan apa yang harus dilakukan, atau melakukannya sendiri, daripada memberikan peluang pada karyawan untuk mengatasinya sendriri. Dengan selalu memberikan jawaban, manajer menghilangkan peluang karyawannya untuk belajar dan memberikan alternatif (yang berpotensi memberikan dengan lebih baik) cara untuk melakukan banyak hal.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;6. Selalu konstruktif – selalu.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Ketrampilan berbahasa dan komunikasi membuat pemimpin besar berbeda dengan yang lainnya. Jangan dominan atau kritikal dengan orang lain mengambil tanggung jawab sepenuhnya aapa yang Anda dengar. Jika Anda menemukan diri Anda hampir membuat penilaian negatif, ambil nafas dan gunakan kata-kata Anda sendiri untuk menyampaikan pesan Anda tanpa emosi. Pemimpin besar selalu menemukan cara untuk mengatakan sesuatu dengan tenang dan konstruktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;7. Menilai kesuksesan Anda sebagai kesuksesan tim&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Kesuksesan sejati seorang pemimpin bisa diukur dengan kesuksesan orang-orang yang ada dalam timnya. Sebagai manajer, tanggung jawab utamanya adalah untuk memastikan keberhasilan dan pengembangan tim Anda. Jika mereka sukses, secara otomatis Anda juga akan sukses. Fokus pada membangun ketrampilan mereka dan menghilangkan hambatan yang ada didepan mereka. Jika Anda bisa mencapainya, Anda akan lihat hasilnya pada produktivitas, motivasi dan kepuasan karyawan Anda. Hal ini akan memfilter melalui hasil bottom-line.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;8. Jangan melakukan hal-hal hanya karena mereka “nampak baik”.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tidak ada yang lebih transparan dibandingkan manajer yang membuat keputusan dan bertindak hanyak untuk kelihatan baik didepan atasannya. Jika Anda ingin berkembang menjadi seorang pemimpin, salah satu kualitas yang dibutuhkan adalah integritas. Integritas untuk membuat keputusan karena mereka benar, dan integritas untuk mempertahankan jika Anda benar-benar yakin terhadap sesuatu yang memang bukan menjadi bagian dari bisnis. Terlepas dari minat terbaik Anda atau bukan kurang mendapatkan perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;9. Masukkan humor pada diet Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Tidak seorangpun yang suka bekerja di lingkungan yang kaku. Orang lebih produktif saat mereka bisa menikmati apa yang dikerjakan. Menciptakan tempat kerja dimana fun diperbolehkan dan diberi dorongan bisa membuat perbedaan yang signifikan, dan bahkan lebih efektif saat bos juga berpartisipasi. Ini akan meningkatkan semangat tim, dan mendorong orang untuk melihat Anda sebagai seseorang, bukan sekedar bos.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;10. Biarkan orang lain mengenal Anda yang sebenarnya&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Bersifat terbuka mengenai diri Anda akan membantu memecahkan hambatan yang ada. Jika karyawan Anda mengenal orang di balik mereka, saat itulah Anda bisa memulai membangun dasar kepemimpinan yang baik – kepercayaan dan respek.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber: www.bestmanagementarticles.com&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Penulis: Megan Tough adalah direktur Complete Potential konsultan bidang kepemimpian dan sumberdaya di Sydney, Australia. Di kami memahami orang – apa yang terkait dengan mereka, apa yang mendorong mereka untuk dilakukan, dan apa yang menjauhkannya. Dengan pengalaman lebih dari 20tahun di bidang HR, tugas kami adalah membantu Anda membuat investasi terbesar ada pada orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2949168245141630016" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-2733391521909115957?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/854/10-cara-mengasah-ketrampilan-kepemimpinan' title='10 Cara Mengasah Ketrampilan Kepemimpinan'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/2733391521909115957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/10-cara-mengasah-ketrampilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2733391521909115957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2733391521909115957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/10-cara-mengasah-ketrampilan.html' title='10 Cara Mengasah Ketrampilan Kepemimpinan'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4041865605183247675</id><published>2010-08-10T13:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T13:59:47.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi'/><title type='text'>Bagaimana Menjadi Lebih Menguntungkan? Kenali Produktivitas Anda!</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Salah satu hal pertama yang saya tanyakan pada pengusaha adalah bagaimana mereka menggunakan waktunya. Dan bagaimana orang-orang mereka menghabiskan waktunya. Seringkali mereka tidak mengetahuinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Menurut saya, tidak masalah, jika mereka tidak peduli apakah mereka menghasilkan uang atau tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Apakah Anda tahu berapa banyak waktu yang digunakan dalam bisnis? Jika Anda tidak menghitung jam, dan hanya sedikit dari kita yang melakukannya, saya yakin Anda tidak akan melakukannya, dan Anda punya beragam alasan mengapa sulit melacaknya, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;"Saya banyak melakukan hal yang berbeda, jadi tidak memungkinkan untuk menuliskannya semua." "Saya tidak ingin orang saya menghabiskan hari dengan melacak waktu mereka."&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Saya mendengar Anda. Tapi saya ajak Anda mencoba tes kecil, dan lihat jika Anda tidak setuju dengan saya, dimana:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;PRODUKTIVITAS = PROFITABILITY.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Dan ketika Anda memiliki usaha jasa, waktu Anda adalah alat produktivitas terbesar.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Cobalah tes ini selama 3 hari, atau seminggu jika Anda bisa melakukannya; rekam segala hal yang bisa Anda lakukan. Jika tidak bisa atau tidak teratur, Anda hanya perlu melakukan review, dan setiap kali Anda merubah fungsi, tuliskan waktu dan apa yang Anda kerjakan. Seperti berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;8:30 kopi , 8:45 membuat rencana harian 9:00 menelpon klien 10:15 ke kantor pos 10:45 menulis salinan web site baru 12:15 makan siang, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Saat Anda mengumpulkan informasi yang mencukupi (setidaknya 3 hingga 5 hari kerja normal), kembali dan tinjau kembali . Tandai waktu yang Anda gunakan untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan – hal-hal yang bisa Anda jual.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Kemudian tinjau kembali dan tandai waktu yang Anda keluarkan untuk mengerjakan pekerjaan yang produktif - memasarkan perusahaan Anda atau prospek klien baru - kali ini dengan warna yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Anda bisa menganggap sisa waktu yang ada sebagai waktu yang tidak menghasilkan pendapatan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Bagaimana Anda menyusunnya? Hitung jumlah waktu yang sudah Anda rekam dan buat skor untuk:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Prosentase waktu yang digunakan untuk aktivitas yang menghasilkan pemasukan, prosentase waktu yang digunakan untuk menghasilkan kegiatan yang menghasilkan pendapatan, prosentase waktu yang digunakan untuk kegiatan non pendapatan. Ketiganya harus 100% total waktu Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Kebanyakan pengusaha terkejut dengan jumlah waktu yang mereka gunakan untuk melakukan aktivitas yang tidak menghasilkan pendapatan. Benar, seseorang harus melakukan pekerjaan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sebagai pemilik, waktu Anda harus dipisah antara melakukan kegiatan yang menghasilkan pendapatan dan kegiatan yang mempertahankan pendapatan tersebut, tergantung pada ukuran dan jenis usaha Anda. Setelah Anda menyelesaikan tes Anda, berikan pada anggota tim – Anda juga perlu tahu apa yang mereka kerjakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Saya tidak memberikan Anda prosentase atas apa yang menjadi tujuan bisnis Anda, saya tidak mengenal Anda atau bisnis Anda. Yang saya katakan, Anda harus melihat apa yang Anda kerjakan dengan waktu Anda. Dan jika Anda ingin pendapatan yang lebih, Anda harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas yang menghasilkannya, dan waktu yang lebih sedikit untuk kegiatan yang tidak menghasilkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Oleh: Marcia Hoeck mengajarkan strategi pengusaha untuk menciptakan usaha yang bisa berjalan tanpa mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Sumber:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.leadershiparticles.net/" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;http://www.leadershiparticles.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Artikel:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2949168245141630016" style="color: #0a0a0a; margin: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;" target="_blank" title="www.pengusahamuslim.com"&gt;www.pengusahamuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4041865605183247675?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/779/bagaimana-menjadi-lebih-menguntungkan-kenali-produktivitas-anda' title='Bagaimana Menjadi Lebih Menguntungkan? Kenali Produktivitas Anda!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4041865605183247675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/bagaimana-menjadi-lebih-menguntungkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4041865605183247675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4041865605183247675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/bagaimana-menjadi-lebih-menguntungkan.html' title='Bagaimana Menjadi Lebih Menguntungkan? Kenali Produktivitas Anda!'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-8593882306693402969</id><published>2010-08-10T13:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T13:57:29.430-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bisnis Online'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Produksi'/><title type='text'>Menciptakan Produk Yang Menjual</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Arial,'Trebuchet MS',sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Dari sini semuanya bermula, apakah nasehat ini dilakukan atau tidak, pengusaha setuju bahwa tidak ada bisnis yang dapat bertahan tanpa passion.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 20px; padding: 0px;"&gt;Passion adalah isu emosional. Seperti layaknya bisnis dan penciptaan produk yang akan mempertahankan bisnis harus dimulai dengan apa yang kita ketahui dengan baik.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Pengusaha memiliki gaya bisnis dan pendekatan yang beragam. Masing-masing berdasarkan teknik yang diajarkan oleh lingkungannya yang memungkinkan membuat keputusan dan deviasi.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Namun ada metode umum yang telah teruji di semua bisnis dan tanggapannya terhadap penciptaan produk:&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;1.Setahap demi setahap. Seperti halnya meciptakan pekerjaan yang aktual, dimulai dengan perencanaan yang sangat hati-hati.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Mulai dan tuliskan. Buatlah rancangan produk yang ada dipikiran anda. Dengan menulisnya anda akan berhadapan langsung dengan ide. Apa yang sebelumnya abstrak menjadi lebih hidup. Anda dapat menambahkan, mengurangi, memperkaya, mempelajarinya dari semua sudut yang memungkinkan, membuat revisi dan alternatif atau terkadang menulis ulang hingga apa yang sebelumnya hanya berupa ide menjadi sebuah bentuk.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;2. Gunakan waktu anda dan nikmati rencana anda. Terburu-buru hanya akan menciptakan hasil yang tidak diinginkan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;3. Spesifik - Buatlah kata kunci yang spesifik. Jangan lupa menyertakan daftar pertanyaan berikut. Apakah tujuannya? Rencana apa yang ingin anda raih?&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;4. Penciptaan produk ditujukan untuk kebutuhan tertentu yang tidak ada dipasar. Jika sebuah produk telah memilikinya, versi anda harus menawarkan sesuatu yang baru sehingga menimbulkan ketertarikan dan memberikan alternatif tertentu yang dapat bertahan lama daripada yang sudah ada. Semakin populer ketersediaan produk, akan semakin baik untuk pengenalan produk anda di pasar dan penerimaannya.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;5. Penciptaan produk harus membidik segmen pasar tertentu, yang terbaik adalah mengidentifikasi sebuah produk dengan segmen yang lebih kecil, misal kelompok usia yang ingin anda dapatkan, pria atau wanita, kelas/status konsumen yang anda bidik. Ini akan membantu anda untuk tetap fokus.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;6. Jika anda seorang pembelanja, anda akan menemukan bahwa produk baru akan dengan mudah tersesat di hutan belantara produk yang telah ada. Jika anda mengunjungi toko online, anda akan berpikir bahwa semua produk yang tersedia untuk dikonsumsi telah ada di luar sana. Tapi mimpi masih menghantui anda. Anda tahu sesuatu masih bisa dilakukan. Jadi elemen apa saya yang dapat meningkatkan kesempatan produk anda di penentrasi pasar?&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;7. Mencoba ceruk pemasaran. Ceruk pemasaran adalah menempatkan produk anda pada kategori khusus untuk memenuhi keinginan tertentu. Beberapa strategi yang telah diuji menemukan tempat di hati konsumen, misalnya, produk rendah karbohidrat, rendah kalori, protein tinggi, bebas gula, tanpa lemak, menambah energi, tahan lama, dan sederatan lainnya. Ceruk pemasaran membuat produk anda lebih spesifik bagi orang dengan kebutuhan spesifik.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;8. Memberikan nama. Bagian yang sulit telah dilewati. Kini saatnya memberi nama produk anda. Sebuah poin yang perlu dipertimbangkan adalah, kata-kata yang mendatangkan ide. Misalkan disebutkan awan gelap datang, ide yang muncul dalam pikiran adalah angin dingin, hujan, atau bahkan akan datang badai.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Seseorang tidak harus beranjak keluar dan melihatnya. Ide sudah ada disana. Sebaliknya, dengan segera mengambil kata, ide akan kehilangan maknanya. Akan kehilangan identitasnya dan tidak menjadi apapun. Inilah mengapa nama menjadi sangat penting. Begitu juga dengan label serta pengemasan.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Mudah untuk mengingat nama yang pendek adalah hal yang menakjubkan terlebih jika kemasan produk sangat menarik.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Terkadang, tidak peduli apa yang dibilang orang bagus dan dot.com yang atraktif yang menarik trafik produk anda sehingga dapat memperkaya nilai yang diterimanya.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;9. Ucapkan lagi. Pengulangan yang konstan. Pengulangan di pikiran. Ini adalah maksud dari pertempuran. Ini sebabnya mengapa firma marketing memperpanjang pemasangan iklan. Bagi beberapa produk, newsletter dan brosur dapat digunakan.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;10. Segera Bertindak. Anda telah memiliki semuanya untuk diluncurkan. Channel distribusi telah diputuskan, model distribusi juga telah dipilih. Anda membuat produk anda tersedia, visibel dan kompetitif. Kemudian anda menahan nafas. Pada saat produk dikenalkan, pangsa pasar yang luas akan bereaksi. Ketika hal itu terjadi, daya tahan produk akan tergantung pada seberapa bagus produk anda seperti yang dijanjikan.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;Sekarang yang perlu anda khawatirkan adalah keuntungan kompetitif yang anda dapatkan.&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;em style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sumber: Joseph Then&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-8593882306693402969?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/64/menciptakan-produk-yang-menjual' title='Menciptakan Produk Yang Menjual'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/8593882306693402969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/menciptakan-produk-yang-menjual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8593882306693402969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8593882306693402969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/menciptakan-produk-yang-menjual.html' title='Menciptakan Produk Yang Menjual'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7556447630606060330</id><published>2010-08-09T06:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T14:58:55.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Anak'/><title type='text'>Berat Badan Bayi Baru Lahir kok Turun?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.cookiepots.com/images/New%202005/baby-shower-girl-1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://www.cookiepots.com/images/New%202005/baby-shower-girl-1.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;i&gt;Siang Dok, saya punya bayi yang berumur 6 hari. Saat dilahirkan ia memiliki berat awal 2,9 kg, tapi saat berusia 6 hari ia memiliki berat badan 2,8 kg. Apa benar kalau penurunan berat badan (maksimal 20%) pada bayi baru lahir itu normal? Terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni (Laki-laki Menikah, 32 Tahun), roni.hendrawan@gmail.com&lt;br /&gt;Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 53 kg.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jawaban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bayi baru lahir, maka jumlah cairan ekstraselulernya akan lebih banyak daripada cairan intraseluler. Sehingga hal ini menyebabkan proses penguapan akan lebih banyak terjadi dibandingkan pada anak yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya saat bayi berusia 5-7 hari akan terjadi penurunan berat badan dan pengurangannya bisa mencapai 10% dari total berat badan saat lahir. Kemudian pertumbuhan berat badan bayi akan cepat bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila berat badan bayi ibu saat lahir adalah 2,9 kg dan saat usia 6 hari berat badannya menjadi 2,8 kg (turun 100 gram), maka hal ini menunjukkan anak ibu tidak ada masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dr Aditya Suryansyah SpA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RSAB Harapan Kita&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;, Jln Let Jen.S Parman Kav 87, Slipi, Jakarta Barat, Telp 5668284&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RSIA Buah Hati,&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jln Aria Putra 399, Sarua Indah, Ciputat, Telp. (021) 74639229 atau 74632222.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7556447630606060330?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://us.health.detik.com/read/2010/08/09/135222/1416472/768/berat-badan-bayi-baru-lahir-kok-turun' title='Berat Badan Bayi Baru Lahir kok Turun?'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7556447630606060330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/berat-badan-bayi-baru-lahir-kok-turun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7556447630606060330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7556447630606060330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/berat-badan-bayi-baru-lahir-kok-turun.html' title='Berat Badan Bayi Baru Lahir kok Turun?'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7116070415090064678</id><published>2010-08-09T06:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T06:08:10.422-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hidup Sehat'/><title type='text'>Puasa Bisa Sembuhkan Maag</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/08/09/766/maag-%28thinkstock%29-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://us.images.detik.com/content/2010/08/09/766/maag-%28thinkstock%29-dalam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&lt;/span&gt;Penderita maag kadang penyakitnya kambuh jika telat makan. Kondisi ini kadang membuat penderitanya kesulitan berpuasa karena selama puasa tidak ada makanan dan minuman yang masuk selama 14 jam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM menulis, penelitian yang dilakukan memang menunjukkan bahwa pada minggu pertama puasa orang normal akan mengalami peningkatan asam lambung setelah siang hari dan kadang-kadang keadaan ini menimbulkan rasa perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penelitian menunjukkan kondisi ini akan stabil setelah minggu kedua dan naik turun asam lambung akan kembali normal 1 minggu paska puasa Ramadan. Adanya peningkatan asam lambung ini tidak akan merusak dinding lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu bagi masyarakat yang mamang tidak mempunyai masalah dengan sakit maagnya, puasa Ramadan tidak akan membuat lambungnya menjadi sakit dan sebaliknya secara keseluruhan tubuhnya akan menjadi sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan orang yang punya masalah dengan maagnya? "Justru kepada mereka dianjurkan untuk berpuasa karena puasa akan menyembuhkan sakit maagnya," kata Dr Ari seperti dikutip dalam rilisnya, Senin (9/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasannya seperti ini. Sebagian besar sakit maag yang ada dimasyarakat adalah sakit maag fungsional yaitu pada pemeriksaan endoskopi tidak ditemukan kelainan yang bermakna pada saluran cerna atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit maag fungsional ini terjadi karena makan yang tidak teratur, konsumsi camilan untuk lambung yang tidak sehat seperti makan yang mengandung coklat dan keju serta makanan yang mengandung minyak, konsumsi kopi dan minuman bersoda sepanjang hari, merokok dan hidup dengan stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kelompok yang sakit maag organik yaitu adanya luka dalam dikerongkongan, lambung dan usus dua belas jari juga tetap dianjurkan berpuasa tetapi tetap dengan minum obat. Karena tahapan awal dalam mengobati sakit maag adalah keteraturan makan, menghindari camilan dan makanan yang mengandung coklat, keju dan lemak serta menghindari stress melalui pengendalian diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini bisa terwujud kalau kita menjalani puasa Ramadhan. Selama berpuasa makan kita menjadi teratur pada saat sahur dan berbuka. Hal ini susah kita lakoni jika kita tidak berpuasa karena kesibukan dan juga kemacetan dijalan sehingga waktu kita banyak habis dijalanan sehingga sering akhirnya makan kita menjadi tidak teratur. Kebiasaan camilan yang tidak sehat serta bagi yang merokok pasti akan mengurangi kebiasaan yang tidak sehatnya ini kalau mereka berpuasa," tutur Dr Ari dalam tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari rasa tidak nyaman yang tidak berlebihan penderita maagnya dianjurkan untuk mengkonsumsi obat penekan asam lambung seperti obat antagonis reseptor H2 (&lt;em&gt;ranitidine,famotidine, simetidine,nizatidine&lt;/em&gt;) atau penghambat pompa proton (&lt;em&gt;omeprazole,lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole,pantoprazole&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang obat-obatan seperti antasida yang saat ini dipromosi secara luas baik melalui media cetak dan media elektronik bukan obat yang mencegah agar tidak terkena sakit maag. Obat antasida hanya untuk menghilangkan gejala saja dan kerjanya hanya 6-8 jam, sehingga sebenarnya penggunaannya tidak bersifat umum hanya untuk menghilangkan gejala gangguan lambung yang timbul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika pasien sakit maag yang sedang mengalami perdarahan lambung dengan gejala muntah darah atau buang air besar hitam, muntah berulang dan setiap makan muntah memang tidak diperbolehkan puasa. Bahka mereka harus dirawat di rumah sakit untuk mengatasi gangguan sakit maagnya tersebut. Pasien dengan kanker saluran cerna juga tidak dianjurkan untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi jelas kalau karena takut sakitnya maagnya kambuh kalau berpuasa merupakan alasan-alasan yang dicari-cari agar tidak berpuasa," ungkap dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan,FKUI-RSCM.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7116070415090064678?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7116070415090064678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/puasa-bisa-sembuhkan-maag.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7116070415090064678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7116070415090064678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/puasa-bisa-sembuhkan-maag.html' title='Puasa Bisa Sembuhkan Maag'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-6460252957735753457</id><published>2010-08-09T06:04:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T06:04:42.698-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Anak'/><title type='text'>Agar Anak Doyan Makan Sayur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrOy8-UQSBQ_q8zGSRrSWaVVIt8GwlE4qfKEttMasv5emiEJo&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__m-QamWeo3Ez7qJbA_jlWe119OH4=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSrOy8-UQSBQ_q8zGSRrSWaVVIt8GwlE4qfKEttMasv5emiEJo&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__m-QamWeo3Ez7qJbA_jlWe119OH4=" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Sayuran mengandung banyak nutrisi penting, tetapi mengapa kebanyakan anak-anak tidak menyukainya? Dibutuhkan strategi yang tepat agar anak gemar dan terbiasa makan sayur, salah satunya dengan memperkenalkan Popeye sebagai tokoh idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popeye sang pelaut merupakan tokoh kartun yang sudah populer sejak era 1930-an. Kemunculannya sering dikaitkan dengan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://us.health.detik.com/read/2010/05/30/113009/1366082/766/mengapa-popeye-makan-bayam" style="color: #006e2e; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;strong&gt;propaganda makan sayur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di kalangan anak-anak pada masa itu, sebab tokoh tersebut digambarkan senang makan bayam yang membuatnya menjadi sangat kuat hanya dalam sekejap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang peneliti dari&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Mahidol University&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di Bangkok membuktikan, propaganda dengan memanfaatkan multimedia semacam itu sangat efektif dalam meningkatkan konsumsi sayuran pada anak. Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung selama 8 pekan, ia memutarkan serial Popeye di sela-sela jam makan siang para murid TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat terpengaruh oleh perilaku tokoh idola, asupan sayur dan buah pada anak meningkat 2 kali lipat setelah mengikuti program tersebut. Selain itu para orang tua juga melaporkan bahwa murid-murid TK merasa bangga telah mengkonsumsi sayur saat makan siang di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Chutima Sirikulchayanonta yang memimpin penelitian tersebut mengakui, pemutaran film kartun memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Sebab dalam eksperimen tersebut, ia memasukkan berbagai program interaktif seperti:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengajak para murid menanam sayur bersama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan pesta kebun dengan menu sayur dan buah-buahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tutorial memasak sup bagi para murid.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sementara bagi para orang tua di rumah, Prof Chutima memberi catatan tentang beberapa hal yang bisa membuat anak makin gemar makan sayur. Dikutip dari&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Sciencedaily&lt;/em&gt;, Minggu (8/8/2010), beberapa catatan tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Duduk di samping anak yang sedang makan sayur lalu ikut menyantap menu yang sama akan membuat anak merasa spesial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencicipi bermacam-macam rasa buah dan sayuran adalah cara yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal berbagai jenis makanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melibatkan anak dalam tahap-tahap menyiapkan makanan, mulai dari emncuci dan memotong sayuran, hingga meracik bumbu akan menumbuhkan rasa menghargai makanan pada anak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-6460252957735753457?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/6460252957735753457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/agar-anak-doyan-makan-sayur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/6460252957735753457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/6460252957735753457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/agar-anak-doyan-makan-sayur.html' title='Agar Anak Doyan Makan Sayur'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-9183146962765005485</id><published>2010-08-09T05:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T05:57:53.514-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan Ibu'/><title type='text'>Tak Perlu Menunda Kehamilan Setelah Keguguran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/08/06/764/ibu-hamil-dalam-telegraph.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://us.images.detik.com/content/2010/08/06/764/ibu-hamil-dalam-telegraph.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&lt;/span&gt;Silang pendapat tentang kapan boleh hamil lagi setelah mengalami keguguran belum pernah mencapai titik temu. Penelitian terbaru membuktikan, segera hamil lagi justru lebih sehat karena kemungkinan untuk keguguran menjadi lebih kecil.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan ini berseberangan dengan anjuran WHO, bahwa seorang wanita harus menunggu sekurang-kurangnya 6 bulan untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko yang sama terulang, yakni keguguran.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang dilakukan oleh ahli kandungan di&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;University of Aberdeen&lt;/em&gt;, Skotlandia ini melibatkan lebih dari 30.000 wanita yang mengalami keguguran dalam kehamilan pertamanya dalam kurun waktu antara tahun 1981-2000. Hasilnya dipublikasikan baru-baru ini dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;British Medicinal Journal&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(BMJ).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;Healthday&lt;/em&gt;, Jumat (6/8/2010), partisipan yang hamil lagi dalam waktu kurang dari 6 bulan justru lebih aman dibandingkan yang menunda hingga 6 bulan berikutnya. Selain jarang mengalami keguguran lagi, partisipan yang tidak menunda kehamilan juga jarang mengalami komplikasi misalnya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko lain yang jarang ditemukan pada partisipan yang segera hamil lagi adalah kelahiran caesar maupun permatur. Selain itu, kelahiran bayi dengan berat-badan rendah juga jarang ditemukan pada kelompok ini.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian tersebut, menunda kehamilan justru mempunyai beberapa risiko. Misalnya pada usia 40 tahun, peluang untuk mengalami keguguran menjadi 30 persen lebih tinggi dan meningkat hingga 50 persen pada usia 45 tahun.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, salah seorang editor BMJ, Julia Shelley mengatakan bahwa hasil penelitian ini bukan untuk menyimpulkan silang pendapat mengenai waktu terbaik untuk hamil lagi. Namun setidaknya, penelitian ini menunjukkan bahwa risiko untuk hamil lagi setelah keguguran tidak sebesar yang diduga sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-9183146962765005485?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://us.health.detik.com/read/2010/08/06/120059/1414834/764/tak-perlu-menunda-kehamilan-setelah-keguguran' title='Tak Perlu Menunda Kehamilan Setelah Keguguran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/9183146962765005485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/tak-perlu-menunda-kehamilan-setelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/9183146962765005485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/9183146962765005485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/tak-perlu-menunda-kehamilan-setelah.html' title='Tak Perlu Menunda Kehamilan Setelah Keguguran'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-49708854366796586</id><published>2010-08-09T05:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T05:48:55.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kesehatan'/><title type='text'>Orang Ginjal Kronik Bisa Puasa, Pasien Batu Ginjal Awal Jangan Dulu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/08/07/763/ginjal-dalam-thinkstock.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://us.images.detik.com/content/2010/08/07/763/ginjal-dalam-thinkstock.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px;"&gt;Penderita gangguan ginjal memang harus mengatur asupan air minumnya. Ada yang harus mengonsumsi banyak air tapi ada juga yang harus dibatasi minumnya. Untuk penderita ginjal stadium awal sebaiknya jangan puasa dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk menentukan apakah puasa akan membahayakan atau menguntungkan pada pasien ginjal tergantung pada jenis dan derajat penyakit ginjal yang dimilikinya," ujar DR Dr Imam Effendi, SpPD-H-GH dalam acara simposium PAPDI forum 'Ibadah Berkualitas Selama Puasa Tanpa Gangguan Penyakit' di gedung Graha Purna Wira, Jakarta, Sabtu (7/8/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Imam mengatakan pada orang yang menderita batu ginjal stadium awal memerlukan asupan air yang banyak bahkan hingga 4 liter per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan sulit dicapai jika seseorang berpuasa, karenanya beberapa orang yang didiagnosis menderita batu ginjal stadium awal disarankan untuk tidak berpuasa. Jika kondisinya sudah membaik, penderita baru boleh berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya pada orang yang memiliki penyakit ginjal kronik, baik yang sudah melakukan cuci darah (dialisis) atau belum pada umumnya boleh menjalani puasa. Hal ini karena jumlah urine yang dikeluarkan cenderung menurun atau justru tidak ada sama sekali, sehingga orang tersebut harus membatasi asupan cairannya. Hal ini tentu saja tidak akan mengganggu puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Imam menuturkan penyakit ginjal dibatasi menjadi dua hal yaitu batu ginjal dan penyakit ginjal kronik. Karenanya perawatan yang diberikan untuk kedua penyakit tersebut juga berbeda, termasuk dalam hal jumlah asupan cairan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun untuk komposisi makanan pada penderita ginjal umumnya tidak perlu diganti, hanya jumlah asupan cairan yang perlu diperhatikan," ujar dokter kelahiran Magelang 61 tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr Imam menambakan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada fungsi ginjalnya atau tidak bisa dilakukan pemeriksaan darah ureum kreatinin, darah cystatin C atau ronsen renogram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ginjal merupakan organ yang terletak di belakang pinggang, berbentuk seperti kacang merah dan berukuran 10x3 cm. Salah satu fungsi utama dari ginjal adalah membuang air dan racun-racun hasil metabolisme di tubuh. Sementara itu fungsi lainnya adalah membuat hormon eritropoetin dan mengatur metabolisme fosfor dan kalsium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada penyakit atau gangguan pada ginjalnya, maka bisa mempengaruhi ukurannya seperti ginjal akan membesar pada orang yang memiliki diabetes, ada batu ginjal atau kanker leher rahim pada perempuan. Lalu ginjal juga bisa mengecil jika ditemukan adanya penyakit ginjal kronik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-49708854366796586?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://us.health.detik.com/read/2010/08/07/160017/1415626/763/orang-ginjal-kronik-bisa-puasa-pasien-batu-ginjal-awal-jangan-dulu' title='Orang Ginjal Kronik Bisa Puasa, Pasien Batu Ginjal Awal Jangan Dulu'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/49708854366796586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/orang-ginjal-kronik-bisa-puasa-pasien.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/49708854366796586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/49708854366796586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/orang-ginjal-kronik-bisa-puasa-pasien.html' title='Orang Ginjal Kronik Bisa Puasa, Pasien Batu Ginjal Awal Jangan Dulu'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-1453274285841195100</id><published>2010-08-09T05:25:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T05:25:32.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Resep'/><title type='text'>Satai Daging Mangga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2009/11/03/360/sataidagingmanggabsr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="170" src="http://us.images.detik.com/content/2009/11/03/360/sataidagingmanggabsr.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Musim mangga sedang berlangsung. Pernah coba satai daging dengan paduan mangga mengkal dan serai. Hmmm..yang satu ini tak mengecewakan rasanya. Ada paduan gurih segar dan harum wangi rempah yang menggelitik hidung saat satai dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;500 g daging has luar sapi, bersihkan potong 2x2x1 cm&lt;br /&gt;500 g mangga indramayu masak, kupas, potong 2x2x1 cm&lt;br /&gt;12 helai daun jeruk&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tusuk satai&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bumbu, aduk jadi satu:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 sdm minyak sayur&lt;br /&gt;2 siung bawang putih, parut&lt;br /&gt;1 batang serai, ambil bagian yang putih, iris halus&lt;br /&gt;1 sdm kecap asin&lt;br /&gt;1 sdm air jeruk nipis&lt;br /&gt;1/2 sdt merica bubuk&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Cara membuat:&lt;/strong&gt;&lt;ul style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: disc; margin: 0px 1.5em 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Aduk potongan daging dengan Bumbu hingga rata. Diamkan selama 30 menit.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tusuki daging berselang-seling dengan potongan mangga dan daun jeruk.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bakar di atas bara api sambil balik-balik hingga matang kedua sisinya.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Angkat, sajikan panas.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Untuk 8 tusuk&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-1453274285841195100?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/1453274285841195100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/satai-daging-mangga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1453274285841195100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1453274285841195100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/satai-daging-mangga.html' title='Satai Daging Mangga'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4640379749609854211</id><published>2010-08-09T05:23:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T05:23:35.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Resep'/><title type='text'>Gurih Enak Ossobuco</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2009/10/06/360/ossobucobsr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://us.images.detik.com/content/2009/10/06/360/ossobucobsr.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;em style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: italic; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Ossobuco,&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sajian khas Italia. Terdiri dari&lt;em style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: italic; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;veal shank&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;alias potongan daging dengan tulang di bagian tengah. Tulang yang berisi sumsum ini membuat rasa daging makin gurih enak. Apalagi diselimuti tomat yang asam-asam segar. Hmm.. yummy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;4 potong&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: italic; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;ossobuco&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;@220 g&lt;br /&gt;1 sdt rosemary kering&lt;br /&gt;1/2 sdt merica bubuk&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Sayuran Tumis:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2 sdm minyak sayur&lt;br /&gt;200 g kentang, kupas, potong kecil&lt;br /&gt;200 g wortel, potong kecil&lt;br /&gt;200 g seledri (batang), iris halus&lt;br /&gt;200 g&amp;nbsp; tomat, cincang&lt;br /&gt;1 sdt oregano kering&lt;br /&gt;200 ml kaldu sapi&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Pelengkap:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: italic; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Mashed potatoes&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: disc; margin: 0px 1.5em 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lumuri daging ossobuco dnegan rosemary, merica dan garam.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masak di atas wajan datar hingga matang kedua sisinya. Angkat.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sayuran tumis: Tumis kentang, wortel dan seledri hingga layu.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukkan tomat dan bumbu. Masak hingga lunak dan agak kering. Angkat.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Susun sayuran tumis di aats piring saji.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Taruh mashed potatoes dan ossobuco di atasnya.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sajikan hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Untuk 4 orang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Sumber: Detik.Food &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4640379749609854211?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4640379749609854211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/gurih-enak-ossobuco.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4640379749609854211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4640379749609854211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/gurih-enak-ossobuco.html' title='Gurih Enak Ossobuco'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7547262549502081622</id><published>2010-08-09T03:58:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:58:15.479-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Resep'/><title type='text'>Pasta Ikan Pari Asap</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/08/06/366/pastaparictt.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://us.images.detik.com/content/2010/08/06/366/pastaparictt.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Ikan pe atau pari asap aromanya sangat unik. Selain dibuat sayur, saya reka-reka dengan pasta.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Hmm..ternyata rasa dan aromanya sangat sedap. Pedas-pedas gurih enak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bahan :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;100 gr Fusilli rice pasta (pasta spiral berbahan beras merah)&lt;br /&gt;2 sdm minyak sayur&lt;br /&gt;1potong (100 g) ikan pari atau ikan pe asap, suwir kasar&lt;br /&gt;5 buah cabai rawit merah, iris kasar&lt;br /&gt;2 lembar daun jeruk iris halus, iris halus&lt;br /&gt;1 sdt kecap ikan&lt;br /&gt;½ sdt garam&lt;br /&gt;½ gula pasir&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Haluskan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;3 siung bawang putih&lt;br /&gt;1 cm kencur&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Cara Membuat :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: disc; margin: 0px 1.5em 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Rebus pasta dengan air dan garam hingga lunak. Tiriskan.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tumis bumbu halus, cabe rawit dan daun jeruk sampai harum.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukan ikan pe, tambahkan sedikit air&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukan pasta tambahkan kecap ikan, aduk sebentar hingga agak kering.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Angkat dan sajikan&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Untuk 2 orang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7547262549502081622?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7547262549502081622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/pasta-ikan-pari-asap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7547262549502081622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7547262549502081622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/pasta-ikan-pari-asap.html' title='Pasta Ikan Pari Asap'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-5585850145237078715</id><published>2010-08-09T03:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:54:07.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Resep'/><title type='text'>Daging Iga Asap Tumis Sayuran</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2009/10/26/360/dagingigaasapbsr.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://us.images.detik.com/content/2009/10/26/360/dagingigaasapbsr.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kalau masih belum bersemangat masak di awal pekan ini, buat saja yang simple dan enak. Daging asap dipadu dengan chikuwa-bakso ikan Jepang plus sayuran bisa jadi sajian yang enak. Bumbu yang gurih-gurih pedas plus sawi yang renyah bikin lauk ini makin mantap dimakan dengan nasi hangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;2 sdm minyak sayur&lt;br /&gt;75 g bawang Bombay, iris kasar&lt;br /&gt;1 siung bawang putih, memarkan&lt;br /&gt;5 lembar daging iga asap, potong-potong&lt;br /&gt;5 buah chikuwa, potong-potong&lt;br /&gt;1 sdt cabai merah giling&lt;br /&gt;2 sdm saus tiram&lt;br /&gt;1 sdm kecap asin&lt;br /&gt;1/2 sdt merica putih&lt;br /&gt;6 batang daun sawi, potong 4 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Cara membuat:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: disc; margin: 0px 1.5em 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukkan daging iga asap dan chikuwa, aduk hingga layu.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukkan bumbu, aduk hingga rata.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tambahkan sawi, aduk hingga sawi layu.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Angkat, sajikan hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Untuk 4 orang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-5585850145237078715?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/5585850145237078715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/daging-iga-asap-tumis-sayuran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5585850145237078715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/5585850145237078715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/daging-iga-asap-tumis-sayuran.html' title='Daging Iga Asap Tumis Sayuran'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4884317792538018911</id><published>2010-08-09T03:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:50:26.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Resep'/><title type='text'>Burger Sapi Jamur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://us.images.detik.com/content/2010/08/09/360/burgersapictt.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://us.images.detik.com/content/2010/08/09/360/burgersapictt.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #222222; font-family: 'Lucida Sans','Lucida Grande','Lucida Sans Unicode',Verdana,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 18px; text-align: left;"&gt;Tekstur jamur yang kenyal renyah sangat enak disatukan dengan daging sapi cincang yang gurih. Apalagi dinikmati hangat dengan saus BBQ dan kentang goreng. Nyam.. nyam..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;2 sdm mentega&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Burger:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1 sdm mentega&lt;br /&gt;50 g bawang bombay, cincang&lt;br /&gt;100 g jamur champignon, potong kecil&lt;br /&gt;250 g daging sapi cincang&lt;br /&gt;1 sdm tepung terigu&lt;br /&gt;1 kuning telur ayam&lt;br /&gt;½ sdt merica bubuk&lt;br /&gt;½ sdt pala bubuk&lt;br /&gt;1 sdt garam&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Pelengkap:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;french fries&lt;br /&gt;saus bbq&lt;br /&gt;salad sayuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; list-style-type: disc; margin: 0px 1.5em 1.5em; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Tumis bawang bombay hingga layu.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Masukkan jamur, aduk hingg alayu dan kecokelatan. Angkat dan dinginkan.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Aduk semua bahan dengan jamur tumis hingga rata.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Bentuk adonan menjadi bulatan bundar pipih.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Lelehkan mentega, masak burger hingga matang kedua sisinya. Angkat.&lt;/li&gt;&lt;li style="border-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin: 0px; padding: 0px; vertical-align: baseline;"&gt;Sajikan dengan pelengkapnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Untuk 4 buah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4884317792538018911?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4884317792538018911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/burger-sapi-jamur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4884317792538018911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4884317792538018911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/burger-sapi-jamur.html' title='Burger Sapi Jamur'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4312310923164371957</id><published>2010-08-09T03:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:08:16.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa Ulama'/><title type='text'>Kapan Waktu Buka Puasa Di Pesawat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_plan_1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://rumaysho.com/images/stories/rsz_plan_1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Para ulama di Al Lajnah Ad Daimah (komisi Fatwa Kerajan Saudi Arabia) pernah ditanya,&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“Kapan waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan di tengah-tengah perjalanan pesawat?”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Jawab:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Jika siang hari seseorang yang berpuasa berada di pesawat dan ia tetap menjalankan puasanya hingga malam hari (tenggelamnya matahari), ia tidaklah boleh berbuka puasa kecuali jika telah tenggelamnya matahari. Tenggelamnya matahari di sini dilihat dari posisi orang yang melakukan perjalanan (bukan dari tempat awal ia berpuasa, pen).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Yang menandatangani fatwa ini adalah Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qo’ud selaku anggota.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, no. 5468, 10/138&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dari sini kita dapat mengambil pelajaran, seandainya ada seseorang yang berangkat dari Jakarta pada pukul 09.00 WIB ke Jayapura (Papua), berarti ia dapat berbuka puasa lebih cepat karena beda waktu antara Jakarta dan Jayapura adalah dua jam.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4312310923164371957?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4312310923164371957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/kapan-waktu-buka-puasa-di-pesawat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4312310923164371957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4312310923164371957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/kapan-waktu-buka-puasa-di-pesawat.html' title='Kapan Waktu Buka Puasa Di Pesawat'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3509162242919537108</id><published>2010-08-09T03:02:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:03:18.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Bolehnya Dzikir Bagi Orang Yang Berhadats</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_RwDqW9cI/AAAAAAAAB3I/XdKGymbWb8Y/s1600/%D8%A7%D8%B0%D9%83%D8%B1+%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_RwDqW9cI/AAAAAAAAB3I/XdKGymbWb8Y/s200/%D8%A7%D8%B0%D9%83%D8%B1+%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Saat ini yang kita bahas, bolehkah bagi wanita haidh dan orang yang junub membaca dzikir atau membaca sebagian dari Al Qur’an dengan maksud membaca dzikir (seperti membaca Surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas sebelum tidur) padahal masih dalam keadaan junub atau dalam keadaan haidh?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Berikut penjelasan Imam An Nawawi rahimahullah dalam kitab beliau At Tibyan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;An Nawawi rahimahullah mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Para ulama&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;kaum muslimin sepakat&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bahwa membaca tasbih, tahlil, tahmid, takbir, shalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dzikir-dzikir lainnya diperbolehkan bagi orang yang junub dan wanita haidh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Menurut para ulama Syafi’iyah mengatakan, “Jika orang yang junub atau wanita haidh mengatakan pada seseorang dengan panggilan yang serupa dengan ayat Al Qur’an,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;“&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh&lt;/i&gt;.” (QS. Maryam: 12); jika dimaksudkan bukan untuk membaca Al Qur’an, maka seperti ini diperbolehkan. Begitu pula perbuatan semacam ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Begitu pula mereka para ulama Syafi’iyah mengatakan, “Diperbolehkan bagi wanita haidh dan orang yang junub mengucapkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;roji’un&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(QS. Al Baqarah: 156), ketika tertimpa musibah, namun jika&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;dimaksudkan bukan untuk&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;tilawab (membaca&lt;/b&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;) Al Qur’an&lt;/b&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Begitu pula para ulama Syafi’iyah yang berada di Khurosan mengatakan, “Diperbolehkan bagi seseorang ketika naik kendaraan mengucapkan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;“Subhanalladzi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Maha Suci Rabb yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya&lt;/i&gt;. (QS. Az Zukhruf: 13). Begitu pula diperbolehkan baginya membaca do’a,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" dir="rtl" style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;“&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka&lt;/i&gt;.” (QS. Al Baqarah: 201).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Imam Al Haromain juga mengatakan, “Jika seseorang yang junub mengucapakan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;bismillah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;atau&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan memaksudkannya untuk membaca Al Qur’an, maka dia berdosa. Namun, jika dia membacanya dengan maksud dzikir atau tidak memaksudkan apa-apa (tidak memaksudkan membaca Al Qur’an), maka dia tidak berdosa.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Dari penjelasan An Nawawi rahimahullah di atas dapat kita simpulkan bahwa jika seorang yang junub atau wanita haidh membaca sebagian ayat Al Qur’an namun dimaksudkan untuk dzikir seperti membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebelum tidur; atau dimaksudkan untuk berdo’a seperti do’a Rabbana atina fid funya hasanah …; ini semua diperbolehkan karena dimaksudkan bukan membaca Al Qur’an. Begitu juga kalau wanita haidh dan orang yang junub membaca dzikir semacam bacaan tasbih, takbir, bismillah dan alhamdulillah, itu pun diperbolehkan.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Wallahu Ta’ala a’lam. Wallahu waliyyut taufiq&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;b style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Rujukan&lt;/b&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;i style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an&lt;/i&gt;, Al Imam Abu Dzakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, Tahqiq: Ahmad bin Ibrahim Abil ‘Ainain, Maktabah Ibnu Abbas, cetakan pertama 1426 H, hal. 81-82.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Pangukan, Sleman, 17 Muharram 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3509162242919537108?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3509162242919537108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/bolehnya-dzikir-bagi-orang-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3509162242919537108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3509162242919537108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/bolehnya-dzikir-bagi-orang-yang.html' title='Bolehnya Dzikir Bagi Orang Yang Berhadats'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_RwDqW9cI/AAAAAAAAB3I/XdKGymbWb8Y/s72-c/%D8%A7%D8%B0%D9%83%D8%B1+%D8%A7%D9%84%D9%84%D9%87.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7584056269226682966</id><published>2010-08-09T02:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T02:55:21.027-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa Ulama'/><title type='text'>Hukum Membaca Al-Qur'an Bagi Wanita Haidh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_QP7ZzraI/AAAAAAAAB3A/DzY78ilWkik/s1600/%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%8633.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_QP7ZzraI/AAAAAAAAB3A/DzY78ilWkik/s1600/%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%8633.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_QP7ZzraI/AAAAAAAAB3A/DzY78ilWkik/s200/%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%8633.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz (pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Tetap Urusan Riset dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi) pernah ditanya:&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Kami seorang santri di Sekolah Putri dan kami memiliki pelajaran khusus hafalan Qur’an. Terkadang jadwal kami tersebut bertabrakan dengan waktu haidh kami setiap bulannya. Apakah boleh bagi kami menulis beberapa surat (dari Al Qur’an) di kertas dan bolehkah kami menghafal sebagian dari Al Qur’an?&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Jawab&lt;/strong&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Diperbolehkan bagi wanita haidh dan nifas untuk membaca Al Qur’an menurut pendapat ulama yang paling kuat. Alasannya, karena tidak ada dalil yang melarang hal ini. Namun, seharusnya membaca Al Qur’an tersebut tidak sampai menyentuh mushaf Al Qur’an. Kalau memang mau menyentuh Al Qur’an, maka seharusnya dengan menggunakan pembatas seperti kain yang suci dan semacamnya (bisa juga dengan sarung tangan, pen). Demikian pula untuk menulis Al Qur’an di kertas ketika hajat (dibutuhkan), maka diperbolehkan dengan menggunakan pembatas seperti kain tadi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Adapun untuk orang yang junub, tidak boleh baginya membaca Al Qur’an sampai dia mandi junub. Karena disebutkan dalam hadits shohih mengenai larangan hal ini. Dan tidak boleh bagi kita menyamakan antara wanita haidh dan nifas dengan seseorang yang junub. Karena wanita haidh dan nifas mengalami hadats dalam waktu yang lama dan ini berbeda dengan seseorang yang junub. Orang yang junub memiliki kemudahan untuk mandi&amp;nbsp; setiap saat ketika dia mendapatkan junub.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Wallahu waliyyut taufiq&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;(Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 10/209-210)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Pangukan, Sleman, 13 Muharram 1430 H&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.rumaysho.com/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7584056269226682966?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7584056269226682966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/hukum-membaca-al-quran-bagi-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7584056269226682966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7584056269226682966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/hukum-membaca-al-quran-bagi-wanita.html' title='Hukum Membaca Al-Qur&apos;an Bagi Wanita Haidh'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_QP7ZzraI/AAAAAAAAB3A/DzY78ilWkik/s72-c/%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%B1%D8%A2%D9%8633.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-544965721572878571</id><published>2010-08-09T02:49:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T02:49:54.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Saatnya Meninggalkan Rokok Di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_PNGHxzTI/AAAAAAAAB24/CTrR_pjzLak/s1600/%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%AA%D9%83+%D8%A3%D9%88+%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%AF%D8%AE%D9%8A%D9%86.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_PNGHxzTI/AAAAAAAAB24/CTrR_pjzLak/s200/%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%AA%D9%83+%D8%A3%D9%88+%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%AF%D8%AE%D9%8A%D9%86.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Apakah merokok termasuk pembatal puasa? Silakan simak nasehat yang amat bagus bagi para perokok dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;, ulama abad ke-20 dari Unaizah, Saudi Arabia. Di dalam nasehat ini, kita akan menemukan bahwa di antara waktu yang tepat meninggalkan rokok adalah di bulan Ramadhan sekarang ini. Semoga Allah beri taufik.&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah Ta’ala&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pernah ditanyakan :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang yang berpuasa yang gemar merokok meyakini bahwa mengisap rokok di bulan Ramadhan bukanlah pembatal puasa karena rokok bukan termasuk makan dan minum. Bagaimana pendapat Syaikh yang mulia tentang masalah ini?&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;menjawab :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, ini adalah pernyataan yang tidak ada usulnya sama sekali. Bahkan sebenarnya rokok termasuk minum (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;syariba&lt;/em&gt;). (Dalam bahasa Arab) mengisap rokok disebut&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;syariba ad dukhon&lt;/em&gt;. Jadi mengisap rokok disebut dengan minum (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;syariba&lt;/em&gt;).&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Kemudian juga, asap rokok –tanpa diragukan lagi- masuk hingga dalam perut atau dalam tubuh. Dan segala sesuatu yang masuk dalam perut dan dalam tubuh termasuk pembatal puasa, baik yang masuk adalah sesuatu yang bermanfaat atau yang mendatangkan bahaya. Misalnya seseorang menelan manik-manik, besi atau selainnya (dengan sengaja), maka puasanya batal. Oleh karena itu, tidak disyaratkan sebagai pembatal puasa adalah memakan atau meminum sesuatu yang bermanfaat. Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai makanan dan minuman.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka meyakini bahkan mengenal bahwa mengisap rokok itu disebut (dalam bahasa Arab)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;syariba&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(yang artinya = minum), namun mereka tidak menyatakan bahwa rokok adalah pembatal puasa. Sama saja kita katakan bahwa ini jumlahnya satu, namun dia menganggap mustahil ini jumlahnya satu. Jadi, orang ini ada kesombongan dalam dirinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Kemudian berkaitan dengan bulan Ramadhan, ini adalah waktu yang tepat bagi orang yang memiliki tekad yang kuat untuk meninggalkan rokok yang jelek dan bisa mendatangkan bahaya. Waktu ini adalah kesempatan yang baik untuk meninggalkan rokok karena sepanjang siang seseorang harus menahan diri dari hal tersebut. Sedangkan di malam hari, dia bisa menghibur diri dengan hal-hal yang mubah seperti makan, minum, jalan-jalan ke masjid atau berkunjung ke majelis orang sholih. Untuk meninggalkan kebiasaan merokok, seseorang juga hendaknya menjauhkan diri dari para pecandu rokok yang bisa mempengaruhi dia untuk merokok lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Apabila seorang pecandu rokok setelah sebulan penuh meninggalkan rokoknya (karena moment puasa yang dia lalui), ini bisa menjadi penolong terbesar baginya untuk meninggalkan kebiasaan rokok selamanya, dia bisa meninggalkan rokok tersebut di sisa umurnya. Bulan Ramadhan inilah kesempatan yang baik. Waktu ini janganlah sampai dilewatkan oleh pecandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan rokoknya selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dikutip dari&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Majmu’ Fatawa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin&lt;/em&gt;, Bab&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ash Shiyam&lt;/em&gt;, 17/148 (Asy Syamilah)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;-Semoga Allah memberikan taufik kepada pecandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan rokok selamanya setelah dia berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan,&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Amin Ya Mujibas Sa’ilin&lt;/em&gt;-&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel www.rumaysho.com&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-544965721572878571?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/544965721572878571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/saatnya-meninggalkan-rokok-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/544965721572878571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/544965721572878571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/saatnya-meninggalkan-rokok-di-bulan.html' title='Saatnya Meninggalkan Rokok Di Bulan Ramadhan'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_PNGHxzTI/AAAAAAAAB24/CTrR_pjzLak/s72-c/%D8%AD%D9%8A%D8%A7%D8%AA%D9%83+%D8%A3%D9%88+%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%AF%D8%AE%D9%8A%D9%86.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-8913286977846569660</id><published>2010-08-09T02:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T02:46:16.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Membedah Kesalahan-Kesalahan Di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_NyvW48-I/AAAAAAAAB2w/CYfxEV9j3J4/s1600/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%862.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_NyvW48-I/AAAAAAAAB2w/CYfxEV9j3J4/s200/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%862.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;Berikut adalah beberapa kesalahan yang dilakukan di bulan Ramadhan yang tersebar luas di tengah-tengah kaum muslimin. Semoga dengan mengetahui hal ini, kita dapat membetulkan kekeliruan yang selama ini terjadi.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;1.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Mengkhususkan Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tidaklah tepat ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;nyadran&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;nyekar&lt;/em&gt;. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;2.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Padusan, Mandi Besar, atau Keramasan Menyambut Ramadhan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar atau keramasan terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;3.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Menetapkan Awal Ramadhan dengan Hisab&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).&lt;/em&gt;” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ibnu Bazizah mengatakan,”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Madzhab ini (yang menetapkan awal ramadhan dengan hisab) adalah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;madzhab bathil&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan syari’at ini telah melarang mendalami ilmu nujum (hisab) karena ilmu ini hanya sekedar perkiraan (dzon) dan bukanlah ilmu yang pasti (qoth’i) atau persangkaan kuat. Maka seandainya suatu perkara (misalnya penentuan awal ramadhan, pen) hanya dikaitkan dengan ilmu hisab ini maka agama ini akan menjadi sempit karena tidak ada yang menguasai ilmu hisab ini&amp;nbsp; kecuali sedikit sekali.”&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;(&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Fathul Baari&lt;/em&gt;, 6/156)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;4.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Mendahului Ramadhan dengan Berpuasa Satu atau Dua Hari Sebelumnya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Rasulullah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبْلَهُ فَلْيَصُمْهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.”&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Shahih wa Dho’if Sunan Nasa’i&lt;/em&gt;)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari tersebut juga dilarang untuk berpuasa karena hari tersebut adalah hari yang meragukan. Dan Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;مَنْ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan maka dia telah mendurhakai Abul Qasim (yaitu Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, pen)&lt;/em&gt;.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Shahih wa Dho’if Sunan Tirmidzi&lt;/em&gt;)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;5.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Melafazhkan Niat “Nawaitu Shouma Ghodin”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Sebenarnya tidak ada tuntunan sama sekali untuk melafazhkan niat semacam ini karena tidak adanya dasar dari perintah atau perbuatan Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, begitu pula dari para sahabat. Letak niat sebenarnya adalah dalam hati dan bukan di lisan. An Nawawi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;–ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;لا يَصِحُّ الصَّوْمَ إِلَّا بِالنِّيَّةِ وَمَحَلُّهَا القَلْبُ وَلَا يُشْتَرَطُ النُّطْقُ بِلاَ خِلَافٍ&lt;/span&gt;َ&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.&lt;/em&gt;” (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Rowdhotuth Tholibin&lt;/em&gt;, I/268, Mawqi’ul Waroq-Maktabah Syamilah)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;6.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Membangunkan Sahur ... Sahur&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Sebenarnya Islam sudah memiliki tatacara sendiri untuk menunjukkan waktu bolehnya makan dan minum yaitu dengan adzan pertama sebelum adzan shubuh. Sedangkan adzan kedua ketika adzan shubuh adalah untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Inilah cara untuk memberitahukan pada kaum muslimin bahwa masih diperbolehkan makan dan minum dan memberitahukan berakhirnya waktu sahur. Sehingga tidak tepat jika membangunkan kaum muslimin dengan meneriakkan sahur ... sahur .... baik melalui speaker atau pun datang ke rumah-rumah seperti mengetuk pintu. Cara membangunkan seperti ini sungguh tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;juga tidak pernah dilakukan oleh generasi terbaik dari ummat ini. Jadi, hendaklah yang dilakukan adalah melaksanakan dua kali adzan. Adzan pertama untuk menunjukkan masih dibolehkannya makan dan minum. Adzan kedua untuk menunjukkan diharamkannya makan dan minum. Ibnu Mas’ud&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;radhiyallahu ‘anhu&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;memiliki nasehat yang indah, “&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ikutilah (petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen), janganlah membuat bid’ah. Karena (sunnah) itu sudah cukup bagi kalian&lt;/em&gt;.”(Lihat pembahasan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;at tashiir&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;di&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Bida’ Al Hawliyah&lt;/em&gt;, hal. 334-336)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;7.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Pensyariatan Waktu Imsak (Berhenti makan 10 atau 15 menit sebelum waktu shubuh)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Rasulullah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الْمُصْعِدُ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَعْتَرِضَ لَكُمُ الأَحْمَرُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“Makan dan minumlah. Janganlah kalian menjadi takut oleh pancaran sinar (putih) yang menjulang. Makan dan minumlah sehingga tampak bagi kalian warna merah.”&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(HR. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah. Dalam S&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;hohih wa Dho’if Sunan Abu Daud&lt;/em&gt;, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;hasan shahih&lt;/em&gt;). Maka hadits ini menjadi dalil bahwa waktu imsak (menahan diri dari makan dan minum) adalah sejak terbit fajar shodiq –yaitu ketika adzan shubuh dikumandangkan- dan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;bukanlah 10 menit sebelum adzan shubuh&lt;/strong&gt;. Inilah yang sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dalam hadits Anas dari Zaid bin Tsabit bahwasanya beliau pernah makan sahur bersama Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, kemudian beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;berdiri untuk menunaikan shalat. Kemudian Anas berkata,”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Berapa lama jarak antara iqomah dan sahur&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;kalian?”&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Kemudian Zaid berkata,”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Sekitar 50 ayat&lt;/em&gt;”. (HR. Bukhari dan Muslim). Lihatlah berapa lama jarak antara sahur dan iqomah? Apakah satu jam?! Jawabnya: Tidak terlalu lama, bahkan sangat dekat dengan waktu adzan shubuh yaitu sekitar membaca 50 ayat Al Qur’an (sekitar 10 atau 15 menit).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;8.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Do’a Ketika Berbuka “&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Allahumma Laka Shumtu&lt;/em&gt;”&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;‘Amalul Yaum wal Lailah&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dho’if Abu Daud&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;no. 2011 dan catatan kaki&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Adzkar&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Do’a yang dianjurkan ketika berbuka adalah,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud&lt;/em&gt;)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;9.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Dzikir Jama’ah dengan Dikomandoi dalam Shalat Tarawih dan Shalat Lima Waktu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah tatkala menjelaskan mengenai dzikir setelah shalat, “Tidak diperbolehkan para jama’ah membaca dizkir secara berjama’ah. Akan tetapi yang tepat adalah setiap orang membaca dzikir sendiri-sendiri tanpa dikomandai oleh yang lain. Karena dzikir secara berjama’ah (bersama-sama) adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya dalam syari’at Islam yang suci ini.” (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Majmu’ Fatawa Ibnu Baz&lt;/em&gt;, 11/189).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;10.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“Ash Sholaatul Jaami’ah” untuk Menyeru Jama’ah dalam Shalat Tarawih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Ulama-ulama hanabilah berpendapat bahwa tidak ada ucapan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan “Ash Sholaatul Jaami’ah”. Menurut mereka, ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). (Lihat&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah&lt;/em&gt;, 2/9634, Asy Syamilah)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;11.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Bubar Terlebih Dahulu Sebelum Imam Selesai Shalat Malam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh&lt;/em&gt;.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shahih&lt;/em&gt;).&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;12.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Perayaan Nuzulul Qur’an&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Perayaan Nuzulul Qur’an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;(Lihat&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim&lt;/em&gt;, pada tafsir surat Al Ahqof ayat 11)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;13.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Membayar Zakat Fithri dengan Uang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Syaikh Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz mengatakan, “Seandainya mata uang dianggap sah dalam membayar zakat fithri, tentu beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;akan menjelaskan hal ini. Alasannya, karena tidak boleh bagi beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengakhirkan penjelasan padahal sedang dibutuhkan. Seandainya beliau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;membayar zakat fithri dengan uang, tentu para sahabat –&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;radhiyallahu ‘anhum&lt;/em&gt;- akan menukil berita tersebut. Kami juga tidak mengetahui ada seorang sahabat Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang membayar zakat fithri dengan uang. Padahal para sahabat adalah manusia yang paling mengetahui sunnah (ajaran) Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dan orang yang paling bersemangat dalam menjalankan sunnahnya. Seandainya ada di antara mereka yang membayar zakat fithri dengan uang, tentu hal ini akan dinukil sebagaimana perkataan dan perbuatan mereka yang berkaitan dengan syari’at lainnya dinukil (sampai pada kita). “&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;.&lt;/em&gt;(&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Majmu’ Fatawa Ibnu Baz&lt;/em&gt;, 14/208-211)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: red; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;14.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Tidak Mau Mengembalikan Keputusan Penetapan Hari Raya kepada Pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Al Lajnah Ad Da’imah, komisi Fatwa di Saudi Arabia mengatakan, “Jika di negeri tersebut terjadi perselisihan pendapat (tentang penetapan 1 Syawal), maka hendaklah dikembalikan pada keputusan penguasa muslim di negeri tersebut. Jika penguasa tersebut memilih suatu pendapat, hilanglah perselisihan yang ada dan setiap muslim di negeri tersebut wajib mengikuti pendapatnya.” (Fatawa no. 388)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;Semoga Allah memberi kita petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang tidak diperbolehkan) dan memberikan kita kecukupan. Semoga Allah memperbaiki keadaan setiap orang yang membaca risalah ini.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Wa shallallahu wa salaamu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;***&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/undefined/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-8913286977846569660?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/8913286977846569660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/membedah-kesalahan-kesalahan-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8913286977846569660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8913286977846569660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/membedah-kesalahan-kesalahan-di-bulan.html' title='Membedah Kesalahan-Kesalahan Di Bulan Ramadhan'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_NyvW48-I/AAAAAAAAB2w/CYfxEV9j3J4/s72-c/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%862.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4387351616856495143</id><published>2010-08-09T02:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T02:32:02.055-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Amalan Khusus Menyambut Bulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_K-Cvp_-I/AAAAAAAAB2o/DeF6PVAhGEs/s1600/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%863.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_K-Cvp_-I/AAAAAAAAB2o/DeF6PVAhGEs/s320/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%863.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="border-collapse: separate; color: black; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 16px; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; line-height: normal; orphans: 2; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia) yaitu Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz pernah ditanya:&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Apakah ada amalan-amalan khusus yang disyariatkan untuk menyambut bulan Ramadhan?&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Syaikh –&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;- menjawab:&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling utama dalam setahun. Karena pada bulan tersebut Allah&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;subhanahu wa ta’ala&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;menjadikan amalan puasa sebagai suatu kewajiban dan menjadikannya sebagai salah satu rukun Islam yaitu rukun Islam yang keempat. Umat islam pada bulan tersebut disyariatkan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Mengenai wajibnya puasa Ramadhan, Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: blue; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;بُنِىَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، وَحَجِّ البَيْتِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;”&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Islam dibangun di atas lima perkara: persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat,&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: underline;"&gt;berpuasa di bulan Ramadhan&lt;/span&gt;, dan menunaikan haji ke Baitullah&lt;/em&gt;.” (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Muttafaqun ‘alaih.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;HR. Bukhari no. 8 dalam Al Iman, Bab “Islam dibangun atas lima perkara”, dan Muslim no. 16 dalam Al Imam, Bab&amp;nbsp; “Rukun-rukun Islam”)&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;‘alaihimush shalaatu was salaam&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;bersabda,&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-align: center;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: blue; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 14pt; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;“&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.&lt;/em&gt;” (&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Muttafaqun ‘alaih.&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;HR. Bukhari no. 2014&amp;nbsp; dalam Shalat Tarawih, Bab “Keutamaan Lailatul Qadr”, dan Muslim no. 760 dalam Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab&amp;nbsp; “Motivasi Qiyam Ramadhan”)&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Aku tidak mengetahui ada amalan tertentu untuk menyambut bulan Ramadhan selain seorang muslim menyambutnya dengan bergembira, senang dan penuh suka cita serta bersyukur kepada Allah karena sudah berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan. Semoga Allah memberi taufik dan menjadikan kita termasuk orang yang menghidupkan Ramadhan dengan berlomba-lomba dalam melakukan amalan shalih.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan sungguh merupakan nikmat besar dari Allah. OIeh karena itu, Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini. Beliau menjelaskan keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan dan janji-janji indah berupa pahala yang melimpah bagi orang yang berpuasa dan menghidupkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Disyariatkan bagi seorang muslim untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;taubat nashuhah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;(taubat yang sesungguhnya),&lt;strong style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni.”&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;[Pertanyaan di Majalah Ad Da’wah, 1284, 5/11/1411 H. Sumber :&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Majmu’ Fatawa Ibnu Baz&lt;/em&gt;, 15/9-10]&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;***&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikian penjelasan dari Syaikh Ibnu Baz -&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;rahimahullah&lt;/em&gt;-. Dari penjelasan singkat di atas dapat kita ambil pelajaran bahwa tidak ada amalan-amalan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan selain bergembira dalam menyambutnya, melakukan taubat nashuhah, dan melakukan persiapan untuk berpuasa serta bertekad menghidupkan bulan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Oleh karena itu, tidaklah tepat ada yang meyakini bahwa menjelang bulan Ramadhan adalah waktu utama untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”). Kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Namun masalahnya adalah jika seseorang mengkhususkan ziarah kubur pada waktu tertentu dan meyakini bahwa menjelang Ramadhan adalah waktu utama untuk&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;nyadran&lt;/em&gt;&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;atau&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;nyekar&lt;/em&gt;. Ini sungguh suatu kekeliruan karena tidak ada dasar dari ajaran Islam yang menuntunkan hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Juga tidaklah tepat amalan sebagian orang yang menyambut bulan Ramadhan dengan mandi besar terlebih dahulu. Amalan seperti ini juga tidak ada tuntunannya sama sekali dari Nabi&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;em style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/em&gt;. Lebih parahnya lagi mandi semacam ini (yang dikenal dengan “padusan”) ada juga yang melakukannya campur baur laki-laki dan perempuan dalam satu tempat pemandian. Ini sungguh merupakan kesalahan yang besar karena tidak mengindahkan aturan Islam. Bagaimana mungkin Ramadhan disambut dengan perbuatan yang bisa mendatangkan murka Allah?!&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Begitu pula dengan maaf memaafkan menjelang ramadhan, ini pun suatu amalan yang tidak tepat. Karena maaf memaafkan boleh kapan saja. Lantas mengapa dikhususkan menjelang Ramadhan? Apa dasarnya?&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Semoga dengan bertambahnya ilmu, kita semakin baik dalam beramal. Semoga Allah selalu memberikan kita ilmu yang bermanfaat, memberikan kita rizki yang thoyib dan memberi kita petunjuk untuk beramal sesuai tuntunan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border-width: 0px; font-size: 12px; margin: 15px 0px; outline-width: 0px; padding: 0px;"&gt;Artikel&lt;span class="Apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/undefined/" style="background-color: transparent; border-width: 0px; color: #222222; font-size: 12px; margin: 0px; outline-width: 0px; padding: 0px; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;www.rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4387351616856495143?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4387351616856495143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/amalan-khusus-menyambut-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4387351616856495143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4387351616856495143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/08/amalan-khusus-menyambut-bulan-ramadhan.html' title='Amalan Khusus Menyambut Bulan Ramadhan'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5yyQgf23Pco/TF_K-Cvp_-I/AAAAAAAAB2o/DeF6PVAhGEs/s72-c/%D8%B1%D9%85%D8%B6%D8%A7%D9%863.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-3727424707690962002</id><published>2010-02-10T21:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-10T21:41:36.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>6 Kerusakan Hari Valentine</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt; Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli &amp;#8216;ala nabiyyina Muhammad wa &amp;#8216;ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: &lt;em&gt;Valentine&amp;#8217;s Day&lt;/em&gt;). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine&amp;#8217;s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cikal Bakal Hari Valentine&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/S3OYih0YrqI/AAAAAAAABeY/AcdFzMjMhRM/s1600-h/lov%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="lov" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/S3OYjg7BQHI/AAAAAAAABec/AatollA9Tbc/lov_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="137" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine&amp;#8217;s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (&lt;em&gt;queen of feverish love&lt;/em&gt;) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama&amp;#8211;nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p&gt;Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine&amp;#8217;s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa &amp;#8220;St. Valentine&amp;#8221; yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis &amp;#8220;Dari Valentinusmu&amp;#8221;. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:&lt;/p&gt;    &lt;ol&gt;     &lt;li&gt;Valentine&amp;#8217;s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine&amp;#8217;s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama &amp;#8220;hari kasih sayang&amp;#8221;. &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt;    &lt;p&gt;Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari &lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html"&gt;Valentine&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma&amp;#8217;). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau &lt;em&gt;Iqtidho&amp;#8217; Ash Shiroth Al Mustaqim&lt;/em&gt; (Ta&amp;#8217;liq: Dr. Nashir bin &amp;#8216;Abdil Karim Al &amp;#8216;Aql, terbitan Wizarotusy Syu&amp;#8217;un Al Islamiyah).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (&lt;em&gt;Iqtidho&amp;#8217;&lt;/em&gt;, 1/185)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; bersabda,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam &lt;em&gt;Iqtidho&amp;#8217;&lt;/em&gt; [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam &lt;em&gt;Irwa&amp;#8217;ul Gholil&lt;/em&gt; no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Allah Ta&amp;#8217;ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (QS. Al Furqon [25]: 72)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Ibnul Jauziy dalam &lt;em&gt;Zaadul Masir&lt;/em&gt; mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat &amp;#8220;tidak menyaksikan perbuatan zur&amp;#8221;, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa &amp;#8220;tidak menyaksikan perbuatan zur&amp;#8221; adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi&amp;#8217; bin Anas.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk &amp;#8216;aib (Lihat &lt;em&gt;Iqtidho&amp;#8217;&lt;/em&gt;, 1/483). Jadi, merayakan Valentine&amp;#8217;s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt;,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Beliau &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;مَا أَعْدَدْتَ لَهَا&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Orang tersebut menjawab,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Beliau &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; berkata,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam riwayat lain di &lt;em&gt;Shohih Bukhari&lt;/em&gt;, Anas mengatakan,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ &amp;#8211; صلى الله عليه وسلم &amp;#8211; &amp;#171; أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ &amp;#187; . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ &amp;#8211; صلى الله عليه وسلم &amp;#8211; وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam: Anta ma&amp;#8217;a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Anas pun mengatakan,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ &amp;#8211; صلى الله عليه وسلم &amp;#8211; وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan &amp;#8216;Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi &lt;em&gt;shallallahu &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/em&gt; di atas: &lt;em&gt;&amp;#8220;Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai&amp;#8221;. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&amp;#8220;Valentine&amp;#8221; sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: &amp;#8220;Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa&amp;#8221;. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi &amp;#8220;To be my valentine (Jadilah valentineku)&amp;#8221;, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi &amp;#8220;Sang Maha Kuasa&amp;#8221;. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma&amp;#8217; kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim &lt;em&gt;rahimahullah &lt;/em&gt;dalam kitabnya &lt;em&gt;Ahkamu Ahlidz Dzimmah&lt;/em&gt; (1/441, &lt;em&gt;Asy Syamilah&lt;/em&gt;). Beliau &lt;em&gt;rahimahullah&lt;/em&gt; mengatakan, &amp;#8220;Adapun memberi ucapan selamat pada syi&amp;#8217;ar-syi&amp;#8217;ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma&amp;#8217; (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, &amp;#8216;Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu&amp;#8217;, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.&amp;#8221;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Perayaan Valentine&amp;#8217;s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam semangat hari &lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html"&gt;Valentine&lt;/a&gt; itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. &lt;em&gt;Na&amp;#8217;udzu billah min dzalik.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (QS. Al Isro&amp;#8217; [17]: 32)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan &amp;#8216;Janganlah melakukannya&amp;#8217;. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (QS. Al Isro&amp;#8217; [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas&amp;#8217;ud dan Ibnu &amp;#8216;Abbas mengatakan, &lt;em&gt;&amp;#8220;Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (Lihat &lt;em&gt;Tafsir Al Qur&amp;#8217;an Al &amp;#8216;Azhim&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine&amp;#8217;s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: &amp;#8220;Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.&amp;#8221;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta&amp;#8217;ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahilladzi bi ni&amp;#8217;matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu &amp;#8216;ala nabiyyina Muhammad wa &amp;#8216;ala alihi wa shohbihi wa sallam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H      &lt;br /&gt;Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;a href="http://rumaysho.wordpress.com/"&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Artikel &lt;a href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html" ?rel="nofollow"&gt;www.muslim.or.id&lt;/a&gt;, dipublikasikan ulang oleh &lt;a href="http://rumaysho.com/undefined/" ?rel="nofollow"&gt;Rumaysho.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-3727424707690962002?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/3727424707690962002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/02/6-kerusakan-hari-valentine.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3727424707690962002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/3727424707690962002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2010/02/6-kerusakan-hari-valentine.html' title='6 Kerusakan Hari Valentine'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/S3OYjg7BQHI/AAAAAAAABec/AatollA9Tbc/s72-c/lov_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-2326015821082146622</id><published>2009-12-28T01:20:00.001-08:00</published><updated>2009-12-28T01:21:57.882-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kumpulan Kisah Nyata'/><title type='text'>Bila Engkau Tidak Malu, Berbuatlah Sesukamu</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Szh4sSTQJlI/AAAAAAAAAw0/orp4B8OzXHk/s1600-h/photo016%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; border-top: 0px; border-right: 0px" border="0" alt="photo016" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Szh4tOoyv9I/AAAAAAAAAw4/C074k7lkFI4/photo016_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="161" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Salah seorang anak Al-Qa&amp;#8217;nabi mengabarkan kisah ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8217;Ayahku seorang pemabuk dan selalu bergaul dengan anak-anak muda berandalan. Suatu hari ia mengundang teman-temannya dan duduk di depan pintu, menanti keadatangan mereka. Ketika dia menunggu, Syu&amp;#8217;bah berlalu di hadapannya denngan menunggang keledai, diikuti sejumlah orang berlomba dibelakangnya untuk menyusulnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8221;Siapa itu?&amp;#8221; tanya al-Qa&amp;#8217;nabi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8220;Syu&amp;#8217;bah,&amp;#8221; jawab seseorang yang duduk di dekatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8220;Dan siapa gerangan Syu&amp;#8217;bah itu?&amp;#8221; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8221;Seorang ulama hadits.&amp;#8221; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8221;Bacakanlah sebuah hadits untukku.&amp;#8221; Kata al-Qa&amp;#8217;nabi yang (saat itu) mengenakan pakaian berwarna merah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8221;Engkau bukanlah dari golongan ahli hadits, aku tidak berkewajiban meriwayatkannya kepadamu.&amp;#8221; kata Syu&amp;#8217;bah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Qa&amp;#8217;nabi mengambil sebilah pisau dan menodongkannya ke arah Syu&amp;#8217;bah. &amp;#8221;Engkau akan meriwayatkan sebuah hadits kepadaku, atau aku akan melukaimu!&amp;#8221; ancam Al-Qa&amp;#8217;nabi. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#8221;Mansur meriwayatkan kepada kami, &amp;#8221; Syu&amp;#8217;bah memulai, &amp;#8221;Dari Rabi&amp;#8217;i dari Abu Mas&amp;#8217;ud, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: &amp;#8221;Bila engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.&amp;#8221; (HR Bukhari 6120). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Qa&amp;#8217;nabi melemparkan pisau tersebut ke tanah dan kembali ke dalam rumahnya. Diambilnya semua botol khamr dan menumpahkannya ke tanah. Ia berkata kepada ibunya, &amp;#8221;Teman-temanku akan datang sebentar lagi. Bila mereka datang, biarkanlah mereka masuk dan tawarkan kepada mereka makanan. Setelah mereka selesai, katakanlah apa yang aku lakukan terhadap (bolot-botol) khamr sehingga mereka akan pergi.&amp;#8221; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Al-Qa&amp;#8217;nabi pun segera berangkat menuju Madinah, dimana dia menghabiskan tahun-tahun berikutnya dalam hidupnya sebagai murid dari Imam Malik bin Anas, dan mendapatkan kehormatan meriwayatkan hadits dari sang imam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber: Stories of Repentance,penyusun: Muhammad Abduh Maghawiri &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-2326015821082146622?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/2326015821082146622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/bila-engkau-tidak-malu-berbuatlah.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2326015821082146622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/2326015821082146622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/bila-engkau-tidak-malu-berbuatlah.html' title='Bila Engkau Tidak Malu, Berbuatlah Sesukamu'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Szh4tOoyv9I/AAAAAAAAAw4/C074k7lkFI4/s72-c/photo016_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7128086692559225932</id><published>2009-12-25T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-26T00:13:05.634-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agama Islam'/><title type='text'>Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Amalan Baik</title><content type='html'>&lt;i&gt;Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ucapan selamat natal sejak beberapa tahun ini menjadi kontroversi. Sebagian kalangan membolehkan kaum muslimin untuk mengucapkan selamat natal pada nashrani karena dianggap sebagai bentuk &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt; (berbuat baik). Dalil yang digunakan dalam membolehkan hal ini adalah firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.&lt;/i&gt;” (Qs. Al Mumtahanah: 8)&lt;br /&gt;Inilah di antara alasan untuk melegalkan mengucapkan selamat natal pada orang nashrani. Mereka memang membawakan dalil, namun apakah pemahaman yang mereka utarakan itu membenarkan mengucapkan selamat natal?    &lt;br /&gt;Semoga Allah menolong kami untuk menyingkap tabir manakah yang benar dan manakah yang keliru. Hanya Allah yang beri pertolongan.     &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebab Turun Ayat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk siapa sebab diturunkannya ayat di atas? Dalam hal ini ada beberapa pendapat di kalangan ahli tafsir[1]. Di antara pendapat tersebut adalah yang menyatakan bahwa ayat ini turun pada Asma’ binti Abi Bakr –&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;-, di mana ibundanya –Qotilah binti ‘Abdil ‘Uzza- yang musyrik[2] dan ia diperintahkan oleh Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;untuk tetap menjalin hubungan dengan ibunya. Ini adalah pendapat dari ‘Abdullah bin Az Zubair.[3]     &lt;br /&gt;Imam Bukhari membawakan Bab dalam kitab Shahihnya “&lt;i&gt;Menjalin hubungan dengan orang tua yang musyrik&lt;/i&gt;“.&lt;br /&gt;Kemudian beliau membawakan riwayat berikut, Asma’ mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;أَتَتْنِى أُمِّى رَاغِبَةً فِى عَهْدِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَسَأَلْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – آصِلُهَا قَالَ « نَعَمْ »&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Ibuku mendatangiku dan ia sangat ingin aku menyambung hubungan dengannya[4]. Kemudian aku menanyakan pada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/i&gt; bolehkah aku tetap menjalin hubungan dengannya? Beliau pun menjawab, “Iya boleh”.” Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan bahwa setelah itu Allah menurunkan firman-Nya (yang artinya), “&lt;i&gt;Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama&lt;/i&gt;” (Qs. Al Mumtahanah: 8)”[5]     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makna Ayat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir Ath Thobari -&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;- mengatakan, “Allah tidak melarang kalian untuk berbuat baik, menjalin hubungan dan berbuat adil dengan setiap orang dari agama lain yang tidak memerangi kalian dalam agama. Karena Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman (yang artinya), “&lt;i&gt;Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu&lt;/i&gt;“. Setiap orang yang mempunyai sifat dalam ayat ini patut bagi kita berlaku ihsan (baik) padanya. Tidak ada yang dispesialkan dari yang lainnya.”[6]&lt;br /&gt;Ibnu Katsir -&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;- menjelaskan, “Allah tidak melarang kalian berbuat ihsan (baik) terhadap orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin dalam agama dan juga tidak menolong mengeluarkan wanita dan orang-orang lemah, yaitu Allah tidak larang untuk berbuat baik dan berbuat adil kepada mereka. Karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.”[7]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Loyal (Wala’) pada Orang Kafir Itu Terlarang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wala’ (loyal) tidaklah sama dengan berlaku ihsan (baik). Wala’ secara istilah bermakna menolong, memuliakan dan loyal dengan orang yang dicintai.[8] Sehingga wala’ (loyal) pada orang kafir akan menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang dengan mereka dan agama yang mereka anut. Larangan loyal terhadap orang kafir ini sudah diajarkan oleh kekasih Allah –Nabi Ibrahim ‘alaihis salam- dan kita pun selaku umat Islam diperintahkan untuk mengikuti jalan beliau.&lt;br /&gt;Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.&lt;/i&gt;” (Qs. Al Mumtahanah: 4)&lt;br /&gt;Di samping ini adalah ajaran Nabi Ibrahim, larangan loyal (wala’) pada orang kafir juga termasuk ajaran Nabi kita Muhammad &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim&lt;/i&gt;.” (Qs. Al Maidah: 51)&lt;br /&gt;Bahkan Ibnu Hazm telah menukil adanya ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa loyal (wala’) pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan.[9]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perlu Dibedakan antara Ihsan (Berbuat Baik) dan Wala’ (Loyal)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perlu kiranya dipahami bahwa &lt;i&gt;birr&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt; (berbuat baik) itu jauh berbeda dengan &lt;i&gt;wala’&lt;/i&gt; (bersikap loyal). &lt;i&gt;Ihsan &lt;/i&gt;adalah sesuatu yang dituntunkan. &lt;i&gt;Ihsan &lt;/i&gt;itu diperbolehkan baik pada muslim maupun orang kafir. Sedangkan bersikap &lt;i&gt;wala&lt;/i&gt;‘ pada orang kafir tidak diperkenankan sama sekali.&lt;br /&gt;Fakhruddin Ar Rozi -&lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt;- mengatakan, “Allah tidak melarang kalian berbuat baik (&lt;i&gt;birr&lt;/i&gt;) kepada mereka (orang kafir). Namun yang Allah larang bagi kalian adalah loyal (&lt;i&gt;wala’&lt;/i&gt;) pada mereka. Inilah bentuk rahmat pada mereka, padahal ada permusuhan sengit dengan kaum muslimin. Para pakar tafsir menjelaskan bahwa boleh kaum muslimin berbuat baik (&lt;i&gt;birr&lt;/i&gt;) dengan orang musyrik. Namun dalam hal loyal (&lt;i&gt;wala’&lt;/i&gt;) pada mereka itu tidak dibolehkan.”[10]&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Berbuat baik, menyambung hubungan kerabat dan berbuat ihsan (terhadap non muslim) tidaklah melazimkan rasa cinta dan rasa sayang (yang terlarang) padanya. Sebagaiman rasa cinta yang terlarang ini disebutkan dalam firman Allah,    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya&lt;/i&gt;” (Qs. Al Mujadilah: 22). Ayat ini umum berlaku pada orang yang sedang memerangi dan orang yang tidak memerangi kaum muslimin. &lt;i&gt;Wallahu a’lam&lt;/i&gt;.”[11]&lt;br /&gt;Syaikh Musthofa Al ‘Adawi menjelaskan dalam kitab tafsirnya, “Berbuat baik dan berlaku adil tidaklah melazimkan rasa cinta dan kasih sayang pada orang kafir. Seperti contohnya adalah seorang anak tetap berbakti dan berbuat baik pada orang tuanya yang kafir, namun ia tetap membenci agama yang orang tuanya anut. “[12]&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Contoh Berbuat Ihsan pada Non Muslim&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Memberi hadiah kepada saudara non muslim agar membuat ia tertarik pada Islam.&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Umar –&lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;-, beliau berkata, “‘Umar pernah melihat pakaian yang dibeli seseorang lalu ia pun berkata pada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;: “Belilah pakaian seperti ini, kenakanlah ia pada hari Jum’at dan ketika ada tamu yang mendatangimu.” Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pun berkata, “Sesungguhnya yang mengenakan pakaian semacam ini tidak akan mendapatkan bagian sedikit pun di akhirat.” Kemudian Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;didatangkan beberapa pakaian dan beliau pun memberikan sebagiannya pada ‘Umar. ‘Umar pun berkata, “Mengapa aku diperbolehkan memakainya sedangkan engkau tadi mengatakan bahwa mengenakan pakaian seperti ini tidak akan dapat bagian di akhirat?” Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menjawab, “Aku tidak mau mengenakan pakaian ini agar engkau bisa mengenakannya. Jika engkau tidak mau, maka engkau jual saja atau tetap mengenakannya.” Kemudian ‘Umar menyerahkan pakaian tersebut kepada saudaranya[13] di Makkah sebelum saudaranya tersebut masuk Islam.[14]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Menjalin hubungan dan berbuat baik dengan orang tua dan kerabat non muslim.&lt;br /&gt;Dari Asma’ binti Abu Bakr –radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata, “Ibuku mendatangiku, padahal ia seorang musyrik di masa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam. &lt;/i&gt;Kemudian aku ingin meminta nasehat dari Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Aku berkata, “Sesungguhnya ibuku mendatangiku, padahal ia sangat benci Islam. Apakah aku boleh tetap menyambung hubungan kerabat dengan ibuku?” Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;menjawab, “Iya boleh. Silakan engkau tetap menjalin hubungan dengannya.”[15]&lt;br /&gt;Allah melarang memutuskan silaturahmi dengan orang tua atau kerabat yang non muslim dan Allah tetap menuntunkan agar hak mereka sebagai kerabat dipenuhi walaupun mereka kafir. Jadi, kekafiran tidaklah memutuskan hak mereka sebagai kerabat. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.&lt;/i&gt;” (Qs. Luqman: 15)     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.”&lt;/i&gt; (Qs. An Nisa: 1)&lt;br /&gt;Jubair bin Muth’im berkata bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahmi (dengan kerabat).&lt;/i&gt;“[16]&lt;br /&gt;Oleh karenanya, silaturahmi dengan kerabat tetaplah wajib, walaupun kerabat tersebut kafir. Jadi, orang yang mempunyai kewajiban memberi nafkah tetap memberi nafkah pada orang yang ditanggung walaupun itu non muslim. Karena memberi nafkah adalah bagian dari bentuk menjalin silaturahmi. Sedangkan dalam masalah waris tidak diperkenankan sama sekali. Karena seorang muslim tidaklah mewariskan hartanya pada orang kafir. Begitu pula sebaliknya. Karena warisan dibangun di atas sikap ingin menolong (&lt;i&gt;nushroh&lt;/i&gt;) dan loyal (&lt;i&gt;wala’&lt;/i&gt;).[17]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Berbuat baik kepada tetangga walaupun non muslim.&lt;br /&gt;Al Bukhari membawakan sebuah bab dalam Adabul Mufrod dengan “&lt;i&gt;Bab Tetangga Yahudi&lt;/i&gt;“dan beliau membawakan riwayat berikut.&lt;br /&gt;Mujahid berkata, “Saya pernah berada di sisi Abdullah ibnu ‘Amru sedangkan pembantunya sedang memotong kambing. Dia lalu berkata,    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;ياَ غُلاَمُ! إِذَا فَرَغْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُوْدِي    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai pembantu! Jika anda telah selesai (menyembelihnya), maka bagilah dengan memulai dari tetangga Yahudi kita terlebih dahulu.”&lt;/i&gt; Lalu ada salah seorang yang berkata,&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;آليَهُوْدِي أَصْلَحَكَ اللهُ؟!     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“(Anda memberikan sesuatu) kepada Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisi anda.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;“Abdullah bin ‘Amru lalu berkata,    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْصِي بِالْجَارِ، حَتَّى خَشَيْنَا أَوْ رُؤِيْنَا أَنَّهُ سَيُوّرِّثُهُ    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;i&gt;‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwasiat terhadap tetangga sampai kami khawatir kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya.”&lt;b&gt;[18]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perkara yang Termasuk Loyal pada Orang Kafir dan Dinilai Haram&lt;b&gt;[19]&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama: &lt;/b&gt;Mencintai orang kafir dan menjadikan mereka teman dekat. Allah Ta’ala berfirman,     &lt;br /&gt;لَا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.&lt;/i&gt;” (Qs. Al Mujadilah: 22). Wajib bagi setiap muslim memiliki rasa benci pada setiap orang kafir dan musyrik karena mereka adalah orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya. Dikecualikan di sini adalah cinta yang bersifat tabi’at seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya yang musyrik. Cinta seperti ini dibolehkan.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Menetap di negeri kafir. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; berfirman,     &lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيراً,إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلاً,فَأُوْلَـئِكَ عَسَى اللّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللّهُ عَفُوّاً غَفُوراً&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri , (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah mema’afkannya. Dan adalah Allah Maha Pema’af lagi Maha Pengampun&lt;/i&gt;.” (Qs. An Nisa’: 97-98)&lt;br /&gt;Ada dua rincian yang mesti diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jika orang kafir yang baru masuk Islam, lalu tinggal di negeri kafir dan tidak mampu menampakkan keislaman (seperti mentauhidkan Allah, melaksanakan shalat, dan berjilbab –bagi wanita-) dan ia mampu berhijrah, maka saat itu ia wajib berhijrah ke negeri kaum muslimin. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Dan tidak boleh muslim tersebut menetap di negeri kafir kecuali dalam keadaan darurat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika muslim yang tinggal di negeri kafir masih mampu menampakkan keislamannya, maka berhijrah ke negeri kaum muslimin pada saat ini menjadi mustahab (dianjurkan). Begitu pula dianjurkan ia menetap di negeri kafir tersebut karena ada maslahat untuk mendakwahi orang lain kepada Islam yang benar. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Diharamkan bepergian ke negeri kafir tanpa ada hajat. Namun jika ada maslahat (seperti untuk berobat, berdakwah, dan berdagang), maka ini dibolehkan asalkan memenuhi tiga syarat berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memiliki bekal ilmu agama yang kuat sehingga dapat menjaga dirinya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa dirinya aman dari hal-hal yang dapat merusak agama dan akhlaqnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mampu menampakkan syi’ar-syi’ar Islam pada dirinya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Keempat: &lt;/b&gt;Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).[20] Di antara dalilnya, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,     &lt;br /&gt;مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka”&lt;b&gt;[21]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;Oleh karena itu, perilaku tasyabuh (menyerupai orang kafir) dalam perkara yang menjadi ciri khas mereka adalah diharamkan. Contohnya adalah mencukur jenggot dan mengikuti model pakaian yang menjadi ciri khas mereka.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Bekerjasama atau membantu merayakan perayaan orang kafir, seperti membantu dalam acara natal. Hal ini diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Dan Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; pun berfirman,     &lt;br /&gt;وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran&lt;/i&gt;.” (Qs. Al Maidah: 2)&lt;br /&gt;Begitu pula diharamkan menghadiri perayaan agama mereka. Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt; menceritakan mengenai sifat orang beriman,     &lt;br /&gt;وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan orang-orang yang beriman adalah yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.&lt;/i&gt;” (Qs. Al Furqon: 72). Di antara makna “&lt;i&gt;tidak menyaksikan perbuatan zur”&lt;/i&gt; adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.[22] Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib[23].     &lt;br /&gt;Begitu pula diharamkan mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir. Bahkan diharamkannya hal ini berdasarkan ijma’ atau kesepakatan para ulama.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ulama Sepakat: Haram Mengucapkan Selamat Natal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Ibnul Qayyim dalam &lt;i&gt;Ahkam Ahlu Dzimmah&lt;/i&gt;:     &lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala&lt;/i&gt;.”[24]&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Ucapan selamat hari natal atau ucapan selamat lainnya yang berkaitan dengan agama kepada orang kafir adalah haram berdasarkan kesepakatan para ulama.”[25]    &lt;br /&gt;Herannya ulama-ulama kontemporer saat ini[26] malah membolehkan mengucapkan selamat Natal. Alasan mereka berdasar pada surat Al Mumtahanah ayat 8. Sungguh, pendapat ini adalah pendapat yang &lt;i&gt;‘nyleneh’&lt;/i&gt; dan telah menyelisihi kesepakatan para ulama. Pendapat ini muncul karena tidak bisa membedakan antara berbuat ihsan (berlaku baik) dan wala’ (loyal). Padahal para ulama katakan bahwa kedua hal tersebut adalah berbeda sebagaimana telah kami utarakan sebelumnya.&lt;br /&gt;Pendapat ini juga sungguh aneh karena telah menyelisihi kesepakatan para ulama (ijma’). Sungguh celaka jika kesepakatan para ulama itu diselisihi. Padahal Allah &lt;i&gt;Ta’ala berfirman,&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.&lt;/i&gt;“(Qs. An Nisa’: 115). Jalan orang-orang mukmin inilah ijma’ (kesepakatan) mereka.&lt;br /&gt;Dari sini, kami merasa aneh jika dikatakan bahwa mengucapkan selamat natal pada orang nashrani dianggap sebagai masalah khilafiyah (beda pendapat). Padahal sejak masa silam, para ulama telah sepakat (berijma’) tidak dibolehkan mengucapkan selamat pada perayaan non muslim. Baru belakangan ini dimunculkan pendapat yang aneh dari Yusuf Qardhawi, cs. Siapakah ulama salaf yang sependapat dengan beliau dalam masalah ini? Padahal sudah dinukil ijma’ (kata sepakat) dari para ulama tentang haramnya hal ini.&lt;br /&gt;Hujjah terakhir yang kami sampaikan, adakah ulama salaf di masa silam yang menganggap bahwa mengucapkan selamat pada perayaan non muslim termasuk bentuk berbuat baik (ihsan) dan dibolehkan, padahal acara-acara semacam natalan dan perayaan non muslim sudah ada sejak masa silam?! Di antara latar belakangnya karena tidak memahami surat Mumtahanah ayat 8 dengan benar. Tidak memahami manakah bentuk ihsan (berbuat baik) dan bentuk wala’ (loyal). Dan sudah kami utarakan bahwa mengucapkan selamat pada perayaan non muslim termasuk bentuk wala’ dan diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (ijma’). Dan namanya ijma’ tidak pernah lepas dari dari Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana seringkali diutarakan oleh para ulama. &lt;i&gt;Hanya Allah yang memberi taufik.&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bentuk Interaksi yang Dibolehkan dengan Non Muslim&lt;b&gt;[27]&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak disalahpahami, sekarang kami akan utarakan beberapa hal yang mestinya diketahui bahwa hal-hal ini tidak termasuk loyal (wala’) pada orang kafir. Dalam penjelasan kali ini akan dijelaskan bahwa ada sebagian bentuk muamalah dengan mereka yang hukumnya wajib, ada yang sunnah dan ada yang cuma sekedar dibolehkan.    &lt;br /&gt;Namun sebelumnya kita harus mengetahui lebih dulu bahwa orang kafir itu ada empat macam:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kafir &lt;i&gt;mu’ahid&lt;/i&gt; yaitu orang kafir yang tinggal di negeri mereka sendiri dan di antara mereka dan kaum muslimin memiliki perjanjian. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kafir &lt;i&gt;dzimmi&lt;/i&gt; yaitu orang kafir yang tinggal di negeri kaum muslimin dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan jizyah (semacam upeti) sebagai kompensasi perlindungan kaum muslimin terhadap mereka. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kafir &lt;i&gt;musta’man&lt;/i&gt; yaitu orang kafir masuk ke negeri kaum muslimin dan diberi jaminan keamanan oleh penguasa muslim atau dari salah seorang muslim. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kafir &lt;i&gt;harbi&lt;/i&gt; yaitu orang kafir selain tiga jenis di atas. Kaum muslimin disyari’atkan untuk memerangi orang kafir semacam ini sesuai dengan kemampuan mereka.[28] &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) &lt;b&gt;yang diwajibkan&lt;/b&gt; adalah:     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Memberikan rasa aman kepada kafir dzimmi dan kafir musta’man selama ia berada di negeri kaum muslimin sampai ia kembali ke negerinya. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,     &lt;br /&gt;وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ke tempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui&lt;/i&gt;.” (Qs. At Taubah: 6)     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Berlaku adil dalam memutuskan hukum antara orang kafir dan kaum muslimin, jika mereka berada di tengah-tengah penerapan hukum Islam. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,     &lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan&lt;/i&gt;.” (Qs. Al Maidah: 8)     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Mendakwahi orang kafir untuk masuk Islam. Ini hukumnya fardhu kifayah, artinya jika sebagian sudah mendakwahi mereka maka yang lain gugur kewajibannya. Karena mendakwahi mereka berarti telah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. Hal ini bisa dilakukan dengan menjenguk mereka ketika sakit, sebagaimana pernah dilakukan oleh Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;ketika menjenguk anak kecil yang beragama Yahudi untuk diajak masuk Islam. Akhirnya ia pun masuk Islam.&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata, “Dulu pernah ada seorang anak kecil Yahudi yang mengabdi pada Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam, &lt;/i&gt;lalu suatu saat ia sakit. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;lantas&lt;i&gt; &lt;/i&gt;menjenguknya. Beliau duduk di dekat kepalanya, lalu beliau mengatakan, “Masuklah Islam.” Kemudian anak kecil itu melihat ayahnya yang berada di sisinya. Lalu ayahnya mengatakan, “Taatilah Abal Qosim (yaitu Rasulullah) –shallallahu ‘alaihi wa sallam-”. Akhirnya anak Yahudi tersebut masuk Islam. Kemudian Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; keluar dari rumahnya dan berkata, “&lt;i&gt;Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak tersebut dari siksa neraka.&lt;/i&gt;“[29]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Diharamkan memaksa orang Yahudi, Nashrani dan kafir lainnya untuk masuk Islam. Karena Allah &lt;i&gt;Ta’ala &lt;/i&gt;berfirman,     &lt;br /&gt;لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.&lt;/i&gt;” (Qs. Al Baqarah: 256). Ibnu Katsir mengatakan, “Janganlah memaksa seorang pun untuk masuk ke dalam Islam. Karena kebenaran Islam sudah begitu jelas dan gamblang. Oleh karenanya tidak perlu ada paksaan untuk memasuki Islam. Namun barangsiapa yang Allah beri hidayah untuk menerima Islam, hatinya semakin terbuka dan mendapatkan cahaya Islam, maka ia berarti telah memasuki Islam lewat petunjuk yang jelas. Akan tetapi, barangsiapa yang masih tetap Allah butakan hati, pendengaran dan penglihatannya, maka tidak perlu ia dipaksa-paksa untuk masuk Islam.”[30]&lt;br /&gt;Cukup dengan sikap baik (ihsan) yang kita perbuat pada mereka membuat mereka tertarik pada Islam, tanpa harus dipaksa.    &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Dilarang memukul atau membunuh orang kafir (selain kafir harbi). Karena Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,     &lt;br /&gt;مَنْ قَتَلَ مُعَاهِدًا لَمْ يَرَحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Siapa yang membunuh kafir mu’ahid ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.”&lt;b&gt;[31]&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;: Tidak boleh bagi seorang muslim pun menipu orang kafir (selain kafir harbi) ketika melakukan transaksi jual beli, mengambil harta mereka tanpa jalan yang benar, dan wajib selalu memegang amanat di hadapan mereka. Karena Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pernah bersabda,     &lt;br /&gt;أَلاَ مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Ingatlah! Barangsiapa berlaku zholim terhadap kafir Mu’ahid, mengurangi haknya, membebani mereka beban (jizyah) di luar kemampuannya atau mengambil harta mereka tanpa keridhoan mereka, maka akulah nantinya yang akan sebagai hujah mematahkan orang semacam itu&lt;/i&gt;.”[32]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;: Diharamkan seorang muslim menyakiti orang kafir (selain kafir harbi) dengan perkataan dan dilarang berdusta di hadapan mereka. Jadi seorang muslim dituntut untuk bertutur kata dan berakhlaq yang mulia dengan non muslim selama tidak menampakkan rasa cinta pada mereka. Allah Ta’ala berfirman,     &lt;br /&gt;وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia&lt;/i&gt;.” (Qs. Al Baqarah: 83). Berkata yang baik di sini umum kepada siapa saja.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;: Berbuat baik kepada tetangga yang kafir (selain kafir harbi) dan tidak mengganggu mereka. Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;bersabda,     &lt;br /&gt;مَا زَالَ يُوصِينِى جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Jibril terus menerus memberi wasiat kepadaku mengenai tetangga sampai-sampai aku kira tetangga tersebut akan mendapat warisan.&lt;/i&gt;“[33]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesembilan&lt;/b&gt;: Wajib membalas salam apabila diberi salam oleh orang kafir. Namun balasannya adalah &lt;i&gt;wa ‘alaikum&lt;/i&gt;.[34] Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt; bersabda,     &lt;br /&gt;إِذَا سَلَّمَ عَلَيْكُمْ أَهْلُ الْكِتَابِ فَقُولُوا وَعَلَيْكُمْ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Jika salah seorang dari Ahlul Kitab mengucapkan salam pada kalian, maka balaslah: Wa ‘alaikum.&lt;/i&gt;“[35]     &lt;br /&gt;Akan tetapi, kita dilarang memulai mengucapkan salam lebih dulu pada mereka. Alasannya adalah sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;,     &lt;br /&gt;لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلاَمِ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashrani dalam ucapan salam.&lt;/i&gt;“[36]&lt;br /&gt;Adapun bentuk interaksi dengan orang kafir (selain kafir harbi) &lt;b&gt;yang dibolehkan dan dianjurkan&lt;/b&gt; adalah:     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama: &lt;/b&gt;Dibolehkan mempekerjakan orang kafir dalam pekerjaan atau proyek kaum muslimin selama tidak membahayakan kaum muslimin.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Dianjurkan berbuat ihsan (baik) pada orang kafir yang membutuhkan seperti memberi sedekah kepada orang miskin di antara mereka atau menolong orang sakit di antara mereka. Hal ini berdasarkan keumuman sabda Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;فِى كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Menolong orang sakit yang masih hidup akan mendapatkan ganjaran pahala&lt;/i&gt;.”[37]     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Tetap menjalin hubungan dengan kerabat yang kafir (seperti orang tua dan saudara) dengan memberi hadiah atau menziarahi mereka. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Dibolehkan memberi hadiah pada orang kafir agar membuat mereka tertarik untuk memeluk Islam, atau ingin mendakwahi mereka, atau ingin agar mereka tidak menyakiti kaum muslimin. Sebagaimana dalilnya telah kami jelaskan di atas.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk memuliakan orang kafir ketika mereka bertamu sebagaimana boleh bertamu pada orang kafir dan bukan maksud diundang. Namun jika seorang muslim diundang orang kafir dalam acara mereka, maka undangan tersebut tidak perlu dipenuhi karena ini bisa menimbulkan rasa cinta pada mereka.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;: Boleh bermuamalah dengan orang kafir dalam urusan dunia seperti melakukan transaksi jual beli yang mubah dengan mereka atau mengambil ilmu dunia yang bernilai mubah yang mereka miliki (tanpa harus pergi ke negeri kafir).     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;: Diperbolehkan seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) selama wanita tersebut adalah wanita yang selalu menjaga kehormatannya serta tidak merusak agama si suami dan anak-anaknya. Sedangkan selain ahli kitab (seperti Hindu, Budha, Konghucu) haram untuk dinikahi. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,     &lt;br /&gt;الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu&lt;/i&gt;.” (Qs. Al Maidah: 5). Ingat, seorang pria muslim menikahi wanita ahli kitab hanyalah dibolehkan dan bukan diwajibkan atau dianjurkan. Dan sebaik-baik wanita yang dinikahi oleh pria muslim tetaplah seorang wanita muslimah.&lt;br /&gt;Adapun wanita muslimah tidak boleh menikah dengan orang kafir mana pun baik ahlul kitab (Yahudi dan Nashrani) dan selain ahlul kitab karena Allah Ta’ala berfirman,    &lt;br /&gt;لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Mereka (wanita muslimah) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.”&lt;/i&gt; (Qs. Al Mumtahanah: 10)     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;: Boleh bagi kaum muslimin meminta pertolongan pada orang kafir untuk menghalangi musuh yang akan memerangi kaum muslimin. Namun di sini dilakukan dengan dua syarat:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ini adalah keadaan darurat sehingga terpaksa meminta tolong pada orang kafir. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang kafir tidak membuat bahaya dan makar pada kaum muslimin yang dibantu. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;Kesembilan&lt;/b&gt;: Dibolehkan berobat dalam keadaan darurat ke negeri kafir.     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesepuluh&lt;/b&gt;: Dibolehkan menyalurkan zakat kepada orang kafir yang ingin dilembutkan hatinya agar tertarik pada Islam, sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, orang-orang yang ingin dibujuk hatinya&lt;/i&gt;.” (Qs. At Taubah: 60)     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;  &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesebelas&lt;/b&gt;: Dibolehkan menerima hadiah dari orang kafir selama tidak sampai timbul perendahan diri pada orang kafir atau wala’ (loyal pada mereka). Sebagaimana Nabi &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;pernah menerima hadiah dari beberapa orang musyrik. Namun ingat, jika hadiah yang diberikan tersebut berkenaan dengan hari raya orang kafir, maka sudah sepantasnya tidak diterima.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Inti dari pembahasan ini adalah tidak selamanya berbuat baik pada orang kafir berarti harus loyal dengan mereka, bahkan tidak mesti sampai mengorbankan agama. Kita bisa berbuat baik dengan hal-hal yang dibolehkan bahkan dianjurkan atau diwajibkan sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Semoga Allah selalu menunjuki kita pada jalan yang lurus. Hanya Allah yang beri taufik.&lt;/i&gt;     &lt;br /&gt;&lt;i&gt;Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al Faqir Ilallah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Abduh Tuasikal    &lt;br /&gt;Panggang, Gunung Kidul, 25 Dzulhijah 1430 H&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" /&gt;[1] Sebagian ulama pakar tafsir (seperti Qotadah) menyatakan bahwa surat Al Mumtahanah ayat 8 berlaku untuk semua orang kafir. Jadi kita diperintahkan untuk berlaku baik dengan orang kafir. Namun menurut pendapat ini, ayat tersebut telah mansukh (dihapus) dengan surat At Taubah ayat 5 yang memerintahkan untuk memerangi orang kafir (Lihat &lt;i&gt;Zaadul Masiir&lt;/i&gt;, Ibnul Jauziy, 6/19,Mawqi’ Al Islam). Akan tetapi, pakar tafsir lainnya tetap menyatakan bahwa surat Al Mumtahanah ayat 8 adalah ayat yang tidak mansukh dan mereka berdalil dengan kisah Asma’ binti Abu Bakr (Lihat &lt;i&gt;Tafsir Juz Qod Sami’a &lt;/i&gt;, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi, hal. 170, Maktabah Makkah, cetakan pertama, tahun 2003 ).&lt;br /&gt;[2] Kebanyakan ulama mengatakan bahwa ibu Asma’ mati dalam keadaan musyrik. Sebagian ulama mengatakan bahwa ibunya mati dalam keadaan Islam. Nama ibu Asma’ ada yang menyebut Qoylah dan ada pula yang menyebut Qotilah. (Lihat &lt;i&gt;Syarh Muslim, &lt;/i&gt;An Nawawi, 7/89, Dar Ihya’ At Turots Al Arobi, Beirut, cetakan kedua, 1392). Qotilah adalah istri Abu Bakr yang sudah dicerai di masa Jahiliyah. (Lihat &lt;i&gt;‘Umdatul Qori Syarh Shahih Al Bukhari, &lt;/i&gt;Badaruddin Al ‘Aini Al Hanafi, 20/169, Asy Syamilah)&lt;br /&gt;[3] Lihat &lt;i&gt;Zaadul Masiir&lt;/i&gt;, Ibnul Jauziy, 8/236-237, Al Maktab Al Islami Beirut, cetakan ketiga, tahun 1404 H.&lt;br /&gt;[4] Makna ini berdasarkan riwayat Abu Daud. Al Qodhi mengatakan bahwa makna lain dari &lt;i&gt;roghibah &lt;/i&gt;adalah benci dengan Islam. Jadi, ibunda Asma’ sangat benci dengan Islam, sehingga ia pun bertanya pada Rasul &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;, apakah masih boleh ia menjalin hubungan dengan ibunya. Lihat &lt;i&gt;Syarh Muslim, &lt;/i&gt;An Nawawi, 7/89.&lt;br /&gt;[5] HR. Bukhari no. 5798.&lt;br /&gt;[6] &lt;i&gt;Jaami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an&lt;/i&gt;, Ibnu Jarir Ath Thobari, Muhaqqiq: Ahmad Muhammad Syakir, 23/323, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama tahun 1420 H.&lt;br /&gt;[7] &lt;i&gt;Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim&lt;/i&gt;, Ibnu Katsir, Muhaqqiq: Sami bin Muhammad Salamah, 8/90, terbitan Dar At Thoyibah, cetakan kedua, 1420 H.&lt;br /&gt;[8] Lihat &lt;i&gt;Al Wala’ wal Baro’&lt;/i&gt;, Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahthani, hal. 307, Asy Syamilah.&lt;br /&gt;[9] Lihat &lt;i&gt;Al Muhalla&lt;/i&gt;, Ibnu Hazm, 11/138, Mawqi’ Ya’sub.&lt;br /&gt;[10] &lt;i&gt;Mafatihul Ghoib, &lt;/i&gt;Fakhruddin Ar Rozi, 15/325, Mawqi’ At Tafasir.&lt;br /&gt;[11] &lt;i&gt;Fathul Bari Syarh Shohih Al Bukhari&lt;/i&gt;, Ibnu Hajar Al ‘Asqolani Asy Syafi’i, 5/233, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379.&lt;br /&gt;[12] &lt;i&gt;Tafsir Juz Qod Sami’a &lt;/i&gt;, Syaikh Musthofa Al ‘Adawi, hal. 166, Maktabah Makkah, cetakan pertama, tahun 2003.&lt;br /&gt;[13] Saudara ‘Umar ini bernama ‘Utsman bin Hakim, dia adalah saudara seibu dengan ‘Umar. Ibu ‘Umar bernama Khoitsamah binti Hisyam bin Al Mughiroh. Lihat &lt;i&gt;Fathul Bari, &lt;/i&gt;5/233.&lt;br /&gt;[14] HR. Bukhari no. 2619.&lt;br /&gt;[15] HR. Bukhari no. 2620.&lt;br /&gt;[16] HR. Muslim no. 2556.&lt;br /&gt;[17] Lihat pembahasan Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qahthani dalam &lt;i&gt;Al Wala’ wal Baro’&lt;/i&gt;, hal. 303, Asy Syamilah.&lt;br /&gt;[18] Adabul Mufrod no. 95/128. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini &lt;i&gt;shahih. &lt;/i&gt;Lihat Al Irwa’ (891): [Abu Dawud: 40-Kitab Al Adab, 123-Fii Haqqil Jiwar. At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Bab Maa Jaa-a fii Haqqil Jiwaar]&lt;br /&gt;[19] Kami olah dari &lt;i&gt;Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah&lt;/i&gt;, Prof. ‘Abdullah bin ‘Abdul ‘Aziz Al Jibrin, hal. 224-229, Maktabah Al Mulk Fahd Al Wathoniyah, cetakan pertama, 1425 H.&lt;br /&gt;[20] Lihat penukilan ijma’ (kesepakatan ulama) yang disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam &lt;i&gt;Iqtidho’ Ash Shirotil Mustaqim&lt;/i&gt;, 1/363, Wazarotu Asy Syu-un Al Islamiyah, cetakan ketujuh, tahun 1417 H.&lt;br /&gt;[21] HR. Ahmad dan Abu Daud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269&lt;br /&gt;[22] Lihat &lt;i&gt;Zaadul Masiir&lt;/i&gt;, Ibnul Jauzi, 4/484, Mawqi’ Al Islam.&lt;br /&gt;[23] Lihat &lt;i&gt;Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim&lt;/i&gt;, 1/483.&lt;br /&gt;[24] &lt;i&gt;Ahkam Ahli Dzimmah&lt;/i&gt;, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, 1/441, Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1418 H.&lt;br /&gt;[25] &lt;i&gt;Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin&lt;/i&gt;, 3/28-29, no. 404, Asy Syamilah.&lt;br /&gt;[26] Semacam Yusuf Qardhawi, begitu pula Lembaga Riset dan Fatwa Eropa. Juga yang melegalkan ucapan selamat natal pada Nashrani adalah Quraish Shihab.&lt;br /&gt;[27] Kami olah dari &lt;i&gt;Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah&lt;/i&gt;, hal. 232-242.&lt;br /&gt;[28] Lihat &lt;i&gt;Tahdzib Tashil Al ‘Aqidah Al Islamiyah&lt;/i&gt;, hal. 232-234.&lt;br /&gt;[29] HR. Bukhari no. 1356.&lt;br /&gt;[30] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 1/682, Dar Thoyyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.&lt;br /&gt;[31] HR. Bukhari no. 3166.&lt;br /&gt;[32] HR. Abu Daud no. 3052. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih.&lt;/i&gt; Lihat penjelasan hadits ini dalam &lt;i&gt;Muroqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih&lt;/i&gt;, Al Mala ‘Ala Qori, 12/284, Mawqi’ Al Misykah Al Islamiyah.&lt;br /&gt;[33] HR. Bukhari no. 6014 dan Muslim no. 2625, dari ‘Aisyah.&lt;br /&gt;[34] Namun sebagian ulama menjelaskan bahwa jika ahlul kitab mengucapkan salamnya itu tegas “&lt;i&gt;Assalamu”alaikum&lt;/i&gt;“, maka jawabannya adalah tetap semisal dengannya yaitu: “&lt;i&gt;Wa’alaikumus salam&lt;/i&gt;.” Alasannya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “&lt;i&gt;Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).&lt;/i&gt;” (Qs. An Nisa’: 86). Sebagaimana hal ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.&lt;br /&gt;[35] HR. Bukhari no. 6258 dan Muslim no. 2163, dari Anas bin Malik.&lt;br /&gt;[36] HR. Tirmidzi no. 1602 dan Ahmad (2/266). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini &lt;i&gt;shahih.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;[37] HR. Bukhari no. 2466 dan Muslim no. 2244.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7128086692559225932?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7128086692559225932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/mengucapkan-selamat-natal-dianggap.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7128086692559225932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7128086692559225932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/mengucapkan-selamat-natal-dianggap.html' title='Mengucapkan Selamat Natal Dianggap Amalan Baik'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7662909450063817809</id><published>2009-12-24T00:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T00:55:50.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><title type='text'>Membuat Kolom Search Di Blog</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ingin &lt;strong&gt;membuat kolom search&lt;/strong&gt; seperti contoh berikut?&lt;/p&gt; &lt;form style="display: inline" id="searchThis" method="get" action="/search"&gt;&lt;input onblur="if(this.value==&amp;#39;&amp;#39;)this.value=this.defaultValue;" style="width: 150px; color: #636363" id="searchBox" onfocus="if(this.value==this.defaultValue)this.value=&amp;#39;&amp;#39;;" name="q" vinput="vinput" /&gt; &lt;input id="searchButton" type="submit" /&gt;&lt;/form&gt;  &lt;p&gt;Cukup copy kode berikut dan paste dikolom content HTML diblog anda:&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;form id=&amp;quot;searchThis&amp;quot; action=&amp;quot;/search&amp;quot; style=&amp;quot;display: inline;&amp;quot; method=&amp;quot;get&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;input onfocus=&amp;quot;if(this.value==this.defaultValue)this.value='';&amp;quot; value=&amp;quot;Cari disini&amp;quot; type=&amp;quot;text&amp;quot; id=&amp;quot;searchBox&amp;quot; onblur=&amp;quot;if(this.value=='')this.value=this.defaultValue;&amp;quot; style=&amp;quot;width: 150px;color:#636363;&amp;quot; vinput=&amp;quot;&amp;quot; name=&amp;quot;q&amp;quot;&amp;gt; &amp;lt;input id=&amp;quot;searchButton&amp;quot; value=&amp;quot;Search&amp;quot; type=&amp;quot;submit&amp;quot;&amp;gt;&amp;lt;/form&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Mudah bukan? Selamat mencoba, semoga bermanfaat!&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-7662909450063817809?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/7662909450063817809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/membuat-kolom-search-di-blog.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7662909450063817809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/7662909450063817809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/membuat-kolom-search-di-blog.html' title='Membuat Kolom Search Di Blog'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-8399878377631091862</id><published>2009-12-24T00:36:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T00:40:56.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blockquote'/><title type='text'>Cara Membuat Blockquote</title><content type='html'>&lt;p&gt;Cara membuat blockquote seperti diblog ini: &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Login ke blogger.com - Tata Letak - &lt;b&gt;Edit HTML&lt;/b&gt;. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Jangan lupa centang kotak Expand Template Widget. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Cari kode &lt;b&gt;]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt;&lt;/b&gt; , kemudian letakkan script ini di atasnya:       &lt;blockquote&gt;       &lt;p&gt;blockquote {          &lt;br /&gt;margin: 5px 5px 5px 10px;           &lt;br /&gt;padding: 10px 15px 10px 15px;           &lt;br /&gt;line-height: 1.6em;           &lt;br /&gt;color: #000000;           &lt;br /&gt;background: #F6CECE;           &lt;br /&gt;border: 2px solid #FF0000;           &lt;br /&gt;border-left: 15px solid #FF0000           &lt;br /&gt;}&lt;/p&gt;     &lt;/blockquote&gt;      &lt;br /&gt;Sedikit keterangan untuk pewarnaan:  &lt;span class="fullpost"&gt;       &lt;ul&gt;         &lt;li&gt;color: #000000; &amp;#187; pewarnaan teks di dalam kotak blockquote. Ganti #000000 dengan kode warna yang anda inginkan. &lt;/li&gt;          &lt;li&gt;background: #F6CECE &amp;#187; pewarnaan latar belakang (background) kotak blockquote. Ganti #e0ffff dengan kode warna yang diinginkan. &lt;/li&gt;          &lt;li&gt;border: 2px solid #FF0000;            &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;          &lt;li&gt;&amp;#187; pewarnaan garis tepi (border) kotak blockquote. Ganti #FF0000 dengan kode warna sesuai selera anda. &lt;/li&gt;       &lt;/ul&gt;     &lt;/span&gt;      &lt;li&gt;Simpan template.        &lt;br /&gt;Dan lihat perubahan pada kotak blockquote blog anda. &lt;/li&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Note&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Hati-hati sebelum memasang script blockquote di atas, apabila di dalam barisan CSS Template anda sudah terpasang kode blockquote, maka script di atas tidak akan berjalan. Jadi, sebelum memasang, coba cari dulu siapa tahu kode blockquote-nya sudah ada (cari saja dengan find text: blockquote , dan pastinya kalau memang sudah ada berarti kodenya di atas ]]&amp;gt;&amp;lt;/b:skin&amp;gt; dan anda hanya perlu mengeditnya.      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Semoga berhasil dan bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-8399878377631091862?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/8399878377631091862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/cara-membuat-blockquote.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8399878377631091862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/8399878377631091862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/cara-membuat-blockquote.html' title='Cara Membuat Blockquote'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-4757080974847750096</id><published>2009-12-24T00:29:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T00:29:56.320-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='variasi icons'/><title type='text'>Cara Membuat Icon Pada Address Bar</title><content type='html'>&lt;p&gt; B&lt;strong&gt;agaimana cara mengganti icon pada address bar? &lt;/strong&gt;Untuk kita yg memiliki blog di blogger/ blogspot icon defaultnya seperti ini &lt;img src="http://bp3.blogger.com/_-HHcbL2aWiU/R1RW8CnBtLI/AAAAAAAAATA/LvFHuPkWOCY/s320/blogger.gif" /&gt; kita bisa menggantinya dengan icon favorit kita, berikut caranya:&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Pertama buatlah sebuah gambar yang akan di jadikan sebagai favicon, &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Jika image anda berukuran besar anda harus mengubah gambar tersebut kedalam bentuk gambar icon. Untuk hal tersebut, anda bisa menggunakan tool &lt;strong&gt;Favicon Generator&lt;/strong&gt;, silahkan kunjungi situs &lt;a href="http://www.favicongenerator.com"&gt;http://www.favicongenerator.com&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Klik pada tombol &lt;strong&gt;Browse...&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Masukan gambar yang tadi dibuat untuk di ubah menjadi format icon &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Klik pada tombol &lt;strong&gt;Generate Favicon&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Setelah proses selesai, klik pada &lt;strong&gt;Click Here to Download your favicon&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Save ke komputer anda. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Langkah selanjutnya adalah anda harus meng upload &lt;strong&gt;Favicon&lt;/strong&gt; yang tadi ke tempat hosting gamabar, misalnya photobucket, imagesachs dll. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Setelah anda sudah mempunyai alamat URL dari favicon anda. sebagai contoh, anaa mempunyai sebuah alamat URL seperti ini :        &lt;br /&gt;http://dl9.glitter-graphics.net/pub/47/47449ih9hcr3tmj.gif &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Anda harus mengubah alamat URL favicon anda menjadi seperti ini : &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;link href='http://dl9.glitter-graphics.net/pub/47/47449ih9hcr3tmj.gif' rel='shortcut icon' type='image/x-icon'/&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Langkah selanjutnya adalah silahkan login ke blogger dengan ID anda. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Klik pada &lt;strong&gt;Tata Letak&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Klik &lt;strong&gt;Edit HTML&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Silahkan cari kode &lt;code&gt;&lt;strong&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;/strong&gt; &lt;/code&gt;posisinya berada bagian atas &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Simpan kode favicon yang tadi persis di atas kode &lt;code&gt;&lt;strong&gt;&amp;lt;/head&amp;gt;&lt;/strong&gt; &lt;/code&gt;. Contoh : &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;link href='http://dl9.glitter-graphics.net/pub/47/47449ih9hcr3tmj.gif' rel='shortcut icon' type='image/x-icon'/&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Klik tombol &lt;strong&gt;Simpan Template&lt;/strong&gt;. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Selesai. Sekarang anda sudah mempunyai favicon di alamat URL blog anda. &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-4757080974847750096?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/4757080974847750096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/cara-membuat-icon-pada-address-bar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4757080974847750096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/4757080974847750096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/cara-membuat-icon-pada-address-bar.html' title='Cara Membuat Icon Pada Address Bar'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_-HHcbL2aWiU/R1RW8CnBtLI/AAAAAAAAATA/LvFHuPkWOCY/s72-c/blogger.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-1582705725923865926</id><published>2009-12-24T00:23:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T00:23:05.913-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='variasi icons'/><title type='text'>Membuat Icon Disamping Judul Posting</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ingin membuat &lt;strong&gt;variasi icon disamping judul posting&lt;/strong&gt; yang contohnya bisa anda lihat pada blog ini atau seperti pada beberapa gambar dibawah ini? &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMkUz9mYDI/AAAAAAAAAvQ/gQskAb3vd9M/s1600-h/image7.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="variasi icon disamping judul posting" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMkoRk-v3I/AAAAAAAAAvU/awcwEjiTWQU/image_thumb4.png?imgmax=800" width="415" height="50" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMkrLuPrRI/AAAAAAAAAvY/DyKWyaai-ak/s1600-h/image8.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="variasi icon disamping judul posting" src="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMk0YNT0yI/AAAAAAAAAvc/WupZrpq2Fp8/image_thumb4%5B1%5D.png?imgmax=800" width="223" height="60" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMk4yZKLjI/AAAAAAAAAvg/Sh25_yD59B8/s1600-h/image11.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="variasi icon disamping judul posting" src="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMk6ISd2iI/AAAAAAAAAvk/C4jlQNPEd6U/image_thumb5.png?imgmax=800" width="188" height="68" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Caranya mudah saja, ikuti langkah-langkah berikut:&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p&gt;Langkah pertama: Tentukan image atau gambar yang akan dijadikan icon kemudian upload ketempat hosting anda, ambil URL gambar iconnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Langkah kedua:&lt;/p&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Log in ke blogger=&amp;gt; pada dasbor=&amp;gt; klik tata letak=&amp;gt; edit HTML=&amp;gt; cari kode berikut:        &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sy-ydIDQKlI/AAAAAAAAAtM/UFrzXY02ulo/s1600-h/image%5B16%5D.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;.post h3 {        &lt;br /&gt;margin:.5em 0;         &lt;br /&gt;padding:30px 0px 0px 45px;         &lt;br /&gt;font-size:120%;         &lt;br /&gt;font-style:italic;         &lt;br /&gt;line-height:1.3em;         &lt;br /&gt;color:#333;         &lt;br /&gt;} &lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;kalau sudah dapat sisipkan kode berikut &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;background:url(alamat gambar anda) no-repeat left center;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Sehingga keselurahannya menjadi seperti ini: &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;.post h3 {        &lt;br /&gt;margin:.5em 0;         &lt;br /&gt;padding:30px 0px 0px 45px;         &lt;br /&gt;font-size:120%;         &lt;br /&gt;font-style:italic;         &lt;br /&gt;line-height:1.3em;         &lt;br /&gt;color:#333;&amp;#160; &lt;br /&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;background:url(alamat gambar anda) no-repeat left center;&lt;/font&gt;}&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Terakhir klik save/ simpan. &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-1582705725923865926?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/1582705725923865926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/membuat-icon-disamping-judul-posting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1582705725923865926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1582705725923865926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/12/membuat-icon-disamping-judul-posting.html' title='Membuat Icon Disamping Judul Posting'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/SzMkoRk-v3I/AAAAAAAAAvU/awcwEjiTWQU/s72-c/image_thumb4.png?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-1031712455334299816</id><published>2009-12-10T12:25:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T12:25:31.851-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tutorial Blogger'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Marquee'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teks Berjalan/ Teks Bergerak'/><title type='text'>Cara Membuat Efek Marquee (Teks Berjalan)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Berikut Beberapa macam &lt;strong&gt;efek marque&lt;/strong&gt; atau &lt;em&gt;teks berjalan&lt;/em&gt;:&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;&lt;em&gt;Contoh marque dasar&lt;/em&gt; &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;   &lt;marquee&gt;Kalimat Anda&lt;/marquee&gt;    &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;caranya dengan menambah code berikut:&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Contoh marquee yang berjalan dari kiri ke kanan &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;   &lt;marquee direction="right"&gt;Kalimat Anda&lt;/marquee&gt;    &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee direction=&amp;quot;right&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;&lt;font style="background-color: #e0f8f7" color="#555555"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Berjalan Kekanan dan kekiri tanpa pembatas        &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;&lt;marquee behavior="alternate"&gt;Kalimat Anda&lt;/marquee&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;Cara menulisnya :       &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee behavior=&amp;quot;alternate&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;        &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Berjalan dari kanan ke kiri, tapi akan berhenti saat mouse berada diatas tulisan tersebut        &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()"&gt;Kalimat Anda Berhenti saat mouse diatasnya&lt;/marquee&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;Cara menulisnya :       &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee onmouseover=&amp;quot;this.stop()&amp;quot; onmouseout=&amp;quot;this.start()&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;        &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Ini &lt;em&gt;contoh marquee kanan kiri dengan kecepatan yang bisa di atur&lt;/em&gt; dengan menambahkan perintah &amp;quot;Scrollamount&amp;quot;         &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;&lt;marquee behavior="alternate"&gt;Kalimat Anda Dengan kecepatan&lt;/marquee&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Cara menulis :      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee behavior=&amp;quot;alternate&amp;quot; scrollamount=&amp;quot;18&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;        &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Anda bisa mengatur kecepatan sesuai selera anda dengan mengganti value atau angka pada kata scrollamout      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Ini contoh marquee ke atas        &lt;br /&gt;&lt;marquee direction="up"&gt;Kalimat anda bergerak keatas&lt;/marquee&gt;        &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;Cara menulis :      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee direction=&amp;quot;up&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;/marquee&amp;gt;        &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Kalau sekarang marquee dengan pembatas biasanya untuk kata/kalimat yang berurutan, agar tidak terlalu memakan tempat, bergerak keatas dan akan berhenti saat mouse anda berada diatasnya &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;    &lt;p&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" direction="up" height="100" width="200"&gt;Kalimat Anda        &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;Cara menulis : &lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;       &lt;br /&gt;&amp;lt;marquee direction=&amp;quot;up&amp;quot; onmouseover=&amp;quot;this.stop()&amp;quot; width=&amp;quot;200&amp;quot; scrollamount=&amp;quot;3&amp;quot; onmouseout=&amp;quot;this.start()&amp;quot; height=&amp;quot;100&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;         &lt;br /&gt;&amp;lt;/marquee&amp;gt;         &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;ul&gt;     &lt;li&gt;Ini kalau ke bawah tanpa kode muoseover &lt;/li&gt;   &lt;/ul&gt;   &lt;marquee direction="down" height="100" width="200"&gt;Kalimat Anda      &lt;br /&gt;Kalimat Anda       &lt;br /&gt;Kalimat Anda       &lt;br /&gt;Kalimat Anda       &lt;br /&gt;Kalimat Anda       &lt;br /&gt;Kalimat Anda       &lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;    &lt;br /&gt;Cara menulisnya :     &lt;br /&gt;    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;marquee direction=&amp;quot;down&amp;quot; width=&amp;quot;200&amp;quot; scrollamount=&amp;quot;4&amp;quot; height=&amp;quot;100&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;        &lt;br /&gt;&amp;lt;/marquee&amp;gt;         &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Ini dengan perintah &amp;quot;center&amp;quot; agar tulisan berada di posisi tengah form/bingkai :&lt;/p&gt;   &lt;center&gt;&lt;marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()" direction="up" height="100" width="200"&gt;Kalimat Anda        &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;Kalimat Anda         &lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;/center&gt;    &lt;p&gt;Cara menulisnya :      &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;    &lt;blockquote&gt;     &lt;p&gt;&amp;lt;center&amp;gt;        &lt;br /&gt;&amp;lt;marquee direction=&amp;quot;up&amp;quot; onmouseover=&amp;quot;this.stop()&amp;quot; width=&amp;quot;200&amp;quot; scrollamount=&amp;quot;1&amp;quot; onmouseout=&amp;quot;this.start()&amp;quot; height=&amp;quot;100&amp;quot;&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;Kalimat Anda&amp;lt;br&amp;gt;         &lt;br /&gt;&amp;lt;/marquee&amp;gt;         &lt;br /&gt;&amp;lt;/center&amp;gt;&lt;/p&gt;   &lt;/blockquote&gt;    &lt;p&gt;Semoga bermanfaat!&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2949168245141630016-1031712455334299816?l=lenter4-ilmu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/feeds/1031712455334299816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/10/cara-membuat-efek-marquee-teks-berjalan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1031712455334299816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2949168245141630016/posts/default/1031712455334299816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lenter4-ilmu.blogspot.com/2009/10/cara-membuat-efek-marquee-teks-berjalan.html' title='Cara Membuat Efek Marquee (Teks Berjalan)'/><author><name>Amatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618309652840171790</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-xAKs7Qr7ELQ/TgnD9ypI_wI/AAAAAAAAB50/AuhYbRgI9V4/s220/6057b_Pink_Tulip_Bouquet.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2949168245141630016.post-7545173003669300867</id><published>2009-12-10T00:23:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T00:24:14.210-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teknologi'/><title type='text'>Pesawat Tercepat Di Dunia</title><content type='html'>&amp;#160; &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_Jksw0_kI/AAAAAAAAAcI/Rb6hDLGTDRM/s1600-h/image%5B3%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="pesawat tercepat di dunia" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_JlnvdFQI/AAAAAAAAAcU/D2DDJnr2OEE/image_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="244" height="132" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan rekor kecepatan udara (Air speed record) yang diklasifikasikan oleh &lt;em&gt;F&amp;#233;d&amp;#233;ration A&amp;#233;ronautique Internationale &lt;/em&gt;(FAI), menyebutkan bahwa &lt;strong&gt;Pesawat&lt;/strong&gt; non eksperimental yang memegang &lt;strong&gt;rekor tercepat di dunia&lt;/strong&gt; sampai saat tulisan ini diplubikasikan, masih dipegang oleh SR-71 Blackbird dengan kecepatan 3530 km/jam (Mach 3,2).&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;p&gt;Namun sebetulnya ada pesawat experimental yang lebih cepat namun tanpa awak (unmanned), yaitu Boeing X-43 NASA yang mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8). Berikut adalah pesawat-pesawat atau benda terbang tercepat di dunia sesuai dengan kelasnya.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. BOEING NASA X-43        &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;( Pesawat tanpa awak tercepat di dunia / &lt;em&gt;the fastest unmanned aircraft in the world&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;X-43 merupakan pesawat tanpa awak tercepat di dunia sekaligus menjadi benda terbang tecepat di bumi ini. X-43 merupakan sebuah pesawat eksperimen hipersonik tanpa awak (&lt;em&gt;unmanned experimental hypersonic aircraft&lt;/em&gt;) yang dirancang dengan banyak variasi skala dimaksudkan untuk mengetes aspek yang beragam dalam penerbangan supersonic. Ini merupakan bagian dari program NASA Hyper-X.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;NASA X-43 mencetak rekornya pada 16 November 2004 dengan mencapai kecepatan 12144 km/jam (Mach 9,8) pada ketinggian 13157 meter. Cara penerbangannya, Roket Pegasus yang membawa X-43 diluncurkan dari pesawat Boeing B-52. Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan, roket ini dibuang, selanjutnya X-43 melaju dengan mesinnya sendiri yaitu mesin Scramjet.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Spesifikasi X-43 : &amp;#8211; Berat (weight) = 1300 kg      &lt;br /&gt;- Panjang (length) = 3,7 meter       &lt;br /&gt;- Top speed = 12144 km/h (Mach 9,8)       &lt;br /&gt;- Awak (crew) = 0&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. North American X-15&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;(Pesawat bertenaga roket dan berawak tercepat di dunia)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;X-15 merupakan pesawat bertenaga roket (rocket-powered aircraft) tercepat di dunia, sekaligus pesawat berawak tercepat di dunia (the fastest manned aircraft in the world). X-15 merupakan pesawat tercepat ke-2 di bumi. Sebagaimana dengan X-43, X-15 juga merupakan pesawat experimental NASA.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Spesifikasi X-15 : &amp;#8211; Top speed = 7274 km/h (Mach 6,7)      &lt;br /&gt;- Jangkauan (range) = 450 km       &lt;br /&gt;- Awak (crew) = 1       &lt;br /&gt;- Panjang = 15,45 m       &lt;br /&gt;- Berat = 6620 kg&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_Jm5gBgWI/AAAAAAAAAcg/vDgPDZ4vdJE/s1600-h/image%5B6%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="pesawat tercepat di dunia" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_JxXi2ljI/AAAAAAAAAcs/QMVTOB-O-UE/image_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="244" height="149" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Lockheed SR-71 BLACKBIRD&lt;/strong&gt;       &lt;br /&gt;(Pesawat jet berawak tercepat di dunia /&lt;em&gt; the fastest jet airplane in the world&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Untuk jenis pesawat jet berawak non-experimental tercepat di dunia jatuh kepada SR-71 Blackbird. SR-71 mempati peringkat ke-3 pesawat tercepat di bumi. SR-71 merupakan pesawat dari pabrikan Lockheed. Pesawat ini merupakan pesawat intai strategis (Strategic Reconnaissance) yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. Pesawat ini mencetak rekor kecepatan pada 28 Juli 1976 yang diawaki oleh Kapten Eldon W. Joersz dan Mayor George T. Morgan dengan kecepatan 3530 km/h (Mach 3,2) pada ketinggian 80000 ft (24 km).      &lt;br /&gt;Angkatan Udara AS mengkalim bahwa SR-71 merupakan satu-satunya pesawat mereka yang dapat beroperasi secara optimal pada ketinggian 24000 meter. Struktur Blackbird 93 % terbuat dari titanium agar pesawat tetap kokoh saat melaju dengan kecepatan di atas Mach 3. SR-71 kerap digunakan untuk melakukan tugas spionase (mata-mata) ke daerah musuh, sehingga untuk itulah pesawat ini dirancang agar dapat terbang tinggi agar tidak tertangkap radar dan senjata anti pesawat musuh.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Spesifikasi : &amp;#8211; Top speed = 3530 km/h (Mach 3,2)      &lt;br /&gt;- Awak = 2       &lt;br /&gt;- Jangkauan (range) = 5400 km       &lt;br /&gt;- Panjang = 32,74 m       &lt;br /&gt;- Berat = 30600 kg&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_J9dOH1hI/AAAAAAAAAc8/EtnYUANEzyI/s1600-h/image%5B9%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_J_r-CADI/AAAAAAAAAdI/79tZwHirC0g/image_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="244" height="187" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160; &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Westland Lynx 800 G-LYNX        &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(Helikopter tercepat di dunia /&lt;em&gt; the fastest helicopter in the world&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Adalah helikopter Inggris raya yang dirancang oleh AgustaWestland. Westland Lynx 800 merupakan helikopter tercepat di dunia dan menempati peringkat ke-50an pesawat tercepat di dunia. Helikopter ini membukukan rekor pada 11 Agustus 1986 dengan kecepatan 401 km/jam (Mach 0,3). Westland Lynx biasa digunakan untuk SAR, pengangkutan strategis, air support, anti kapal selam, dll. Westland Lynx 800 mengalahkan kecepatan Sikorsy X-2 (366 km/jam) yang saat ini masih dalam tahap uji coba.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;Spesifikasi :      &lt;br /&gt;- Top speed = 401 km/h (Mach 0,3)       &lt;br /&gt;- Jangkauan (range) = 528 km       &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KBjiTW7I/AAAAAAAAAdU/3DFzTnbZ1j4/s1600-h/image%5B12%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KDVw8BzI/AAAAAAAAAdk/LIWlef_LqaI/image_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="223" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;Selain itu, adapun air speed record lainnya sesuai klasifikasi FAI adalah :&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&amp;#187;&lt;em&gt;Fastest gliding aircraft&lt;/em&gt; (Pesawat tanpa mesin tercepat) = Schempp-Hirth Nimbus-4DM (306,8 km/h)       &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KFta3s-I/AAAAAAAAAdw/8dcANHL6O_4/s1600-h/image%5B15%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KG0E0RXI/AAAAAAAAAd8/sdIMvOpRSGY/image_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="244" height="153" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&amp;#187;&lt;em&gt;Fastest straight-line piston-engined aircraft&lt;/em&gt; (pesawat bermesin piston tercepat) = F8F Bearcat Rare Bear (850 km/h)&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KJbQ54zI/AAAAAAAAAeI/NAkxKkAKUIE/s1600-h/image%5B18%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KLTJk50I/AAAAAAAAAeU/5-Ui6hjrfBA/image_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="244" height="146" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&amp;#187;&lt;em&gt;Speed attained during atmospheric reentry&lt;/em&gt; (kecepatan selama memasuki / penetrasi atmosfer bumi) = Pesawat ulang alik ( 28000 km/jam).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://karangjunti.wordpress.com/2009/11/28/pesawat-pesawat-tercepat-di-dunia-the-fastest-aircrafts-in-the-world/e8maofaxbt-copy/"&gt;&lt;img title="Pesawat ulang-alik" alt="" src="http://karangjunti.files.wordpress.com/2009/11/e8maofaxbt-copy.jpg?w=298&amp;amp;h=233" width="298" height="233" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&amp;#187;&lt;em&gt;Fastest landing speed record&lt;/em&gt; (pendaratan tercepat) = Tupolev Tu-134A (415 km/jam).&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KMcS2uLI/AAAAAAAAAeg/LPMRYpL-Grs/s1600-h/image%5B21%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KNq4IaUI/AAAAAAAAAes/w00TRhRBPqQ/image_thumb%5B7%5D.png?imgmax=800" width="244" height="117" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jet tempur tercepat        &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Mikoyan-Gurevich MG-25 adalah pesawat buatan tahun 1970. Pesawat ini dilabeli sebagai pesawat jet tercepat di dunia karena kecepatannya yang mencapai 3.2 Mach. Buat yang belum tahu, Mach adalah kecepatan suara. Jadi bisa dibayangkan seberapa cepat pesawat ini!.&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KQdIoyII/AAAAAAAAAe8/8HCkQlNzfnY/s1600-h/image%5B24%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh3.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KRu2J9qI/AAAAAAAAAfI/sYgO_65PfCc/image_thumb%5B8%5D.png?imgmax=800" width="244" height="146" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p&gt;     &lt;br /&gt;Pesawat ini awalnya dibuat pada tahun 1964 sebagai prototype. Pada tahun 1970 pesawat ini mulai digunakan. Pesawat jet tempur ini memiliki kecepatan maksimal 3.2 Mach, tetapi dengan konsekuensi mesin akan hancur saat pesawat mencapai kecepatan tersebut.       &lt;br /&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KSmlXKaI/AAAAAAAAAfU/ULM5vmWLwGg/s1600-h/image%5B27%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KT1l1lSI/AAAAAAAAAfg/GOOMcUhvx2Q/image_thumb%5B9%5D.png?imgmax=800" width="244" height="173" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KVRlRu-I/AAAAAAAAAfs/AhGgMcT1f5M/s1600-h/image%5B30%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" src="http://lh4.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KW8u9RcI/AAAAAAAAAf8/Yg8SXIpj1Jk/image_thumb%5B10%5D.png?imgmax=800" width="244" height="170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;strong&gt;Pesawat tercepat sepanjang masa        &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KY_XqVzI/AAAAAAAAAgI/O_DXrcfRgjQ/s1600-h/image%5B42%5D.png"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="image" align="right" src="http://lh6.ggpht.com/_5yyQgf23Pco/Sx_KaHCW7VI/AAAAAAAAAgU/2HF-MAALvOQ/image_thumb%5B16%5D.png?imgmax=800" width="244" height="172" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;A&amp;#233;rospatiale-BAC Concorde
